Road Trip Bersama Mercedes-Benz GLC 300 4Matic: Teknologi Pintar Lengkapi Performa Tangguh
Melahap aspal jalan tol sampai kerikil licin pegunungan.
BANDUNG, Carvaganza - Beberapa bulan terakhir, cukup sering di Indonesia ada tanggal merah, yang menjadi kesempatan untuk berlibur. Dan tidak jarang tanggal merah tersebut langsung bersinggungan dengan akhir pekan. Semakin menjadi kesempatan yang menarik untuk dimanfaatkan menjadi momen berlibur.
KEY TAKEAWAYS
Apakah Mercedes-Benz GLC 300 cocok untuk perjalanan jauh dan medan semi-offroad?
Sangat cocok. Dengan sistem 4MATIC yang adaptif dan suspensi nyaman, GLC 300 memberikan stabilitas, traksi, dan kenyamanan bahkan saat melewati jalanan berbatu atau licin.Apa saja fitur unggulan dari Mercedes-Benz GLC 300 untuk road trip?
GLC 300 menawarkan teknologi seperti mild hybrid 48V dengan gliding mode untuk efisiensi, sistem penggerak 4MATIC untuk traksi optimal, Digital Light untuk pencahayaan adaptif, serta navigasi dengan augmented reality dan kamera Traffic Light View.Kebetulan baru-baru ini, kami memilih untuk menghabiskan long weekend dengan Mercedes-Benz GLC 300 4Matic untuk perjalanan ke luar kota. Tidak jauh jaraknya, ke Bandung dan Ciwidey, tipikal liburan ala warga Jakarta. Namun perjalanannya terbilang menantang.
Sejak resmi meluncur di Indonesia lebih dari setahun lalu, baru kali ini kami berkesempatan untuk mengetes GLC generasi baru. Dengan dibawa road trip sekaligus, memberikan lahan pengujian yang lebih relevan, baik untuk performa maupun kenyamanannya.
Foto: CV/Wahyu
Untuk generasi terbaru, GLC berbenah luar dan dalam, baik dari tampilan maupun teknis. Desain eksterior masih punya pakem yang senada, namun ada permainan garis desain lampu yang membuatnya tampak lebih dinamis dan sleek. Apalagi sentuhan trim AMG Line yang meningkatkan aura sporty pada tampilan GLC 300 sekarang.
Baca Juga: Mercedes-Benz CLA Shooting Brake Generasi ke-3 Debut Sebagai EV, Sanggup Tempuh 761 KM
Sementara di dalam kabin, seperti model Mercedes terbaru lainnya, ubahan paling signifikan ada pada hadirnya layar infotainment besar di tengah. Pusat kontrol infotainment MBUX ini menyajikan interface lebih interaktif dengan segudang fiturnya.
Berlibur dengan mobil mewah bukan hanya soal gaya, tapi juga tentang bagaimana kendaraan bisa menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Dan di sinilah Mercedes-Benz GLC 300 menjawab semua ekspektasi. Performa mesin empat silinder 2.0L turbo sudah tidak perlu diragukan untuk melintas antar kota, baik jalan tol maupun jalan provinsi.
Kenyamanan dengan kemewahan khas pabrikan premium sejati pun sukses membuat penumpang kami tertidur pulas di tengah perjalanan. Performa dan kenyamanan sepertinya sudah tidak perlu dipertanyakan dari SUV seharga Rp1,525 miliar (off the road) ini. Perjalanan long weekend dengan Mercedes-Benz GLC 300 menjadi semakin menarik dengan beberapa fitur berikut ini.
Interior GLC 300 AMG LineFoto: CV/Wahyu
Mild Hybrid 48V dengan Gliding Mode
Jakarta dan Bandung punya satu kesamaan: tingkat kemacetan yang tinggi di akhir pekan. Bukan cuma bisa menguras tenaga dan waktu saat berkendara, juga membuat konsumsi BBM yang percuma dengan jarak tempuh yang lebih pendek. Adanya teknologi sistem mild hybrid 48V langsung terasa manfaatnya untuk situasi ini Bersama GLC 300.
Mesin 2.0L turbo dipadukan dengan Integrated Starter Generator (ISG) memberikan dorongan halus dan efisien. Sistem akan otomatis mematikan mesin sementara saat berhenti di tengah kemacetan atau lampu merah. Peran sistem ini sangat membantu untuk mereduksi konsumsi BBM agar tidak terbuang percuma, serta membuat akselerasi awal lebih ringan.
Ada pembaruan oleh Mercedes untuk sistem ini, yaitu dengan hadirnya fitur Gliding Mode aktif saat throttle dilepas. Jadi setelah kondisi mati sementara saat berhenti, GLC bisa meluncur saat rem dilepas, sekejap tanpa mesin menyala. Sensasi mengambang ini membuat laju awal lebih halus sekaligus menghemat BBM, juga membuat perjalanan makin senyap dan rileks.
Interface navigasi dengan ARFoto: CV/Wahyu
Navigasi AR & Traffic Light View Camera
Sistem infotainment MBUX pada GLC 300 hadir pada layar sentuh 11,9 inci di tengah dashboard. Untuk versi terbaru ini, perannya dalam membuat road trip lebih mudah adalah pada sistem navigasi yang kini dilengkapi fitur Augmented Reality (AR) pada visualisasinya. Pembaruan ini memberikan pengalaman berkendara yang berbeda.
Visual AR cukup membantu saat mencari alternatif rute dari jalur utama, menuju jalur-jalur pedesaan yang minim petunjuk arah. Gambar yang ditampilkan dari kamera depan ditimpa dengan panah navigasi di layar tengah dan cluster digital, membantu kami memahami persimpangan yang sempit dengan presisi ala drone pilot. Membangkitkan inner child seakan sedang di dalam dunia video game balap.
Baca Juga: Mazda CX-5 Generasi Ketiga Resmi Lahir, Lebih Mewah dan Lega
Lalu di tampilan MBUX juga kini ada Traffic Light View, menunjukkan lampu merah langsung dari monitor, juga diambil oleh kamera depan GLC. Fitur ini menjadi solusi simpel tapi jenius saat posisi mobil terlalu dekat hingga kaca depan tak bisa melihat lampu lalu lintas.
Pendaran Digital Light di kondisi berkabutFoto: CV/Wahyu
Digital Light: Lampu Pintar yang Seperti Berpikir Sendiri
Salah satu agenda kami pada road trip ini adalah mengejar matahari terbit di Kawah Putih Ciwidey. Karena harus berangkat di pagi buta, kami harus melalui jalanan yang gelap nyaris tanpa penerangan. Ini kami jumpai setelah melewati gerbang masuk area Kawah Putih, sampai area parkir. Rutenya pun menanjak, berkelok dan gelap gulita.
Gelapnya jalan menuju Kawah Putih di pagi menjelang subuh, jadi momentum untuk Digital Light unjuk gigi. Cahaya yang dihasilkan bukan sekadar terang, tapi juga pintar karena bisa menyesuaikan pola sorot agar tidak menyilaukan kendaraan dari arah berlawanan. Bahkan saat masuk ke jalur yang lebih sempit dan gelap, sistem secara otomatis menyesuaikan intensitas dan lebar sorot lampu. Rasanya seperti ditemani asisten virtual di balik sorotan cahaya.
4Matic: Tangguh di Jalan Tidak Bersahabat
Masih dari rute menanjak menuju Kawah Putih, kami melewati trek berkerikil dan basah karena embun pagi. Sistem penggerak 4MATIC dari GLC 300 yang merupakai permanent all-wheel drive menunjukkan otoritasnya. Traksi tetap terjaga untuk melahap trek dengan permukaan licin, baik untuk menikung dan menanjak. Tak perlu repot atur setting, sistem bekerja otomatis memastikan torsi disalurkan ke roda yang paling membutuhkan.
Hasilnya? Torsi sebesar 400 Nm tidak terbuang percuma, terpakai optimal untuk mengangkat mobil dan seluruh penumpang dengan mantap menuju destinasi. Mobil tetap stabil, tanpa harus kompromi dengan kenyamanan pengemudi.
Foto: CV/Wahyu
Kombinasi mesin powerful dengan sistem 4Matic memberikan pengalaman mengemudi yang effortless untuk melahap rute menantang Bersama GLC 300.
GLC 300 4Matic: SUV Mewah yang Tangguh
Mercedes-Benz GLC 300 bukan sekadar SUV mewah, tapi partner perjalanan yang mengerti pengemudinya. Fitur-fitur futuristik seperti Digital Light, navigasi AR, dan sistem mild hybrid cerdas bukan gimmick semata. Semuanya benar-benar berfungsi dalam meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi selama road trip.
(WAHYU HARIANTONO)
Baca Juga:
SUV Kompak Modern, Harga & Fitur Lengkap, Daihatsu Rocky Cocok untuk Anak Muda
Mazda CX-5 Generasi Ketiga Resmi Lahir, Lebih Mewah dan Lega
Performa Mesin Turbo 1.5L Mitsubishi Destinator, Janjikan Efisiensi dan Akselerasi Optimal
Pelajari lebih lanjut tentang Mercedes Benz GLC-Class
Mobil Mercedes Benz Lainnya
Mercedes Benz GLC-Class Promos, DP & Monthly Installment
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Mercedes Benz Pilihan
- Latest
- Popular
Pilihan mobil untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature