Leapmotor C10 Siap Debut Tahun Ini, SUV Listrik Kaya ADAS
Leapmotor andalkan teknologi range extender pada opsi powertrain.
BEIJING, Carvaganza - Leapmotor menginisiasi pemesanan SUV teranyarnya C10 di China. Ia tersedia dalam versi BEV (battery electric vehicle) dan EREV (extended range electric vehicle). Di mana siap bersaing dengan BY Song Plus, Haval Xiaolong Max, Tesla Model Y dan Geely Galaxy L7. Makin menarik lantaran pada Juli hingga Agustus ini, Leapmotor berencana melakukan ekspor perdana C10.
Sebagai informasi, Leapmotor sendiri merupakan perusahaan otomotif energi baru (new energy vehicle) yang berdiri pada 2015. Mobil pertamanya diluncurkan pada 2018, dan kini telah memiliki tiga model yaki C11 SUV, T03 SUV dan sedan C01.
C10 pertama kali dibuka tabirnya pada September lalu. Ia menjadi model pertama pabrikan yang menganut desain untuk pasar luar negeri. Tak lama, Leapmotor dan Stellantis, grup otomotif yang membawahi beberapa brand seperti Alfa Romeo, Chrysler, Maserati, Peugeot, Fiat dan sebagainya menandatangani perjanjian kerjasama strategis. Dari situ terbentuk joint venture bernama Leapmotor International di mana Stellantis memegang porsi saham sebesar 51 persen. Melaluinya akan dilakukan kegiatan ekspor dan manufaktur kendaraan Leapmotor di luar Cina.
Unit mengandalkan arsitektur Leap 3.0 terkini. Adapun dimensi panjangnya 4.739 mm, lebar 1.900 mm dan tinggi 1.680 mm dengan jarak sumbu roda 2.825 mm. Tampangnya memancarkan aura futuristis dengan permainan komponen penerangan tipis dan absennya grille, mengingat ia adalah kendaraan elektrifikasi. Walau begitu, tetap ada bukaan di bagian bumper yang turut memberikan nuansa sporty dan tangguh sebagai SUV. Tak jauh berbeda dengan bokong, penggunaan lampu kombinasi tipis dan memanjang selebar bodi diterapkan. Konsep yang banyak digunakan pabrikan terutama di Cina belakangan ini. Minimalis tapi punya karakter kuat.
Baca Juga: Inspirasi Upgrade Tampilan SUV Lexus di Tokyo Auto Salon 2024 Bisa Dicoba
Jantung mekanis seperti disebutkan sebelumnya terdapat dua varian. Untuk BEV mengandalkan motor listrik berkemampuan 170 kW atau 227 hp yang ditransfer ke roda belakang. Perangkat dihubungkan ke baterai LFP berkapasitas 69,9 kWh yang mengizinkan kemampuan tualang sejauh 530 km (standar WLTP). Sedangkan varian EREV turut memiliki motor listrik berkonfigurasi serupa. Namun, ia disokong mesin konvensional 1.5 liter H15R berkemampuan 70 kW yang bertindak sebagai generator pengisi daya catu daya. Untuk baterainya tentu lebih kecil, yakni jenis LFP 28,4 kWh untuk perjalanan sejauh 140 km. Meski lebih pendek jaraknya, dengan adanya extender bisa membawa mobil lebih jauh bahkan melebihi BEV.
Dalam kabin terpasang jok untuk kemampuan 5 penumpang. Kesan premium dihadirkan melalui desain interiornya berkat balutan kulit. Konsol tengah dibuat besar dan tinggi, sekaligus menjadi arm rest bagi pengemudi dan penumpang depan.
Untuk kelengkapan gadget, head unit yang berfungsi sebagai kontrol sentral berukuran 14,6 inci dengan gaya floating. Informasi kendaraan diproyeksikan sangat jelas melalui panel instrumen digital 10,25 inci di balik kemudi. Multimedia didukung keluaran suara dari 12 speaker di berbagai titik. Leapmotor mengimbuhkan chip terbaru dari Qualcomm yakni Snapdragon 8295 guna menenagai sistem operasi LeapMotor 4.0.
Terkait keselamatan berkendara, C10 diperkuat ADAS dengan 1 Lidar, 5 milimeter wave radar, 12 kamera dan 12 radar ultrasonik. Ini memastikan ADAS (advanced driving assistance system) dapat bekerja dengan optimal dan responsif.
Konsumen di Cina bakal disodorkan C10 dalam 6 level trim. Pembedanya lebih kepada jumlah ADAS tersemat. Selain itu ada lima opsi warna tersaji, yakni white, white gray, light blue, dark gray dan dark green. Kelir interior hanya ada dua, yakni oranye dan ungu.
Harga pre-order Leapmotor C10 berkisar $21.170 (Rp329 jutaan) hingga $25.350 (Rp394 jutaan) untuk versi EREV. Sedangkan BEV dipatok di kisaran $21.730 (Rp337 jutaan) sampai $25.910 (Rp402 jutaan). Angka ini dikatakan cukup kompetitif karena berada di rentang banderol SUV paling laku di China, BYD Song Plus.
Lebih lanjut, Leapmotor berencana terus memperkuat portofolionya. Dalam dua tahun mendatang rencananya mereka meluncurkan lima mobil baru. Unit itu pun bakal dijual di Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah dan Amerika Serikat. Lantas akankah brand ini hadir di Indonesia? Mengingat banyak pabrikan terutama yang terfokus di teknologi elektrifikasi hadir meramaikan pasar Tanah Air.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga: Belum Meluncur, Chery Buka Pesanan Omoda E5 Cukup Bayar Rp10 Juta
Sumber: Carnews China
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature


