Penjualan Kendaraan Listrik Tanah Air masih Lamban, Infrastruktur Masih Terbatas

mobil listrik

JAKARTA, Carvaganza – Percepatan industri kendaraan listrik di Tanah Air terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Bahkan Kementerian Perindustrian menargetkan 600.000 kendaraan listrik roda empat dan 2,45 juta unit kendaraan listrik roda dua dapat diproduksi di Tanah Air. Diharapkan dengan bertumbuhnya kendaraan listrik di Indonesia dapat mewujudkan zero emission pada 2060 mendatang menyusul sejumlah negara di dunia.

“Dengan peralihan ke kendaraan listrik, Indonesia berharap dapat mengurangi ketergantungan pada impor minyak, serta akan berkontribusi pada ketahanan energi dan membantu membatasi pengeluaran devisa. Hal ini adalah salah satu prioritas utama pemerintah, mengingat ketergantungannya pada impor minyak dan fluktuasi nilai tukar USD,” kata Andreas Schlosser, Partner dan Global Head of Arthur D. Little’s Automotive Practice.

Dalam mewujudkan ekosistem kendaraan listrik, pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah upaya di antaranya memberikan insentif pajak baik untuk produsen hingga pada konsumen lewat PPnBM. Di samping itu, tersedia pula sejumlah fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan biaya rendah yang ditempatkan di beberapa titik di Indonesia.

SPKLU Fast Charging

Namun hal tersebut dinilai masih belum meningkatkan secara masih kemajuan industri otomotif khususnya di sektor elektrifikasi. Arthur D. Little’s menilai terdapat beberapa poin yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mempercepat perwujudan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Di antaranya ialah, ketergantungan yang kuat pada produksi Original Equipment Manufacturer (OEM) otomotif yang terbatas, terbatasnya pengembangan infrastruktur pengisian daya, pemrosesan nikel yang kurang berkembang, baterai lithium ferro phosphate sebagai ancaman bagi keberadaan Nickel Manganese Cobalt dan keseimbangan antara keterkaitan regional dan prioritas nasional.

Baca Juga: Porsche Siapkan Charging Station Mewah Berkonsep Lounge Canggih

Arthur D. Little’s menilai percepatan industri kendaraan listrik di Tanah Air bisa dilakukan dengan memberikan insentif pajak pada produk dan juga pada pengembangan fasilitas infrastruktur pendukungnya. Salah satunya ialah PLN sebagai perusahaan penyedia daya listrik milik negara bisa melakukan kerja sama dengan perusahaan penyedia kendaraan listrik seperti Grab, GoJek, Bluebird dll.

Nissan Leaf Electria

Di beberapa negara lain seperti di Thailand dan Vietnam, pengembangan fasilitas pengisian daya untuk kendaraan listrik diberikan pada sejumlah perusahaan swasta dan startup. Hal tersebut juga dinilai dapat mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air pada beberapa tahun ke depan.

“PLN sebagai perusahaan penyedia daya listrik di Tanah Air seharusnya juga bisa bekerja sama dengan beberapa perusahaan lain yang merupakan penyedia kendaraan listrik. Beberapa negara di Eropa bahkan menyediakan fasilitas SPKLU yang dijalankan dan dikembangkan oleh perusahaan yang berbeda. Jika ada kompetisi di dalam pasar lokal tentu saja akan mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai,” tambah Andreas Schlosser.
(ALVANDO NOYA / WH)

Baca Juga: Mitsubishi Sudah Buka Pemesanan SUV Barunya, Ada Benefit Aftersales

Featured Articles

Read All

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature