Sejarah Nama dan Evolusi Ferrari Testarossa: dari Mobil Balap Sampai Ikon TV

Ferrari 849 Testarossa adalah model terbaru yang menghidupkan kembali nama Testarossa dalam format modern.

Ferrari 849 Testarossa

JAKARTA, Carvaganza - Ferrari mendebut model teranyar 849 Testarossa di kawasan Asia Tenggara dengan memilih Thailand sebagai negara peluncuran. Kehadiran model ini menandai kebangkitan nama Testarossa dalam format modern. Di mana sejatinya ia memiliki sejarah yang cukup panjang dan ikonik.

KEY TAKEAWAYS

  • Mengapa nama Testarossa dianggap ikonik?

    Nama Testarossa punya sejarah panjang sejak 1957, ketika Ferrari memperkenalkan 250 Testa Rossa yang menjuarai Le Mans dan berbagai balapan endurance. Model ini kemudian menjadi simbol performa tinggi Ferrari di era 1980–1990-an.
  • Apa arti dari nama “Testa Rossa” atau “Testarossa”?

    “Testa Rossa” berarti “kepala merah,” merujuk pada penutup katup berwarna merah pada mesin balap Ferrari generasi awal.
  • Ferrari 250 Testa Rossa Foto: Forbes

     

    Ferrari 250 Testa Rossa

    Dimulai dari 1957, Ferrari mengenalkan 250 Testa Rossa yang merupakan mobil balap. Adapun Testa Rossa sendiri berarti "kepala merah" yang merujuk pada penutup katup bercat merah pada mesin. Mobil ini dirancang untuk menawarkan mesin lebih bertenaga bagi pelanggan yang sebelumnya menggunakan 500 TRC, tapi tetap mempertahankan sasis yang sama untuk menjaga kelincahan.

    Menariknya, saat dikembangkan Ferrari menemui rintangan berupa aturan yang ditentukan komisi balap. Di mana mesin yang digunakan untuk musim 1958 tidak boleh lebih dari 3.0 liter kubikasi silindernya. Ferrari akhirnya menguji mesin pada prototipe 250 Testa Rossa 1957 dengan enjin V6 dan versi kecil V12 quad-cam.

    Keduanya tidak dipilih akhirnya, pabrikan malah menggunakan V12 SOHC yang digunakan 250 GT dengan penyesuaian khusus. Alhasil tenaga yang dihasilkan mencapai 300 hp dan torsi 380,98 Nm. Ia pun berhasil menjuarai Le Mans dan berbagai balapan endurance sehingga membuatnya namanya menjadi ikonik.

    Baca Juga: EKSKLUSIF: Menyaksikan Debut Ferrari 849 Testarossa di Asia Tenggara

     

    Ferrari Testarossa Miami Vice Foto: Ecurie

     

    Ferrari Testarossa

    Lewat tiga dekade, Ferrari Testarossa dihadirkan sebagai versi modern. Ia dikenalkan lewat ajang Paris Auto Show 1984 yang ditujukan sebagai pengganti Ferrari 512 BBi. Ferrari menghidupkan kembali nama ini untuk menegaskan warisan balapnya, sekaligus mengenalkan model baru lebih revolusioner.

    Testarossa dirancang sebagai mobil performa tinggi untuk bersaing dengan Lamborghini Countach dan Porsche 911 Turbo. Ciri khas mobil ini terletak pada kisi-kisi pada sisi bodi yang mencolok. Ia tak hanya estetis secara visual, tapi juga menghadirkan fungsionalitas mumpuni untuk membantu mendinginkan mesin.

    Mobil pun dibuat dengan gaya tegas dan melebar. Ia menciptakan ruang kabin lebih lapang. Menariknya ia sempat menjadi salah satu ikon pop culture dan simbol gaya hidup kelas atas era 1980-an. Lantaran Ferrari Testarossa tampil di serial televisi Miami Vice yang ikonik.

