Waspadai Bahaya Aquaplaning Saat Berkendara Mudik di Musim Hujan
Risiko aquaplaning meningkat drastis saat mobil dipacu di atas kecepatan 70-80 km/jam di jalanan yang tergenang air. Selalu kurangi kecepatan saat hujan turun.
JAKARTA, Carvaganza - Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan berlangsung di tengah intensitas hujan yang masih tinggi. Para pemudik diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap fenomena aquaplaning. Kondisi ini terjadi ketika ban mobil kehilangan daya cengkeram (traksi) saat melintasi genangan air dalam kecepatan tinggi, sehingga kendaraan terasa seolah-olah melayang di atas air.
KEY TAKEAWAYS
Apa yang dimaksud dengan aquaplaning?
Aquaplaning adalah kondisi di mana ban kendaraan kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena terhalang lapisan air, menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya.Mengapa tidak boleh menyalakan lampu hazard saat hujan deras?
Lampu hazard hanya untuk kondisi darurat saat kendaraan berhenti. Jika dinyalakan saat berjalan, pengemudi di belakang akan bingung karena tidak bisa melihat sinyal lampu sein jika Anda hendak berpindah jalur.Kesalahan dalam mengantisipasi aquaplaning merupakan salah satu pemicu utama kecelakaan di jalan tol saat cuaca buruk. Terdapat beberapa protokol keselamatan yang wajib dipahami pengemudi agar tetap kendali.

Larangan dan Tindakan Saat Terjadi Aquaplaning
Menurut Sony Susmana, Director Training dari SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia), ada tindakan yang dianggap "haram" dilakukan saat mobil mulai kehilangan kendali akibat jalanan licin.
“Ketika berkendara dalam kondisi hujan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi kecepatan, pindah ke lajur lambat dan amati kondisi sekitar. Kalau pandangannya kurang, bantu dengan menyalakan lampu utama. Jangan mengaktifkan lampu hazard saat hujan. Karena malah membuat pengemudi belakang menjadi bingung. Saat melewati genangan air, antisipasinya adalah mengangkat kaki dari pedal gas. Tahan kemudi ke arah depan dan jangan melakukan pengereman agar laju mobil tetap lurus serta tidak mengalami selip,” ujar Sony Susmana.
Baca Juga: ELECTRIA: 9 Hal Yang Wajib Diketahui Jika Mudik Dengan Mobil Listrik
Mengatasi Understeer dan Oversteer
Jika mobil sudah terlanjur mengalami selip, cara penanganannya bergantung pada roda mana yang kehilangan traksi:
- Selip Roda Depan (Understeer): Jika mobil meluncur lurus meski setir dibelokkan, segera putar setir secara halus ke arah tujuan untuk mengembalikan kendali.
- Selip Roda Belakang (Oversteer): Jika bagian belakang mobil bergeser, putar setir mengikuti arah pergeseran mobil tersebut. Hindari membanting setir secara mendadak agar mobil tidak berputar pada porosnya.
Jangan nyalakan lampu hazard saat hujan deras di jalan tol
Persiapan Ban: Kunci Utama Keselamatan
Ban adalah komponen paling krusial dalam membelah air. Pastikan pola kembangan atau ulir ban masih dalam kondisi baik (tidak botak). Ulir inilah yang berfungsi membuang air saat ban melewati genangan. Selain itu, pastikan tekanan angin sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera pada door trim atau buku manual.
Jika hujan terlalu deras hingga membatasi jarak pandang, Sony menyarankan untuk tidak memaksakan diri. Menepi di tempat aman dan beristirahat adalah pilihan paling bijak demi keselamatan nyawa seluruh anggota keluarga di dalam kabin.
(ANJAR LEKSANA / WH)
Baca Juga: MG Indonesia Luncurkan Program SMILE 2026 Demi Jamin Keamanan Mudik
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature