Bukan Vacuum Cleaner, Dreame Debut Hypercar EV Lawan Bugatti di CES 2026

Nebula masih berstatus mobil konsep dan belum diarahkan sebagai produk final untuk dijual ke konsumen.

Dreame Kosmera Nebula

LAS VEGAS, Carvaganza - Setelah berbulan-bulan hanya hadir lewat teaser dan spekulasi, Dreame akhirnya memperlihatkan wujud asli mobil pertamanya. Ia memanfaatkan panggung CES (Consumer Electronics Show) 2026 di Las Vegas. Hal ini sekaligus menjadi bentuk pembuktian Dreame yang berkomitmen untuk menggarap segmen otomotif bertenaga ramah lingkungan.

KEY TAKEAWAYS

  • Kapan Dreame Nebula diperkenalkan ke publik?

    Nebula melakukan debut global di Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang digelar di Las Vegas.
  • Apa perbedaan Nebula dengan nama Kosmera yang sempat muncul?

    Kosmera diduga akan menjadi nama merek otomotif di bawah Dreame, sementara Nebula digunakan sebagai nama model mobil konsepnya.
  • Dreame memang dikenal sebagai pemain besar di sektor perangkat rumah tangga pintar. Meski begitu pabrikan mampu mengembangkan produk otomotif. Bahkan mereka menggendong ambisi untuk menyuguhkan kendaraan dengan performa tinggi di segmen elektrifikasi.

    Mobil konsep yang dipamerkan tersebut diberi nama Nebula. Nama ini terungkap dari foto-foto perdana yang beredar dari area pameran CES 2026. Sebelumnya, Dreame sempat menggoda publik dengan menyebut proyek supercar mereka menggunakan nama Kosmera, yang sempat diasumsikan sebagai nama model.

    Dreame Kosmera Nebula Foto: Carnews China

     

    Namun kini semakin jelas bahwa Kosmera kemungkinan besar akan menjadi nama merek otomotif di bawah Dreame. Sementara Nebula digunakan sebagai nama untuk mobil konsep ini. Hal tersebut menunjukkan pabrikan tengah menata struktur mereknya sebelum benar-benar masuk ke tahap produksi kendaraan.

    Baca Juga: Lihat Mazda6e Langsung di Singapore Motorshow 2026, Evolusi Sedan Mewah Menjadi EV

    Secara visual, Nebula tampil sebagai mobil sport empat pintu dengan proporsi rendah dan lebar. Meski sempat digadang sebagai pesaing langsung hypercar asal Perancis, Bugatti, tapi desainnya tampak berbeda. Penggunaan serat karbon pada bodi memastikan dukungan performa. Warna hijau pun menjadi pilihan utama, cocok untuk diaplikasikan hypercar mencolok.

    Garis desainnya tajam terutama pada bagian depan. Bonnet menurun dilengkapi lampu LED berbentuk L sebagai ciri khas. Bumper lengkap dengan splitter besar tidak hanya menguatkan aerodinamika, tapi kemampuan pendinginan.

     

    Pada sisi dipasangkan velg dengan model kelopak bunga enam palang berukuran besar, lengkap dengan rem cakram yang kalipernya masif berwarna kuning. Siluet sisi tampak bersih tanpa keberadaan gagang pintu konvensional.

    Desain tersebut memberi kesan futuristis, meski tidak sepenuhnya selaras dengan regulasi terbaru di Cina. Namun Dreame tampaknya menargetkan pasar global sebagai prioritas utama sejak tahap konsep. Hal itu diperkuat dengan rencana Dreame membangun fasilitas produksi baru di Berlin, Jerman, bekerja sama dengan perusahaan perbankan BNP Paribas.

    Bagian belakang terkesan sangat agresif dengan lampu kombinasi memanjang selebar bodi. Di atasnya disematkan spoiler besar untuk mendapatkan downforce sekaligus aerodinamika optimal. Di bawahnya terdapat diffuser dua lapis yang tak kalah masif, bahkan terkesan sangat agresif. Kelirnya dibuat gelap kontras dengan bodi keseluruhan, membuatnya menjadi penarik perhatian.

    Urusan performa Nebula mengandalkan konfigurasi empat motor listrik dengan total output mencapai 1.399 kW atau setara 1.876 hp. Tenaga tersebut disalurkan ke keempat roda yang menjanjikan tak hanya traksi dan kestabilan mumpuni.

    Dreame Hypercar EV Foto: Carnews China

     

    Dreame mengklaim akselerasi 0–100 km/jam dapat dicapai hanya dalam 1,8 detik. Klaim tersebut turut ditopang oleh penggunaan active aerodynamic kit, yang memungkinkan pengaturan aliran udara secara dinamis.

    Sebagai pembanding, Xiaomi SU7 Ultra mencatat akselerasi 0–100 km/jam sekitar 1,97 detik. Sementara itu, Hyptec SSR besutan GAC juga bermain di wilayah ekstrem dengan catatan sekitar 1,9 detik. Ini artinya Nebula berada jauh di atas keduanya dengan selisih 0,1 hingga 0,13 detik.

    Meski tampil utuh di panggung pameran, sayangnya interior Nebula masih belum diungkap. Tak hanya itu detail teknologi tertanam di dalam juga masih dirahasiakan. Ini menandakan mobil masih berstatus konsep dan belum diarahkan sebagai produk final. Dreame sebelumnya menyatakan bahwa kendaraan produksi pertamanya direncanakan masuk pasar pada 2027.
    (MUHAMMAD HAFID / WH)

    Baca Juga: Chery Pilih Vietnam Untuk Bangun Pabrik Terbesar di ASEAN, Bukan Indonesia

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Pilihan

    • Upcoming

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature