Melihat dari Dekat Perjalanan Mazda Dari Go Sampai Teknologi Carbon Capture

Pabrikan Hiroshima ini memang cerdik, malah membuat terobosan Carbon Capture dan mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan dari Alga.

Mazda Vision X-Coupe

TOKYO, Carvaganza - Perjalanan selama enam hari ke Jepang beberapa waktu lalu atas undangan Mazda Indonesia, memberikan kesan memang pabrikan Jepang ini cerdik. Kenapa? Masih ingat dengan teknologi SkyActiv yang dikembangkan oleh pabrikan Hiroshima ini?

KEY TAKEAWAYS

  • Di kota mana kantor pusat Mazda berada?

    Kota Hiroshima, Jepang.
  • Apakah teknologi SkyActiv yang dikembangkan Mazda?

    Yakni sebuah inovasi yang dirancang secara istimewa untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan secara menyeluruh tanpa mengorbankan kenikmatan berkendara.
  • Apa kelebihan inovasi Carbon Capture yang dikembangkan Mazda?

    Sebuah teknologi ramah lingkungan yang tidak hanya menetralkan karbon, malah justru menegatifkan karbon dan mampu menangkap emisi karbon yang dilepaskan ke udara.
  • Teknologi mobil tersebut diluncurkan secara global pada tahun 2010. Pada saat itu cukup menggemparkan insan otomotif dunia. Pasalnya, di saat kalangan pabrikan mobil - terutama dari Jepang - berlomba-lomba mengembangkan teknologi mesin hybrid, brand yang didirikan tahun 1920 ini malah justru tetap berpegang pada bahan bakar bensin.

    Mazda malah ‘memeras’ potensi dari mesin bahan bakar fosil untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi lagi. Dari hasil R&D pabrikan itu lahirlah teknologi SkyActiv. Sebuah inovasi yang dirancang secara istimewa untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan secara menyeluruh tanpa mengorbankan kenikmatan berkendara.

    All New Mazda CX-5 di Japan Mobility Show (JMS) 2025. Foto:  OTO Group/Eka All New Mazda CX-5 di Japan Mobility Show (JMS) 2025

     

    Meski efisiensi bahan bakar makin tinggi, Mazda tidak mau penyempurnaan teknologi itu mengorbankan filosofi Jinba-Ittai yang telah menjadi jiwa berkendara setiap model mobilnya. Penulis ingat betul ketika pertama kali mencoba Mazda CX-5 berteknologi SkyActiv 2.0 liter tahun 2014an, mobil segede itu sangat irit bahan bakar. Waktu kami bawa test drive ke Bandung, hanya minum 1 liter bensin untuk jarak lebih dari 14 km.

    Angka segitu pada waktu itu cukup fantastis, karena para kompetitor dengan mesin dan bobot yang sama minum bensinnya lebih boros. Mazda CX-5 diklaim bisa seirit itu berkat teknologi SkyActiv yang meliputi seluruh unsur yang ada di dalam kendaraan. Teknologi ini mencakup aspek mesin SKYACTIV-G, transmisi SKYACTIV-Drive, rangka bodi SKYACTIV-Body, dan suspensi SKYACTIV-Chassis.

    Kemunculan SkyActiv sedikit identik dengan ketika Mazda melahirkan mesin rotary yang menjadi temuan teknologi luar biasa. Mesin tersebut memiliki sejumlah kelebihan yaitu ukurannya yang kompak dan ringan, rasio daya terhadap berat yang tinggi, kualitas kinerjanya bagus karena dapat berputar pada putaran tinggi, dan beroperasi halus tanpa getaran. Selain itu, mesin ini memiliki lebih sedikit komponen bergerak sehingga perawatan relatif lebih sederhana.

    Inovasi Carbon Capture dan Alga

    Nah, terobosan itu berulang ketika OTO Media Group mendapatkan undangan dari Mazda Indonesia untuk trip ke Jepang, sekalian ke Japan Mobility Show (JMS). Mazda memperkenalkan teknologi Carbon Capture dan bahan bakar dari Alga. Alga adalah kelompok organisme autotrof yang hidup di perairan atau tempat lembab, memiliki klorofil, dan tubuhnya berupa talus (tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati).

    Baca juga: Bukan Sekadar Mobil Listrik, Mazda Kembangkan Bahan Bakar Dari Sejenis Rumput Laut

    Teknologi Carbon Capture Mazda Komponen Carbon Capture yang dikembangkan Mazda. Foto: OTO Group/Eka

     

    Pada saat pabrikan lain sibuk menyempurnakan teknologi elektrifikasi mulai dari hybrid, PHEV, EV bahkan hydrogen, Mazda malah mengumumkan Carbon Capture. Mereka juga malah mengumumkan pengembangan bahan bakar yang bisa menetralkan karbon. Bukan Cuma menetralkan karbon, tapi justru bisa menegatifkan emisi CO2 yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor.

    Sebenarnya, Carbon Capture bukan barang baru. Sudah lama dipakai oleh industri migas dan juga oleh industri otomotif. Tapi oleh Mazda ‘diperas’ lagi agar menjadi lebih canggih, ringkas, ringan dan berkinerja tinggi.

    Inovasi tersebut mungkin akan mengubah mesin konvensional (ICE) di masa mendatang. Dan sistem ini dipasang pada mobil konsep Vision X-Coupe. Kendaraan jenis sedan yang mengusung mesin twin-rotary plug-in hybrid (PHEV) turbocharged. Ia sudah dilengkapi carbon capture yang berfungsi menyerap karbon dari asap knalpot sebelum keluar ke udara.

    Penerapan teknologi Carbon Capture dan Alga

    Komponen Carbon Capture pada dasarnya bertindak sebagai filter di dalam sistem pembuangan. Prinsip kerjanya serupa dengan sistem penangkapan karbon atmosfer berskala lebih besar, hanya saja gas yang keluar dari pembuangan mobil umumnya memiliki kerapatan karbon sekitar 350 kali lipat dari udara di sekitarnya, sehingga lebih efisien dalam penangkapannya.

    Kapan teknologi itu bakal digunakan dan pada mobil apa? Mazda masih terus melakukan riset dan eksprimen. Riset yang dilakukan diantaranya mengubah suhu gas buang agar proses penangkapan karbon menjadi lebih efisien.

    Baca juga: All New Mazda CX-5 Debut Global di Japan Mobility Show 2025, Tahun Depan ke Indonesia

    Biofuel Alga Biofuel Alga yang dikembangkan Mazda. Foto: OTO Group/Eka

     

    Carbon Capture akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan bahan bakar yang mampu mendekarbonisasi mesin pembakaran dalam (ICE). Makanya Mazda sedang mengembangkan bahan bakar rendah karbon atau netral karbon dari alga. Untuk mempertegas inovasi itu, Mazda secara khusus memajang diorama bahan bakar dari alga itu plus mesin Carbon Capturenya di boothnya di Japan Mobility Show.

    Bahkan Mazda mengklaim dengan tingkat capture karbon hanya 10 persen saja, mobil yang menggunakan bahan bakar elektronik (e-fuel) berbasis alga, sudah bisa menjadi proses karbon negatif. Kalau kedua inovasi ini diintegrasi secara berbarengan akan sangat efektif.

    Rencananya, mereka akan menurunkan mobil balap prototipe yang dilengkapi oleh kedua inovasi itu di balapan endurance Super Taikyu Series. Mobil nantinya berada di bawah bendera Mazda Spirit Racing.

    Mazda 787B yang legendaris Mazda 787B yang legendaris di Museum Mazda. Foto: Mazda

    Mengunjungi Museum Mazda

    Sehabis mengunjungi booth Mazda di Tokyo Big Sight dan fasilitas R&D, kami diajak berkunjung ke Museum Mazda. Alhasil, liputan saya ke Jepang kali ini seperti menonton film kolosal bergenre histori. Saya diperlihatkan sejarah perjalanan Mazda dari tahun awal sampai ke era sekarang di tahun 2025.

    Lokasi museum terletak di HQ Hiroshima. Berada di dalam satu komplek dengan pabrik pembuatan mobil dan berdekatan dengan pelabuhan laut milik pabrikan. Dari pelabuhan ini, setiap model Mazda buatan Hiroshima dikapalkan ke seluruh penjuru dunia.

    Kalau selama ini saya melihat museum Mazda dari Youtube, sekarang bisa melihatnya secara langsung. Di situ dijelaskan bagaimana brand ini pertama kali dibangun tahun 1920. Namanya waktu itu adalah Toyo Cork Kogyo, perusahaan yang memproduksi penutup botol wine yang terbuat dari kayu gabus.

    Baca juga: Ada Mazda EZ-6 di Markas Changan di Cina, Kok Bisa?

    Mazda baru membuat kendaraan bermotor pada tahun 1931. Memproduksi Mazda Go, kendaraan roda tiga yang dibuat untuk kepentingan komersial.

    Museum Mazda terbuka untuk umum dan untuk masuk tidak dipungut biaya. Bagi yang ingin berkunjung harus reservasi dulu. Museum terdiri dari 10 zona yang mendeskripsikan momen-momen besar dalam sejarah brand. Mulai dari model mobil, inovasi teknologi, desain sampai pada teknologi masa depan.

    Mazda GO Mazda Go di Museum Mazda. Foto: OTO Group/Eka

     

    Zonasi di Museum Mazda 

    Zona 1 menjadi zona pembuka. Di sini tersimpan Mazda Go yang sangat bersejarah dan punya arti penting bagi kota Hiroshima. Masuk di Zona 2 terdapat mobil Mazda yang paling bersejarah yakni Cosmo Sport, Savanna dan Cosmo AP. Populasinya sudah langka, apalagi Cosmo AP yang disebut-sebut ebagai salah satu mobil pertama di dunia yang diluncurkan dengan warna merah. Warna yang cukup langka di pertengahan Abad 20.

    Tersimpan pula mobil ikonik Mazda 787B, juara Le Mans 24 Hours tahun 1991. Di bawah tim Mazdaspeed, trio pembalap Johnny Herbert, Volker Weidler dan Bertrand Gachot sukses menjadi juara di ajang itu.

    Kalau mau melihat mesin V12 pertama yang diproduksi Mazda, terdapat di Zona 5. Sekaligus menjadi satu-satunya mesin V12 yang diproduksi pabrikan. Memiliki kapasitas 4000 cc, dikembangkan dari akhir 1980-an sampai tahun 1992.

    Tersimpan pula mobil-mobil Mazda terbaru seperti MX-5, CX-3, Mazda 3, RX-7, RX 8 dan sejumlah mobil konsep yang sudah pernah mereka produksi. (EKA ZULKARNAIN)

    Baca juga: Mazda Debut Vision X-Coupe, X-Compact dan CX-5 Terbaru di Japan Mobility Show 2025

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Mazda Pilihan

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Review
    • Artikel Feature