Xiaomi Siapkan Mobil Listrik Bisa Tempuh 800 Km Sekali Charge
BEIJING, Carvaganza - Dalam upayanya untuk masuk ke pasar otomotif, Xiaomi sebagai pabrikan elektronik kabarnya akan melansir MS11. Mobil listrik tersebut dikatakan akan memiliki teknologi baterai yang berbeda, memungkinkan kemampuan jelajah lebih baik dengan kapasitas sebanding kompetitor.
Dilansir oleh Carnews China, Xiaomi akan bekali MS11 dengan baterai berjenis ternary (NMC), dengan daya 101 kWh. Baterai ini kabarnya akan sanggup menempuh perjalanan sampai 800 km dalam sekali isi penuh. Pengisian ulang dengan daya sampai 800V juga disebut sanggup dilayani baterai MS11.
Sebetulnya spek baterai Xiaomi MS11 di Cina beberapa hari lalu mulai terkuak. Sempat diterbitkan oleh MetaAuto Weibo. Kemudian, foto itu dihapus. Namun, gambar ini langsung menjadi viral. Seperti yang bisa kita lihat, baterai memiliki stiker dengan logo Xiaomi di atasnya.
Di situ tertera informasi baterai li-ion dengan kapasitas 101 kWh. Tegangan mencapai 726,7 V. Sedangkan untuk kapasitasnya adalah 139,0 Ah. Dan terakhir, bobot baterai mencapai 642 kg. Jadi, densitas energi mencapai 157 Wh/kg. Kapabilitas ini jelas di atas rata-rata di antara banyak baterai EV. Kemudian menurut sejumlah sumber, baterai ini berjenis ternary (NMC).
Baca Juga: Neta Debut di GIIAS 2023 Bawa Banyak Model EV, Ini Daftarnya
Kalau membandingkan baterai ini dengan jenis CATL. Sebagai contoh, bila dikomparasi milik Changan Huawei Avatr 11. Kapasitasnya sedikit lebih kecil yakni 90 kWh. Tegangan hanya mencapai 614 V. Tetapi kapasitas arus listrik mencapai 147,0 Ah. Sedangkan untuk bobot baterai mencapai 520 kg.
Jadi, baterai Avatr 11 dari CATL lebih ringan dari yang digunakan Xiaomi MS11. Apalagi kepadatan energi mencapai 180 Wh/kg. Sebelumnya dikabarkan kalau MS11 akan dilengkapi dengan baterai CATL. Namun, dapat dilihat itu terlalu berat. Terlebih lagi, kepadatan energi kurang dari standar CATL.
Render Xiaomi MS11 EV
Maka tak ayal kalau Xiaomi MS11 versi long range sanggup menjelajah 800 km. Sepertinya kisaran ini hanya berlaku di model RWD. Sedangkan versi all wheel drive, dengan baterai sama, jangkauan diprediksi hanya mencapai 600-650 km (CLTC). Sejumlah informasi juga mengatakan, sedan listrik ini bakal memasuki pasar Cina pada tahun depan. Sebelumnya, MS11 dikabarkan akan memiliki tiga versi. Dua yang pertama memiliki Blade Battery (LFP) dari BYD. Dan model ketiga menggunakan baterai ternary (NMC).
Nah, mengenai kelengkapan unit. Xiaomi MS11 juga dibekali sensor LiDAR dan chip Qualcomm 8295. Perusahaan pembuat ponsel ini sangat berambisi ingin memproduksi mobil itu sendiri. Namun, Grup BAIC bakal memasok beberapa bagian part. Lalu berbicara tentang kisaran harga sang EV. Disinyalir ada di rentang 260.000 – 350.000 yuan atau Rp542,66 juta sampai Rp730,50 jutaan.
(ANJAR LEKSANA / WH)
Baca Juga: Mazda CX-60 Meluncur di Indonesia, Tembus Ambang Premium
Sumber: Carnews China
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature
