Cina Segera Larang Desain Gagang Pintu Mobil Tersembunyi, Diangggap Berisiko Fatal
Eropa akan mulai melarang pemakaian desain ini mulai 2026.
BEIJING, Carvaganza - Otoritas regulasi di Cina dikabarkan tengah menyiapkan aturan baru terkait desain kendaraan. Mereka bakal melarang penggunaan gagang pintu mobil model tersembunyi atau retractable penuh. Jika kebijakan ini diterapkan, tentunya akan membuat perubahan masif terhadap desain kendaraan, terutama mobil pengguna energi baru yang banyak mengimplementasikan fitur tersebut.
KEY TAKEAWAYS
Mengapa Cina berencana melarang gagang pintu mobil model retractable?
Aturan ini muncul karena banyak kritik bahwa gagang pintu tersembunyi menimbulkan risiko keselamatan, sering gagal berfungsi dalam kondisi darurat, dan meningkatkan angka kecelakaan serta keluhan konsumen.Apa masalah utama dari gagang pintu elektrik?
Gagang pintu elektrik tiga kali lebih mahal dibanding mekanis, memiliki tingkat kegagalan delapan kali lebih tinggi, berkontribusi pada 12% kasus perbaikan kendaraan, dan kurang andal saat uji tabrak.Rencana ini muncul setelah maraknya kritik publik terhadap desain tersebut, yang dinilai menimbulkan risiko keselamatan serius, serta kegagalan fungsi dalam kondisi darurat. Diskusi terkait regulasi itu tengah bergulir cukup intens. Di mana disebutkan pelarangan berlaku untuk model model retractable penuh, sementara gagang pintu semi-retractable maupun tradisional masih boleh dipakai.
Draft standar baru terkait desain gagang pintu bakal diselesaikan bulan ini. Usulan terkini menyebutkan adanya masa transisi satu tahun setelah aturan disahkan, dengan penerapan penuh dijadwalkan pada Juli 2027. Kehadiran aturan ini merupakan bentuk kekhawatiran otoritas terhadap kasus gagang pintu elektrik gagal berfungsi, sehingga menghambat proses evakuasi.
Foto: Arena EV
Langkah signifikan dari pemerintah ini sejatinya tidak datang tiba-tiba. Pada Mei 2025, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) telah memulai revisi standar nasional Persyaratan Teknis Keselamatan untuk Gagang Pintu Mobil. Upaya itu diarahkan untuk mengatasi kelemahan desain gagang pintu modern, khususnya yang sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik.
Baca Juga: F1: Verstappen ‘Ganggu’ Rivalitas Duo McLaren, Kuasai GP Italia 2025
Kontroversi gagang pintu tersembunyi sebenarnya beriringan dengan tren lain. Misalnya, hilangnya tombol fisik yang digantikan layar sentuh penuh, penggunaan kaca atap panorama, hingga penerapan spion elektronik. Semua itu mendapat kritik karena dianggap mengorbankan aspek keamanan.
Perhatian tersebut juga datang dari pihak di luar Cina. Euro NCAP telah menegaskan bahwa mulai 2026, kendaraan yang mengintegrasikan fungsi vital seperti lampu sein, klakson, wiper dan panggilan darurat ke dalam layar sentuh tanpa tombol fisik tidak akan mendapat rating keselamatan bintang lima.
Di kalangan pabrikan mobil energi baru, gagang pintu tersembunyi biasanya hadir dalam dua jenis, yakni mekanis dengan sistem tuas dan versi elektrik yang bisa muncul dengan motor. Meski dianggap futuristis dan memberi sentuhan aerodinamis, manfaatnya masih jadi perdebatan. Secara teknis penurunan koefisien drag 0,01 Cd hanya memberi penghematan sekitar 0,6 kWh per 100 km.
Foto: Carnews China
Laporan teknis SAE bahkan menyebut perbaikan aerodinamika akibat gagang pintu tersembunyi hanya 0,005 hingga 0,01 Cd. Angka itu jauh dari klaim produsen yang kerap menyebut 0,03 Cd. Ini masih diperburuk dengan bobot tambahan sekitar 7 sampai 8 kilogram dari motor dan struktur mekanis justru bisa mengeliminasi efisiensi yang digadang.
Di lain sisi, gagang pintu elektrik tiga kali lebih mahal dibanding versi mekanis, dengan tingkat kegagalan delapan kali lebih tinggi. Data internal sebuah merek energi baru menunjukkan, kerusakan gagang pintu menyumbang 12 persen dari seluruh kasus perbaikan kendaraan. Kebanyakan memerlukan penggantian unit sepenuhnya.
Hasil uji tabrak China Insurance Automotive Safety Index (C-IASI) semakin memperkuat kekhawatiran. Kendaraan dengan gagang pintu elektrik hanya mencapai tingkat keberhasilan 67 persen dalam tes pintu terbuka saat tabrakan samping. Angka ini kontras dengan keberhasilan 98 persen pada mekanisme mekanis konvensional.
Data dari National Accident In-depth Investigation System (NAIS) bahkan lebih mencemaskan. Laporan mereka mencatat kenaikan 47 persen kecelakaan akibat kegagalan gagang pintu pada 2024, dan 82 persen di antaranya melibatkan model gagang tersembunyi.
Foto: Mercedes-Benz
Masalah lain adalah meningkatnya keluhan dari konsumen mengenai jari anak yang terjepit gagang pintu otomatis. Ia mengalami kenaikan 132 persen dalam setahun, termasuk kasus ekstrem hingga patah tulang.
Sejumlah produsen mulai mengambil sikap hati-hati. Volkswagen tetap menggunakan gagang pintu semi-retractable. AW–Audi juga menerapkan sistem semi-retractable pada A5L dan Q6L e-tron. Perangkat tersebut turut dilengkapi micro-switch dan tali merah yang muncul ketika terjadi tabrakan. Ini memungkinkan untuk akses pintu secara manual.
Kritik terhadap gagang pintu tersembunyi juga datang dari Chairman Great Wall Motor, Wei Jianjun. Ia mengungkapkan kontribusi gagang pintu tersembunyi hampir tidak ada. Malah komponen ini berat, punya segel buruk, menimbulkan kebisingan dan bergantung penuh pada tenaga listrik.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga:
Honda Prelude Hybrid Resmi Meluncur Rp600 Jutaan di Jepang, Tahun Depan ke Indonesia
The Godfather of Nissan GT-R: Hiroshi Tamura, Sosok Visioner di Balik Kelahiran R35
BMW iX3 Generasi Kedua Resmi Debut, Adopsi Bahasa Desain Baru Bernuansa Klasik
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature