TEST DRIVE: Ferrari 12Cilindri, Sensasi Rangsangan V12 ke Seluruh Indera
Cara Ferrari kasih paham bagaimana istimewanya mesin V12 murni.
JAKARTA, Carvaganza - Mesin V12 yang berada di depan kokpit punya sejarah penting dalam perjalanan panjang Ferrari sebagai pabrikan mobil sport. Karena format tersebut adalah yang diterapkan pada mobil produksi pertama Ferrari, yakni 125 S. Sejak itu, mesin V12 seakan menjadi sakral, yang harus terus ada diproduksi oleh Ferrari sampai saat ini.
KEY TAKEAWAYS
Berapa tenaga yang dihasilkan Ferrari 12Cilindri?
Mesin V12 6.5 liter di 12Cilindri menghasilkan tenaga 818 hp (830 PS) tanpa bantuan turbo maupun hybrid. Ini menjadikannya salah satu V12 paling bertenaga yang pernah diproduksi Ferrari.Apa yang membuat desain Ferrari 12Cilindri spesial?
Desain 12Cilindri memadukan nuansa futuristik dengan sentuhan klasik, seperti panel hitam di bonnet depan yang menjadi tribute untuk Ferrari 365 GTB/4 Daytona. Siluetnya khas Gran Turismo mesin depan dengan garis elegan tapi tetap agresif.Tradisi tersebut sempat berubah di tengah 1960-an, ketika Ferrari terprovokasi tren pabrikan Inggris di Formula 1, yang berhasil kompetitif memasang mesin di tengah sasis. Alhasil selama dua dekade lebih, model flagship Ferrari bermesin V12, meletakkan jantung pacunya di belakang kokpit. Sampai akhirnya dikembalikan lagi ke format tradisional, ketika lahir 550 Maranello pada 1996.
Generasi terbaru Ferrari bermesin V12 di depan hadir lewat 12Cilindri, yang namanya sendiri sudah menjelaskan menu utama model tersebut. Seolah mengagungkan sejarah dan kebuasan mesinnya, Ferrari 12Cilindri mengisyaratkan bahwa mobil ini dibangun terpusat pada mesinnya. Sebagai catatan, 12Cilindri dibaca “do-di-ci si-li-ndri” jika menganut pelafalan Bahasa Italia, namun tidak masalah juga kalau Anda mau sebut 12 Silinder.
Foto: Oto Group
Selama ini nomenklatur dengan angka pada model Ferrari kerap mengacu pada kapasitas mesin atau output tenaga. Namun pada 12Cilindri, secara gamblang Ferrari mengatkaan bahwa mobil ini mesinnya punya 12 silinder. Dan secara tidak langsung menyebut bahwa bagian lain dari 12Cilindri adalah aksesoris dari mesinnya.
Baru-baru ini, kami merasakan buasnya performa 12Cilindri di Jakarta. Bisa dibilang momen yang cukup Istimewa, karena cukup jarang Ferrari sediakan sesi tes untuk model V12. Berikut impresi kami.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Mesin V12, Ini Keunggulan Teknologi dan Fitur Ferrari 12Cilindri
Futuristik Bernuansa Klasik
Kesan pertama melihat Ferrari 12Cilindri, seperti kebanyakan orang pasti kita akan dibuat sedikit nostalgia dengan tampilannya. Meski keseluruhan desainnya sudah begitu kontemporernya, dengan arah futuristik, satu aksen pada moncongnya sangat khas model klasik. Apalagi kalau bukan referensi pada gran turismo ikonik, 365 GTB/4, atau yang dijuluki Daytona.
Panel hitam yang diapit oleh lampu depan di ujung bonnet, sengaja Ferrari berikan untuk menjadi tribute kepada 365 GTB/4. Fun fact, panel ini permanen alias tidak ada pilihan warna lain Ketika Anda membeli 12Cilindri. Permainan garis desain lampu depan yang diberi aksen strip LED di bawahnya, juga mengisyaratkan inspirasi desain dari bumper besi si Daytona.
Siluet 12Cilindri sangat khas gran turismo mesin depan Ferrari, dengan bonnet yang panjang dan rentang pilar A sampai ekor mobil yang kompak. Hal ini membuat dimensinya tetap terbilang ringkas, sekitar 4,7 meter. Lekuk bodinya tidak menampilkan pahatan ekstrem, namun tetap ada sejumlah aksen yang membuat tampilannya berkata bahwa mobil ini kencang dan bertenaga besar. Tengok saja lekuk pada setiap fender dan ventilasi udara pada kap mesinnya.
Foto: Oto Group
Meski dalam kondisi diam, 12Cilindri sudah terlihat dinamis seakan bergerak kencang. Berkat desain baru pada velg 21 incinya, yang visualisasikan kipas angin yang berputar. Buritannya cenderung simple, namun dilengkapi active spoiler di sisi kanan dan kiri, yang otomatis membuka 10 derajat saat dibutuhkan downforce ekstra atau drag saat mengerem keras.
Beralih ke dalam, nuansa kabinnya sangat modern khas Ferrari masa kini. Bagian pengemudi dan penumpang masing-masing mendapat dashboard individual, dengan layar dan ventilasi AC yang diarahkan ke setiap sisi. Layar infotainment 10,25 inci di tengah bukan yang paling lengkap fiturnya di industri saat ini, namun cukup akomodatif untuk sekadar mengakses Apple CarPlay atau Android Auto secara intuitif.
Terpenting dari interior tentunya area kokpit pengemudi. 12Cilindri menjadi GT V12 pertama Ferrari yang mengadopsi panel instrumen full digital, yang bisa semakin lengkap menyajikan berbagai informasi penting. Sementara setir dengan penuh tombol seakan menjadi komponen paling penting di area kabin, memadukan tombol fisik termasuk manettino, dan rangkaian tombol digital yang banyak dikeluhkan Ferraristi.
Duduk di kursi pengemudi 12Cilindri dengan posisi yang rendah menegaskan karakter sporty dari coupe ini. Namun secara bersamaan juga kami dibuat nyaman, karena rangkaian trim bermaterial premium mengurangi kesan intimidatif karena buasnya mesin.
Foto: Oto Group
Buas dan Jinak Sesuai Keinginan
Begitu mesin dinyalakan, getaran mesin F140 HD berkapasitas 6.5 liter langsung membuat jantung berdebar. Ekspektasi akan buasnya performa 12Cilindri langsung muncul bahkan saat menggeber mesinnya dalam kondisi gigi netral. Sangat singkat mesin bisa menyentuh redline, sampai membuat bodi mobil bergoyang tanpa harus melaju.
Mesin warisan dari 812 Competizione ini menjadi V12 paling bertenaga yang pernah Ferrari produksi, dengan catatan tanpa tambahan elektrifikasi seperti LaFerrari. Dengan konfigurasi naturally-aspirated, alias tanpa induksi turbo/supercharger, karakter lajunya terbilang linear di kecepatan awal. Jadinya, untuk berselancar di antara lalu-lintas dalam kota area PIK 2 tempat kami tes kali ini, lajunya masih cukup ramah.
Tenaga mesinnya memang sangat besar, sampai 818 hp (830 ps), tapi dalam kecepatan rendah suara mesinnya tidak sampai mengganggu sekitar. Karena meski diadopsi langsung dari 812 Competizione yang berorientasi performa di trek, mesin 12Cilindri mengalami penyesuaian. Terutama pada catalytic converter baru yang agak meredam suara knalpot, untuk mematuhi tuntutan Euro 6.
Baca Juga: Deretan Ferrari Ikonik Bermesin V12 dari Masa ke Masa, Dari 125 S hingga 12Cilindri
Pengoperasian DCT 8-speed yang halus dalam mode otomatis membuat laju 12Cilindri terasa cukup nyaman di jalanan yang padat. Tidak sampai 80 km/jam di jalan raya, indikator menunjukkan sudah berada di gigi 8. Dan saat mau menambah kecepatan dengan singkat, gearbox bisa dengan cekatan merespon untuk berpindah ke gigi rendah, sehingga saluran torsi lebih optimal.
Foto: Oto Group
Mengajak 12Cilindri bermanuver di jalanan kota ternyata tidak sesulit yang di bayangan awal kami. Visibilitasnya ke segala arah terbilang cukup baik, bonnet yang panjang dan tinggi memberikan referensi yang akurat, dan respons setirnya selain akurat juga ringan. Kecuali kalau kita butuh melihat ke arah samping belakang, nyaris tidak ada yang bisa dilihat karena bidang kaca setelah pilar B benar-benar minim.
Ferrari sudah mengadopsi electric power steering untuk mobil ini, namun rekayasanya tetap bisa memberikan feeling dan akurasi yang bisa diacungi jempol. Roda menjawab dengan cepat dan akurat setiap input setir, dan bobot putaran setirnya yang pas mendukung koneksi antara tangan dan roda depan.
Teriakan mesin V12 lebih asik dinikmati dengan mode transmisi manual, dengan memainkan paddle-shifter. Suara “klik” yang renyah setiap kali paddle-shifter ditekan, mengikuti alunan musikal setiap kali mesin menyentuh redline di 9.500 rpm, menjadi cara Ferrari mengutarakan betapa spesial V12 ini. Sensasi yang merangsang setiap indera tubuh!
Hanya melakukan akselerasi saja bisa menjadi hal yang adiktif selama menguji mobil ini. Semakin nikmat jika kita geser Manettino ke mode Race, yang akan berikan karakter torsi lebih galak dan perpindahan gigi semakin agresif. Raungan mesin saat mencapai redline pun semakin eargasmic terdengar dari dalam kokpit.
Jambakan torsi 12Cilindri mungkin tidak sebrutal atau seinstan performance EV berpenggerak AWD yang belum lama pernah saya coba. Namun tentu sensasi istimewa dari V12 naturally-aspirated menjadi hal yang sulit untuk digantikan. Kenikmatan yang bisa dirasakan dari setiap peningkatan kecepatannya.
Foto: Oto Group
Nafas Terakhir V12 Murni?
Pengalaman bersama Ferrari 12Cilindri ini terasa spesial, namun bisa jadi akan semakin spesial dalam beberapa tahun ke depan. Lantaran penamaan 12Cilindri seperti isyarat bahwa ini adalah model V12 terakhir Ferrari sebelum beranjak ke era baru.
Mungkin Ferrari tidak akan benar-benar meninggalkan mesin V12 murni setelah 12Cilindri. V12 kemungkinan besar akan tetap ada sebagai Crown Jewel asal Maranello, namun formatnya yang berubah. Antara dijejali turbocharger, atau juga disertai sistem hybrid untuk mendukung performa lebih tinggi.
V12 dengan turbo sudah menjadi Langkah Aston Martin selama hampir satu dekade belakangan. Sementara V12 dengan hybrid langkah pilihan Lamborghini untuk model flagship terbaru mereka, Revuelto. Kini tinggal kita menebak saja langkah apa yang akan dipilih Ferrari untuk masa depan V12.
Yang menarik untuk 12Cilindri sendiri, jika benar nantinya menjadi V12 murni terakhir, bisa menjadi Ferrari yang semakin tinggi nilainya. Berkaca pada fenomena 458 belakangan ini yang nilainya sebagai V8 naturally-aspirated terakhir, melampaui 488 yang jadi penerusnya. Jadi siap-siap para kolektor, 12Cilindri bisa jadi future classic.
(WAHYU HARIANTONO)
Baca Juga:
F1: Piastri Dominan dan Norris Gagal Mesin di GP Belanda 2025, Buka Peluang Kejar Gelar Juara
Bufori CS8 Hadir Jadi Sportscar V8 Asli Buatan Malaysia, Bukan Produk Rebadge
Setelah 18 Tahun, Unit Terakhir Nissan GT-R R35 Tandai Akhir Produksi
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Ferrari Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature