Continental GT Supersports 2026 Lahir, Jadi Bentley Paling Ringan dalam 85 Tahun
Lepas sistem hybrid dan AWD demi maksimalkan sensasi berkendara sporty yang maksimal.
CREWE, Carvaganza - Bentley resmi mengungkap Continental GT Supersports generasi terbaru, sebuah model yang menandai kembalinya fokus pada sensasi berkendara murni di lini grand tourer mereka. Uniknya, varian ini meninggalkan konfigurasi hybrid dan menggantinya dengan mesin V8 twin-turbo, serta untuk pertama kalinya dalam model Continental non-balap, menggunakan sistem penggerak roda belakang.
KEY TAKEAWAYS
Mengapa model ini tidak menggunakan hybrid?
Bentley ingin menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih murni, visceral, dan komunikatif, sesuai konsep “maximum driver engagement.”Seberapa cepat akselerasinya?
0–100 km/jam ditempuh dalam 3,7 detik, dengan kecepatan maksimal 310 km/jam.Proyek yang secara internal dinamai “Project Mildred” ini dimulai dari tim engineer kecil yang memiliki visi membangun Continental GT dengan bobot di bawah 2.000 kg, berpenggerak roda belakang, dan dirancang murni untuk memberikan engagement maksimal bagi pengemudi.
Eksperimen awal yang diuji di trek ternyata menghasilkan karakter yang terlalu menarik untuk diabaikan. Hal inilah yang akhirnya meyakinkan manajemen Bentley bahwa pendekatan puristis ini layak masuk jalur produksi. Peluncurannya juga bertepatan dengan 100 tahun model Super Sports pertama yang muncul pada 1925.
Foto: Bentley
Mesin dan Performa
Di balik kap mesin terdapat unit V8 4.0 liter twin-turbo tanpa sistem elektrik, yang mampu menghasilkan 666 PS (657 hp) serta torsi 800 Nm. Tenaga tersebut memang lebih rendah dari konfigurasi “Ultra Performance Hybrid” milik Continental GT Speed, bahkan dibanding Continental GT varian dasar. Namun Supersports terbaru ini tidak mengejar angka, melainkan fokus pada rasa berkendara yang lebih instingtif dan komunikatif.
Baca Juga: Bercengkrama Dengan New Bentley Continental GT di Malaysia: Elektrifikasi Berbalut Kemewahan
Akselerasinya 0–100 km/jam ditempuh dalam 3,7 detik, dengan kecepatan puncak 310 km/jam. Angka tersebut sedikit di bawah GT Speed dan juga lebih lambat dari generasi Supersports bermesin W12 (2009 dan 2017). Meski demikian, Bentley menegaskan bahwa target utama kali ini adalah “maximum driver engagement.”
Seluruh tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi dual-clutch 8 percepatan dari ZF yang telah di-upgrade. Sistem pendukung seperti electronic limited-slip differential, torque vectoring, dan rear-wheel steering hadir untuk mengoptimalkan handling. Komponen sasis, suspensi, dan sistem elektronik semuanya mendapat kalibrasi khusus.
Foto: Bentley
Bobot Ringan, Handling, dan Suara Mesin
Supersports tampil semakin agresif berkat pembaruan aerodinamika, velg forged 22 inci hasil kolaborasi dengan Manthey Racing, serta rem carbon-ceramic terbesar di dunia berdiameter 440 mm pada bagian depan. Knalpot titanium dari Akrapovic memberikan karakter suara yang lebih lantang dan emosional.
Bagi pengemudi yang ingin handling lebih tajam, ban standar Pirelli P-Zero dapat diganti dengan pilihan Trofeo RS.
Pengurangan bobot dilakukan dengan meniadakan sistem hybrid dan AWD, menghapus bangku belakang, mengurangi material peredam kabin, memasang atap serat karbon, serta memangkas sejumlah fitur bantuan pengemudi. Hasilnya, bobot total berada di bawah dua ton, sekaligus menjadi Continental GT paling ringan sepanjang sejarah dan sekaligus Bentley paling ringan sejak 1940.
Foto: Bentley
Desain Luar dan Dalam Berfokus Performa
Secara visual, Supersports tampil unik melalui bumper depan baru dengan saluran pendingin tambahan dan dive planes, side skirt senada, bumper belakang dengan ventilasi, hingga ducktail spoiler. Grille bermotif laser-cut dan diffuser besar yang mengintegrasikan pipa knalpot titanium meningkatkan karakter sporty secara signifikan.
Bentley mengklaim paket aero tersebut menghasilkan tambahan downforce hingga 300 kg dibanding Continental GT Speed, meningkatkan keseimbangan pada kecepatan tinggi. Tampilannya praktis menjadi jauh lebih agresif dari Continental GT varian lainnya.
Interiornya mengadopsi dua jok sport ringan yang diposisikan lebih rendah, lengkap dengan pengaturan elektrik 11 arah dan fungsi pemanas. Di belakang kursi terdapat kompartemen berbahan serat karbon berlapis kulit. Aksen serat karbon (atau aluminium opsional), bordir Supersports, dan plakat nomor produksi memperkuat karakter eksklusif. Pembeli tetap dapat meminta personalisasi melalui Mulliner.
Foto: Bentley
Menurut Chairman and CEO Bentley, Dr. Frank-Steffen Walliser, model baru ini adalah “lebih dari sekadar Bentley yang terfokus pada pengemudi” sekaligus menandai langkah merek tersebut kembali menghadirkan “mobil-mobil lebih ekstrem” yang menggabungkan seni dan emosi berkendara.
Produksi Continental GT Supersports akan dimulai kuartal keempat 2026, sementara pemesanan dibuka Maret 2026. Pengiriman dijadwalkan berlangsung awal 2027. Hanya 500 unit yang akan dibuat untuk pasar global seperti Inggris, Eropa, Turki, Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, Malaysia, Oman, Bahrain, UEA, Qatar, dan Kuwait. Harga akan diumumkan kemudian.
(WAHYU HARIANTONO)
Baca Juga:
Hyundai Indonesia Recall Ioniq 6 Produksi 2022–2025, Ada Potensi Charging Door Macet
Melihat dari Dekat Perjalanan Mazda Dari Go Sampai Teknologi Carbon Capture
Sejarah Nama dan Evolusi Ferrari Testarossa: dari Mobil Balap Sampai Ikon TV
Pelajari lebih lanjut tentang Bentley Continental
Mobil Bentley Lainnya
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Bentley Pilihan
- Popular
Pilihan mobil untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza