Kata Toyota Soal Perang Harga di GIIAS 2025: Fokus pada Ekosistem, Bukan Diskon
Produksi lokal dan kualitas layanan menyeluruh disebut lebih penting untuk mengembangkan industri.
TANGERANG, Carvaganza - Di tengah persaingan harga yang kian memanas di pasar otomotif nasional akibat dominasi merek Cina, PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih terlibat dalam kompetisi harga murah, Toyota memilih untuk fokus pada pengembangan ekosistem mobilitas yang solid, inovasi berkesinambungan, serta kontribusi nyata terhadap industri otomotif dalam negeri.
KEY TAKEAWAYS
Mengapa Toyota tidak ikut terjun dalam perang harga mobil?
Toyota memilih strategi jangka panjang dengan membangun ekosistem mobilitas yang lengkap dan memperkuat produksi dalam negeri, alih-alih bersaing dengan harga murah.Apa saja komponen dari ekosistem komprehensif yang ditawarkan Toyota?
Mulai dari jaringan dealer dan bengkel resmi yang luas, layanan purna jual, dukungan teknologi, hingga kemudahan dalam proses kepemilikan mobil.Dalam sesi Dialog Industri Otomotif Nasional yang digelar oleh Indonesia Center of Mobility Studies (ICMS) di GIIAS 2025, Resha Kusuma Atmaja, selaku Marketing Planning General Manager PT TAM, menegaskan bahwa isu perang harga memang sering mencuat, namun Toyota punya pandangan sendiri.
“Mobil bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, masih dianggap sebagai barang mewah dan investasi jangka panjang. Oleh karena itu, konsumen tidak hanya melihat harga, tetapi juga mempertimbangkan nilai jual kembali dan pengalaman kepemilikan secara menyeluruh. Konsumen masih memikirkan bagaimana investasi yang mereka keluarkan itu untuk jangka panjang. Itulah mengapa kami selalu fokus pada ekosistem yang komprehensif,” ujar Resha.
Foto: Oto Group
Yang dimaksud dengan ekosistem tersebut mencakup keseluruhan siklus kepemilikan kendaraan—dari pembelian, layanan purna jual, hingga dukungan jaringan layanan. Toyota saat ini memiliki 358 jaringan dealer resmi dan 317 bengkel yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia, termasuk wilayah pelosok. Infrastruktur ini memberikan rasa aman dan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan layanan berkualitas, tanpa harus bergantung pada faktor lokasi.
Baca Juga: Diskusi ICMS di GIIAS 2025: Perang Harga Mobil, Ancaman Industri atau Peluang?
Produksi Lokal Jadi Pilar Utama
Salah satu strategi fundamental Toyota adalah menguatkan produksi lokal. Menurut Resha, lebih dari 90 persen unit Toyota yang dijual di Indonesia merupakan hasil produksi domestik.
“Produksinya, risetnya oleh orang-orang Indonesia, dan yang pasti dibuat oleh orang Indonesia,” tegasnya.
Langkah ini tak hanya memperkuat posisi Toyota di pasar, tetapi juga membawa dampak ekonomi positif. Dengan melibatkan pemasok lokal dan UMKM, serta menyerap tenaga kerja dalam negeri, Toyota turut menggerakkan perekonomian nasional dan memperkokoh industri otomotif di Indonesia.
Booth Toyota di GIIAS 2025Foto: Oto Group
Strategi Fleksibel untuk Elektrifikasi
Toyota juga melihat bahwa proses elektrifikasi kendaraan tidak berjalan merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada perbedaan signifikan antara daerah seperti Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan, dalam hal kesiapan infrastruktur dan minat masyarakat.
Menghadapi tantangan ini, Toyota menerapkan pendekatan multiple pathway, yaitu strategi beragam solusi elektrifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
“Perkembangan elektrifikasi di setiap wilayah berbeda-beda,” kata Resha. “Strategi Toyota terkait multiple pathway selalu kami gerakkan. Kami ingin tetap fokus pada pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di seluruh Indonesia.”
Melalui pendekatan ini, Toyota dapat menawarkan teknologi yang paling tepat bagi setiap segmen pasar. Di wilayah dengan infrastruktur terbatas, kendaraan konvensional atau hybrid menjadi solusi ideal. Sementara itu, mobil listrik murni lebih relevan untuk konsumen di kota besar yang sudah siap secara infrastruktur.
Tumbuh Bersama Industri, Bukan Sekadar Kompetisi Harga
Meskipun diskon besar dan perang harga bisa menarik perhatian dalam jangka pendek, Toyota menilai bahwa pertumbuhan jangka panjang hanya bisa dicapai lewat pembangunan industri yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta ekosistem layanan yang matang. Dengan mendukung produksi lokal, memberdayakan pemasok dalam negeri, serta merespons kebutuhan pasar secara fleksibel, Toyota tidak hanya menjaga posisinya sebagai pemimpin pasar, tetapi juga memperkuat peranannya dalam pertumbuhan industri otomotif nasional.
Strategi ini memperlihatkan bahwa di tengah kompetisi, yang akan bertahan dan unggul bukanlah pemain yang menjual paling murah, tetapi mereka yang membangun fondasi kuat dan berorientasi jangka panjang.
(ZENUAR YOGA / WH)
Baca Juga:
GIIAS 2025: 5 Mobil Sport Pencuri Perhatian, Ada yang Kencang dan Seksi
Lewat Tema “Driven by Passion”, MG Siap Tancap Gas di GIIAS 2025
GIIAS 2025: Kia Pamer Model Elektrifikasi Andalan, EV9 dan EV6
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Toyota Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature
