Membedah e4 Platform, Arsitektur Quad Motor Ekstrem dari BYD

Yangwang U9 dilengkapi dengan baterai LFP berkapasitas 80 kWh yang memberikan jarak tempuh sekitar 465 km (berdasarkan standar pengujian CLTC).

e4 Platform

JAKARTA, Carvaganza - BYD terus mengembangkan teknologi kendaraan elektrifikasi, bahkan mendorongnya hingga ke batasan lebih tinggi. Salah satu model yang menjadi representasi dari performa tinggi adalah Yangwang U9, hypercar listrik yang beberapa waktu lalu diklaim berhasil mencapai kecepatan 496,22 km/jam. Membuatnya jadi mobil produksi tercepat di dunia.

KEY TAKEAWAYS

  • Apa yang dimaksud dengan e4 Platform pada Yangwang U9?

    e4 Platform adalah arsitektur kendaraan listrik berperforma tinggi dari BYD yang menggunakan empat motor listrik independen (satu di setiap roda). Sistem ini memungkinkan distribusi torsi yang sangat presisi untuk kestabilan dan kendali ekstrem.
  • Bagaimana daya tahan motor listrik U9 terhadap panas saat dipacu maksimal?

    BYD menggunakan desain motor berbentuk U dengan magnet permanen yang tahan suhu tinggi hingga 200°C. Selain itu, terdapat sistem manajemen termal dengan dual electronic pump independen untuk mendinginkan motor di as depan dan belakang.
  • Kemampuan tersebut didorong dengan teknologi yang digunakan. Di mana ia mengusung e4 Platform, arsitektur kendaraan listrik yang memang ditujukan untuk performa tinggi, bukan sekadar mobilitas harian. Ia dikembangkan sebagai basis kendaraan listrik dengan orientasi ekstrem.

    Jantung dari e4 Platform adalah konfigurasi empat motor listrik independen. Setiap roda digerakkan motor tersendiri. Sistem quad motor ini memungkinkan distribusi torsi dikontrol secara individual di tiap roda. Ini tentunya tak hanya menyajikan performa tinggi, tapi juga kestabilan dan presisi pengendalian.

    e4 Platform Foto: BYD

     

    Adapun kombinasi motor listrik pada Yangwang U9 mampu menghasilkan output gabungan 1.300 hp dengan torsi puncak 1.680 Nm. Secara teknis, U9 menggunakan desain motor berbentuk U pertama di dunia. Desain ini membantu menurunkan pusat gravitasi sekaligus meningkatkan efisiensi. Motor tersebut memakai magnet permanen tahan suhu tinggi hingga 200 derajat celsius atau jauh di atas standar umum 140 derajat celsius.

    Baca Juga: BYD Kenalkan Denza B5 di Indonesia, Masih Bungkam Soal Harga

    Efisiensi sistem diperkuat oleh silicon carbide controller yang mampu mencapai efisiensi transmisi hingga 99,8 persen. Sebagai pembanding, transmisi otomatis konvensional umumnya berada di kisaran 86–94 persen. Sistem manajemen termal pun dirancang serius, dengan dual electronic pump independen di as depan dan belakang untuk mendinginkan motor.

    Untuk memastikan performa tersebut tetap terkendali, e4 Platform mengadopsi Next Generation Cell-to-Body (CTB). Integrasi baterai langsung ke struktur bodi menurunkan pusat gravitasi secara signifikan. Struktur bodinya mengandalkan kombinasi carbon fiber terintegrasi, carbon steel, dan aluminium. Pendekatan material ini menekan bobot tanpa mengorbankan rigiditas. Tingkat kekakuan torsional mencapai 54.425 Nm.

    e4 Platform Foto: Chinapev

     

    Secara aerodinamika, U9 juga dirancang serius. Rear spoiler mampu menghasilkan downforce hingga 280 kg, memastikan mobil tetap menempel ke aspal pada kecepatan tinggi. Sementara dimensi dibuat kompak dengan panjang 4.996 mm, lebar 2.029 mm dan tinggi 1.295 mm, serta jarak sumbu roda 2.900 mm.

    Lebih lanjut, e4 Platform beroperasi pada arsitektur 800V. Sistem ini menyuplai daya maksimal 36 kW untuk suspensi cerdas DiSus-X Intelligent Body Control. Suspensi tersebut mampu mengangkat tiap as dengan kecepatan 500 mm/detik, menyesuaikan kekakuan dan tinggi sasis secara real-time.

    Kombinasi motor dengan DiSus-X pun kemungkinan mobil memiliki kemampuan untuk berputar 360 derajat. Bahkan, U9 mampu berjalan dengan tiga roda, melompat atau menari. Fitur ini bukan sekadar gimmick, tapi punya sisi fungsional sekaligus bentuk demonstrasi pengembangan teknologi dan rancang bangun.

    BYD Yangwang U8 Foto: Oto Group

     

    Sumber energinya berasal dari baterai LFP berkapasitas 80 kWh dengan jarak tempuh 465 km berdasarkan standar CLTC. Artinya mobil tetap mempertahankan fungsionalitas untuk penggunaan nyata, sambil tetap mengejar performa tinggi.

    “Sebagai perusahaan teknologi global, BYD percaya bahwa masa depan mobilitas dibangun melalui lompatan teknologi. DNA BYD terletak pada kemampuan kami mengintegrasikan inovasi, kecerdasan sistem, dan rekayasa teknologi kendaraan dalam satu arsitektur yang dirancang untuk menghadirkan performa dan keselamatan secara konsisten,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
    (MUHAMMAD HAFID / WH)

    Baca Juga: BUMN Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga India: Ancaman atau Solusi bagi Industri Otomotif Nasional?

    Pelajari lebih lanjut tentang BYD Yangwang U8

    Mobil BYD Lainnya

    • BYD M6
      BYD M6
    • BYD Atto 1
      BYD Atto 1
    • BYD Atto 3
      BYD Atto 3
    • BYD Dolphin
      BYD Dolphin
    • BYD Seal
      BYD Seal
    • BYD Sealion 7
      BYD Sealion 7
    • BYD Atto 4
      BYD Atto 4
    • BYD Denza B5
      BYD Denza B5
    • BYD Denza D9
      BYD Denza D9
    • BYD Denza Z9 GT
      BYD Denza Z9 GT
    • BYD Yangwang U8
      BYD Yangwang U8

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil BYD Pilihan

    • Upcoming

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Review