    Urusan spesifikasi, di balik bodinya tertanam mesin 4.9 liter flat-12 pada Testarossa menghasilkan 390 hp dan torsi 489 Nm. Disandingkan dengan transmisi manual lima percepatan, mobil ini mampu berakselerasi 0–100 km/jam dalam 5,2 detik dan mencapai kecepatan maksimum sekitar 290 km/jam.

    Kritikus pun memuji keberanian desain dan performa Testarossa. Seiring popularitas Testarossa yang terus meningkat, Ferrari menyadari perlunya pembaruan agar tetap kompetitif menghadapi supercar generasi baru di awal 1990-an.

    Ferrari 512 TR Foto: Petersen Automotive Museum

     

    Ferrari 512 TR (1991–1994)

    512 TR merupakan evolusi besar dari Testarossa, menghadirkan mesin flat-12 yang ditingkatkan. Tenaga yang dihasilkan mencapai 428 hp dengan torsi 490 Nm, memungkinkan akselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 4,9 detik. Adapun perubahan yang diterapkan mencakup intake, exhaust, valve timing, serta manajemen mesin. Bobot mobil juga diperbaiki untuk memberikan handling lebih presisi dan stabil di kecepatan tinggi.

    Eksterior 512 TR tampil lebih modern, dengan fascia rendah, grille dan foglamp terintegrasi. Lampunya cukup unik lantaran menganut model pop-up. Sementara kabin ditata ulang secara ergonomis, meningkatkan kenyamanan pengemudi. Banyak yang menyebut Ferrari berhasil menciptakan mobil yang memiliki keseimbangan mumpuni.

    Ferrari 512M Testarossa Foto: Classic Motorspotr

     

    Ferrari F512 M (1994–1996)

    F512 M menjadi puncak evolusi dan sekaligus penutup era flat-12 Ferrari. Tenaga meningkat menjadi 440 hp dengan torsi 499 Nm, memungkinkan akselerasi 0–100 km/jam dalam 4,7 detik. Ferrari melakukan perombakan menyeluruh pada suspensi, sistem pengereman, pendinginan dan distribusi bobot.

    Desain pun turut berubah dari 512 TR, terutama pada bagian lampu yang tak lagi pop-up. Diffuser dibuat lebih agresif dengan lampu belakang bundar. Interior mendapat sentuhan karbon dan jok lebih sporty. Mobil pun menjadi incaran kolektor lantaran jumlah yang diproduksi tidak banyak.

    Ferrari Testarossa Spider Foto: Classic & Sports Car

     

    Ferrari Testarossa Spider

    Selain versi coupe, Ferrari pernah menciptakan Testarossa Spider. Ia adalah satu-satunya convertible resmi yang dibuat khusus untuk Charmian Fiat, Gianni Agnelli pada 1986. Keunikan dari model ini tak hanya terletak dari atap, tapi logo Ferrari di kap yang dibuat dari perak murni bukan aluminium.

    Ferrari sendiri enggan memproduksi model ini secara massal dengan alasan masalah struktural. Walau begitu, nyatanya lima Testarossa Spider dan enam 512 TR Spider dikirim ke Brunei. Meski tak dipublikasi, mobil-mobil tersebut merupakan permintaan rahasia dari keluarga Kerajaan Brunei untuk membangun koleksi supercar terbesar.

    Sebagai informasi, unit Spider Gianni Agnelli sudah dilelang pada 2016 dengan harga US$1,3 juta atau Rp 25,35 miliaran. Tak cuma ikonik, unit tersebut baru dikendarai hingga 23.000 km, membuatnya sangat berharga untuk dikoleksi.
    (MUHAMMAD HAFID / WH)

    Baca Juga:

    Bercengkrama Dengan New Bentley Continental GT di Malaysia: Elektrifikasi Berbalut Kemewahan

    Veloz Hybrid Rilis Bulan Ini, Daihatsu Buka Peluang Soal Xenia Hybrid

    Ferrari Sabet Juara Dunia Hypercar WEC 2025 di Bahrain, Toyota Pecah Telur

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Ferrari Pilihan

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Review
    • Artikel Feature