BYD Bangun Pabrik Baterai Sodium-Ion, Harganya Lebih Terjangkau
BEIJING, Carvaganza - Jenis baterai untuk kendaraan elektrifikasi beragam. Pabrikan terus mengembangkan untuk mendapatkan yang terbaik dari berbagai aspek. Terbaru datang dari brand otomotif asal China BYD yang bakal memproduksi catu daya jenis sodium-ion.
KEY TAKEAWAYS
Apa kelebihan dari baterai sodium-ion?
Biaya produksinya terbilang murah dibanding jenis yang telah beredar belakangan. Lantaran kandungannya terdiri dari besi dan sodium yang tersedia sangat banyak dan harga terjangkau.Berapa nilai investasi BYD dengan Findreams Battery?
Senilai US$ 1,4 milyar .BYD sendiri telah menandatangani kontrak senilai US$1,4 miliar melalui anak perusahaannya, Findreams Battery bekerjasama dengan Huaihai Group. Investasi itu diberikan untuk membangun pabrik baru di Xuzhou, China. Fasilitas bakal memiliki kapasitas produksi mencapai 30 GWh, menjadikannya terbesar di dunia.
Catu daya sodium sebenarnya memiliki tingkat penggunaan terbatas di sektor transportasi. Walau begitu, ia terbilang lebih murah dibanding jenis yang telah beredar belakangan. Lantaran kandungannya terdiri dari besi dan sodium yang tersedia sangat banyak dan harga terjangkau. Dibanding material nikel, manganese, kobalt, dan iron phosphate. Di lain sisi ia juga lebih aman. Ini membuatnya ideal untuk kendaraan kecil dan terjangkau.
Pabrikan pun mengumumkan bahwa Xuzhou akan menjadi pusat produksi untuk kendaraan mikro dan motor. Ini bukan kerjasama pertama BYD dengan Huaihai Group, di mana pada 2022 mereka membangun pabrik baterai standar. Untuk yang terbaru, fasilitas memiliki luas 310 ribu meter persegi dengan tes produksi mulai pada Maret 2024. Rumornya BYD Seagull menjadi model EV produksi massal pertama yang menganut baterai sodium-ion. Meskipun pada peluncurannya April lalu masih menggunakan jenis LFP, tak menutup kemungkinan untuk digantikan di tahun mendatang.
Baca juga: Sub-Brand Chery, iCar Rilis Model Pertama Berwujud SUV Boxy

Adanya potensi besar dari baterai sodium-ion tentunya mendorong pabrikan lain untuk ikutan menggarap. Contemporary Amperex Technology Co. (CATL) yang dikenal sebagai pemasok sumber energi menyatakan brand pertama pengguna Na-ion adalah iCar yang berada di bawah payung Chery pada April. Walau begitu, tak ada informasi jelas mengenai perkembangannya.
Kemudian pada Februari, perusahan baterai asal China, Hina membuka tabir EV pertamanya yang memanfaatkan jenis baterai sama. Adapun unitnya bernama Sehol E10X yang diproduksi oleh joint venture Volkswagen – JAC Chinese. Sumber dayanya berkapasitas 25 kW dengan tingkat kerapatan energi 120 Wh/kg mengizinkan daya jelajah mencapai 250 km. Namun, penggunaannya tak menjadi produk massal melainkan kebutuhan pengujian prototipe.
Satu lagi merek China yang baru-baru mengumumkan penggunaannya adalah Jiangsu Zoolnasm. Mereka akan membangun fasilitas dengan produksi tahunan sodium-ion sebesar 20 GWh. Proses konstruksi telah berjalan November ini di Guangde. Sementara dari negara lain, salah satunya Northvolt asal Swedia juga berpartisipasi. Bahkan mereka mengklaim telah mengembangkan baterai Na-ion terbaik di kelas dengan tingkat kerapatan energi 160 Wh/kg. Rencananya mereka mendirikan pabrik baterai di Kanada. (HAFID/EK)
Sumber:carnewschina.com
Baca juga: Awal Mula Teknologi Nissan e-Power, Langsung Laris Begitu Dirilis di Jepang
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature