GIIAS 2025: ICMS Jembatani UMKM dan Industri Otomotif Untuk Solusi Ekonomi Lesu

Diskusi menjembatani keresahan para pelaku UMKM dengan industri otomotif dalam mencari solusi.

Diskusi ICMS

TANGERANG, Carvaganza - Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) menggelar dialog bertema “UMKM Di Tengah Badai: Menjaga Ekonomi Rakyat Saat Perlambatan Global” pada Senin (28/7/2025). Kegiatan ini diselenggarakan di ICE BSD City, bertepatan dengan ajang Gaikindo  Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Di mana diskusi menghadirkan pelaku industri otomotif dan UMKM sebagai pembicara utama.

KEY TAKEAWAYS

  • Apa fokus utama dialog “UMKM Di Tengah Badai”?

    Dialog ini berfokus pada pentingnya peran UMKM sebagai penyangga ekonomi nasional, terutama di tengah perlambatan ekonomi global. Diskusi juga menggarisbawahi dukungan dari industri otomotif, termasuk solusi kendaraan niaga efisien dan penggunaan kendaraan listrik, untuk meningkatkan daya saing UMKM.
  • Bagaimana peran industri otomotif dalam mendukung UMKM menurut acara tersebut?

    Industri otomotif, seperti yang diwakili oleh DFSK, berkomitmen menyediakan kendaraan niaga yang handal, efisien, dan ramah lingkungan. Solusi kendaraan listrik diharapkan dapat memangkas ongkos operasional UMKM, sehingga membantu pertumbuhan dan keberlanjutan usaha. Selain itu, karoseri juga mendukung penyesuaian kendaraan sesuai kebutuhan spesifik pelaku usaha.
  • Adapun narasumber yang hadir, yaitu Cing Hok Rifin selaku Director of Sales PT Sokonindo Automobile (DFSK), Hermawati Setyorinny sebagai Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMANDIRI), serta Albertus Whitney dari Karoseri Explora Delima Mandiri.

    Tema dialog mengambil latar belakang situasi perlambatan ekonomi global, di mana ICMS menyoroti pentingnya peran UMKM sebagai penyangga ekonomi nasional. Sebagai informasi, UMKM menyerap hingga 97 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Tentunya hal ini perlu terus didorong dan dikebambangkan, apalagi di tengah kondisi yang cukup berat.

    Diskusi ICMS Foto: CV/Weente

     

    “UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun untuk berkembang secara berkesinambungan, mereka memerlukan dukungan nyata dari berbagai sektor, termasuk industri otomotif,” ucap Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil.

    Baca Juga: GIIAS 2025: Seres 3 Ramaikan Pasar SUV Listrik, Meluncur Rp349 Juta

    “Kolaborasi dalam menyediakan kendaraan niaga yang handal, efisien, ramah lingkungan, dan terjangkau adalah langkah konkret untuk membangun usaha berbasis UMKM yang solid dan mampu bertahan menghadapi tantangan global,” tambah Chalil.

    Dari sisi otomotif, DFSK menyatakan komitmennya untuk mendukung UMKM melalui kendaraan niaga efisien dan berkelanjutan. Kendaraan listrik menjadi solusi yang bisa diaplikasikan. Pasalnya ia mampu memangkas ongkos operasional UMKM, sehingga pertumbuhan bisnisnya bisa lebih pesat. Tak hanya itu, kendaraan tangguh dan hemat energi turut mendukung agenda nasional penurunan emisi karbon melalui elektrifikasi.

    “Kami melihat peran UMKM sangat strategis dalam menjaga roda perekonomian. Oleh karena itu, DFSK menghadirkan solusi pilihan kendaraan niaga yang tidak hanya efisien secara biaya operasional, tetapi juga sejalan dengan visi keberlanjutan lingkungan,” jelas Cing Hok Rifin.

    Diskusi ICMS Foto: Weente

     

    Pandangan tersebut disambut pihak UMKM, melalui Hermawati Setyorinny dari AKUMANDIRI. Ia melihat perlunya dorongan nyata agar lebih produktif dan kompetitif. Sekaligus menyetujui penggunaan pemanfaatan kendaraan listrik dalam meningkatkan efisiensi biaya operasional. Walau begitu, ia melanjutkan dukungan seharusnya tak berhenti sampai di situ, perlu ada kebijakan pendukung dari pemerintah yang signifikan.

    “Kami melihat bahwa sinergi dengan sektor otomotif, terutama melalui pemanfaatan kendaraan listrik yang hemat dan ramah lingkungan, menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing UMKM ke depan. Selain itu, pelatihan manajemen usaha, akses pembiayaan yang mudah, dan infrastruktur pendukung juga harus terus diperkuat. Selain itu, pelatihan manajemen usaha, akses pembiayaan yang mudah, dan infrastruktur pendukung juga harus terus diperkuat,” jelas Hermawati.

    Dukungan pun datang dari sisi karoseri yang turut berperan terhadap keberlangsungan UMKM. Albertus Whitney dari Karoseri Explora Delima Mandiri menekankan bahwa penyesuaian kendaraan niaga berbasis kebutuhan spesifik UMKM akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha. Pihaknya pun terus berinovasi, meski memang perlu adanya dukungan dari pihak produsen.

    “Kendaraan niaga dapat kami bangun sesuai kebutuhan dan kapasitas yang dimiliki oleh masing-masing pelaku usaha. Selalu ada ruang inovasi untuk merealisasikan kebutuhan mereka,” terang Albertus.
    (MUHAMMAD HAFID / WH)

    Baca Juga:

    GIIAS 2025: Mazda Serahkan CX-60 Sport Pertama ke Ade Rai

    GIIAS 2025: Perayaan 50 Tahun, Isuzu Rilis Mu-X dan Traga Edisi Khusus

    GIIAS 2025: MINI JCW 66 Collection Meluncur Hanya 16 Unit, Countryman Sekarang CKD

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Pilihan

    • Upcoming

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature