Hyundai dan UNESCO Ajak Anak Sekolah Melek Industri Mobilitas Sejak Dini
JAKARTA, Carvaganza - Hyundai Motor Asean HQ memperluas program pendidikan ke negara ASEAN. Ini merupakan agenda dari Future Mobility School yang diluncurkan brand asal Jepang. Di mana ia bekerjasama UNESCO APCEIU (Asia-Pasific of Education for International Understanding) dan Kementerian Pendidikan Korea Selatan. Program sendiri sudah berlangsung sejak Agustus lalu di 12 sekolah di berbagai negara.
Indonesia pun masuk dengan jumlah tiga sekolah. Sementara negara lain, yakni Malaysia sebanyak lima sekolah dan Kamboja dengan empat sekolah. Program sendiri pertama kali dikenalkan oleh Hyundai Motor Company pada 2016. Sebanyak 23 guru terampil dari Korea Selatan yang terpilih dikirim untuk mengajar siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan atas.
"Hyundai berkomitmen menggunakan mobilitas untuk kebaikan umat manusia, dan kami percaya bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi berikutnya, terutama di negara-negara ASEAN dengan bonus demografinya," kata Youngtack Lee, Executive Vice President and Head of Hyundai Motor ASEAN Headquarters dalam keterangan resminya.
“Future Mobility School adalah salah satu cara kami untuk mempersiapkan para generasi muda di negara-negara ASEAN dalam memahami jalur karir yang sedang berkembang agar mereka dapat menjadi pemimpin dalam industri mobilitas,” lanjut Youngtack.
Baca Juga: Jangkau Gaya Hidup Konsumen, Hyundai Sediakan Charging Station di Starbucks
Objektif dari program yakni ingin mengajarkan kepada siswa terkait inovasi dalam industri mobilitas mulai dari sistem pengemudi otonom, elektrifikasi dan mobilitas ramah lingkungan. Adapun aktivitasnya mencakup proyek praktis, diskusi dan lokakarya.
Tersedia tiga kelas yang berbeda untuk siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama: "Eco-Friendly Mobility Saving Our Planet", "Making Our Future Mobility," dan "Creating a Future City”. Di sini siswa didorong menunjukkan kreativitas dan visi unik mereka tentang kota dan kendaraan masa depan dengan membuat model dari tanah liat dan menggambar. Siswa juga membuat gantungan kunci dari bahan daur ulang sebagai perkenalan solusi mobilitas ramah lingkungan.
Sementara siswa sekolah menengah atas mengikuti dua kelas lanjutan: "Understanding Autonomous Driving Technology" dan "Autonomous Driving Mobility Experience”. Mereka mempelajari teknologi keselamatan yang digunakan dalam sistem mengemudi otonom dan membuat model mobil mereka sendiri serta menguji fitur pengemudi otonom secara langsung.
Hyundai Future Mobility School telah memberikan dampak positif pada guru dan siswa. Klaim ini berdasarkan survei dari program sebelumnya di Korea Selatan. Sebanyak 98 persen guru merasa puas, sedangkan 97 persen siswa menjawab bahwa program ini membantu mereka menetapkan jalur karir mereka.
Sebagai informasi, sejak diinisiasi 2016 sebanyak 46.500 siswa telah berpartisipasi di Korea Selatan. Harapannya pada 2023 juga dapat memberikan pengaruh positif lebih jauh dengan tingkat partisipasi lebih masif. Lebih lanjut pabrikan berencana mengembangkan aktivitasi lebih lanjut di Filipina dan Thailand pada 2024.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga: Waspadai 7 Hal Ini Saat Nyetir, Bisa Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Hyundai Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature

