Tips Aman Berkendara Saat Hujan Deras: Hindari Aquaplaning dan Bahaya Lampu Hazard
Kindisi cuaca yang sering hujan deras menuntut kewaspadaan ekstra saat berkendara.
JAKARTA, Carvaganza - Cuaca ekstrem, terutama hujan deras, masih melanda sejumlah daerah di Indonesia. Di Jakarta misalnya, beberapa titik jalan dilaporkan dikepung banjir beberapa hari belakangan.
KEY TAKEAWAYS
Apa itu aquaplaning dan bagaimana cara menghindarinya?
Aquaplaning terjadi ketika ban mobil kehilangan traksi karena lapisan air di jalan. Hindari dengan mengurangi kecepatan, menjaga tekanan ban, dan menggunakan ban dengan alur dalam.Apa bahaya jika salah menggunakan lampu hazard saat hujan?
Pengemudi lain bisa salah paham dan tidak dapat membaca arah kendaraan Anda, serta bisa terganggu oleh pantulan cahaya.Kondisi seperti ini tentu menambah tantangan bagi pengendara. Jalanan menjadi licin, pandangan terbatas, serta banyaknya genangan air yang bisa membahayakan perjalanan.
Namun, bukan berarti kendaraan harus ditinggalkan. Dengan persiapan yang memadai dan memahami risiko-risiko yang muncul saat musim hujan, pengemudi tetap bisa melintasi jalan dengan aman dan nyaman.
Foto: www. news.motability.co.uk
Bahaya Aquaplaning dan Cara Mengatasinya
Salah satu risiko utama saat hujan adalah aquaplaning. Ini merupakan kondisi ketika ban kehilangan traksi dengan permukaan jalan karena adanya lapisan air, membuat mobil sulit dikendalikan. Terutama jika mobil melaju dalam kecepatan tinggi, risiko kecelakaan bisa meningkat drastis.
Aquaplaning bisa disebabkan oleh genangan air dalam, kondisi ban yang sudah aus, tekanan udara ban yang tidak seimbang, atau sistem suspensi yang kurang optimal.
Baca Juga: Kenali Spesifikasi Daihatsu Ayla X: Opsi Menarik City Car Stylish
Jika mengalami aquaplaning, jangan panik. Pertahankan setir tetap lurus dan hindari menginjak rem atau gas secara mendadak. Biarkan mobil meluncur hingga kecepatannya menurun dan traksi ban kembali normal. Saat kontrol kendaraan kembali, barulah lanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Perhatikan kendaraan lain di sekitar agar bisa menghindari potensi tabrakan.
Jangan nyalakan lampu hazard saat hujan deras di jalan tol
Kesalahan Umum: Menyalakan Lampu Hazard Saat Hujan
Banyak pengemudi masih melakukan kesalahan dengan menyalakan lampu hazard saat hujan. Padahal, lampu ini dirancang khusus sebagai penanda darurat, seperti saat kendaraan mogok atau berhenti di bahu jalan.
Jika digunakan saat mobil sedang melaju dalam kondisi hujan, pengemudi lain bisa keliru mengira kendaraan Anda berhenti mendadak, sehingga bisa menyebabkan tabrakan dari belakang.
Lebih parah lagi, lampu sein tidak akan berfungsi ketika hazard aktif, sehingga pengemudi lain tidak mengetahui arah kendaraan Anda akan berbelok. Dalam situasi visibilitas rendah, komunikasi visual seperti ini sangat penting.
Selain itu, kedipan lampu hazard dapat menyilaukan, terutama saat cahaya memantul di jalan basah atau di sela-sela hujan. Hal ini justru memperparah jarak pandang dan membahayakan pengemudi lain.
Sebagai gantinya, nyalakan lampu utama atau fog lamp bila berkabut, kurangi kecepatan, dan pastikan ban dalam kondisi prima agar tetap mencengkeram aspal dengan baik.
Tips Aman Saat Melintasi Genangan atau Banjir
Genangan air sering muncul di area rendah, terutama saat sistem drainase buruk. Bahaya paling fatal adalah water hammer, yakni kerusakan mesin akibat air masuk ke ruang bakar. Selain itu, mobil bisa terjebak, terperosok, bahkan tertabrak kendaraan lain.
Air juga bisa menyusup ke dalam kabin meski pintu tertutup, terutama jika tekanan air tinggi. Waspadai pula bahwa klaim asuransi bisa ditolak jika dianggap pengemudi lalai melintasi banjir.
Jika tidak ada alternatif lain dan harus menerobos genangan, perhatikan ketinggian air dengan patokan trotoar atau ban mobil. Umumnya, air setinggi setengah ban masih aman dilewati, asal tidak ada arus deras.
Tips saat menerjang genangan air:
- Jalankan mobil perlahan, jangan terburu-buru.
- Gunakan gigi 1 (mobil manual) atau mode L/1 (mobil matik).
- Jaga putaran mesin di kisaran 2.000 rpm.
- Hindari pengereman dan akselerasi mendadak.
- Jaga jarak dengan kendaraan di depan agar bisa bermanuver jika mobil lain mogok.
- Setelah melewati genangan, injak rem perlahan berulang untuk mengeringkan rem dan pastikan fungsinya normal.
Cek panel instrumen apakah ada indikator peringatan yang menyala setelah melewati genangan.
(SETYO ADI / WH)
Baca Juga:
Mitsubishi Indonesia Siap Luncurkan SUV Premium Terbaru Pekan Depan, Debut Global!
Porsche Lengkapi Tiga Varian 911 Terbaru Dengan Trim 4S, Maksimalkan Traksi dan Performa
Permintaan Ban EV di Indonesia Naik 300%, Hankook iON Jadi Andalan
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature