Jangkau Gaya Hidup Konsumen, Hyundai Sediakan Charging Station di Starbucks
JAKARTA, Carvaganza - Menjawab semakin banyaknya konsumen di segmen kendaraan listrik, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menambah ketersediaan charging station. Semakin dekat ke keseharian konsumen, Hyundai membuka charging station di gerai Starbucks Coffee di Jakarta.
Bukan fasilitas pengisian biasa, namun yang dihadirkan adalah EV Fast Charging Station. Bentuk kolaborasi pertama antara pabrikan dengan franchise ternama ini hadir di gerai Stabucks Adhyaksa, Jakarta Selatan.
Stasiun pengisian daya kendaraan listrik ini bisa digunakan untuk pengguna EV Hyundai dan dari berbagai merek yang menggunakan tipe soket DC CCS2. Pada stasiun pengisian daya ini terdapat dua unit fast charger gun dengan daya 47 kW.
Fransiscus Soerjopranoto, COO PT HMID mengungkapkan kehadiran EV Fast Charging Station ini sejalan dengan komitmen HMID untuk mengakselerasi elektrifikasi di industri otomotif Indonesia. Kehadiran pengisian daya EV ini juga membuka akses yang lebih luas untuk konsumen terhadap produk kendaraan listrik dan fasilitas pendukungnya.
Baca Juga: Sambut World Cup U-17, Hyundai Gelar Program Menarik Berhadiah Paket Perjalanan
"Kami harap kehadiran EV Fast Charging Station di Starbucks Adhyaksa akan makin mematangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia untuk solusi mobilitas yang lebih baik dan bernilai tambah bagi konsumen," ucap Frans dalam sambutannya, Selasa (31/10/2023) kemarin.
Stasiun pengisian daya kendaraan listrik cepat Hyundai ini beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Layanan pengisian daya ini tidak dipungut biaya hingga Januari 2024 mendatang. Pengguna EV cukup datang ke gerai Starbucks di Jl. Adhyaksa 9 No.1, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Cara penggunaannya, pengguna EV tinggal memarkirkan kendaraan di area stasiun pengisian daya. Posisikan port pengisian daya dekat dengan fast charger gun untuk memudahkan proses pengisian. Pilih konektor sesuai kebutuhan lalu scan QR code di layar.
Pengguna EV kemudian mengunduh aplikasi MyHyundai dan registrasikan kendaraan listrik yang diunakan. Ketuk "EV Charger" di halaman utama, lalu ketuk "Start Charging by Scan QR", pergunakan kamera smartphone untuk men-scan kode QR di layar charger.
Perkuat Ekosistem EV
Percepatan penggunaan kendaraan listrik selalu terbentur dengan masalah infrastruktur. Bagai ayam dan telur, antara pemerintah dan produsen otomotif kerap saling tunjuk untuk memulai pembangunan pengisian daya yang lebih masif.
HMID sendiri terus memperluas jaringan pengisian daya untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Langkah yang sudah dilakukan adalah kerja sama dengan PT Lippo Malls Indonesia mendirikan EV Charging Station di 52 mall. Sebelumnya, HMID juga membangun EV Ultra-fast Charging Station di Plaza Indonesia dan berencana akan terus membangun pengisian daya EV cepat ini di 2024 mendatang.
Kehadiran infrastruktur pengisian daya sejalan dengan peningkatan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Data Gaikindo menunjukkan, penjualan EV di Tanah Air dari Januari hingga September 2023 mencapai 12.081 unit. Angka ini naik 279 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Produksi kendaraan listrik di Indonesia juga meningkat 130 persen year-on-year dan memperlihatkan tren pertumbuhan pasar EV di masa depan yang pesat.
Hyundai juga berupaya untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan listrik lewat peningkatan kapasitas produksi. Fasilitas PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) telah memproduksi Ioniq 5 dengan kapasitas produksi 20.000 unit per tahun.
Hyundai juga menjadwalkan kehadiran pabrik sistem baterai dan sel baterai yang akan beroperasi di April 2024. Pabrik ini akan melayani produksi massal baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Produksi lokal akan dilengkapi dengan baterai buatan dalam negeri dan dijual dengan harga terjangkau pada paruh pertama 2024 mendatang.
"Tahun depan rencananya kita tingkatkan kapasitas produksi dari 20.000 hingga 70.000 unit per tahun. Khusus kendaraan listrik saja. Harapannya kapasitas ini akan mampu memenuhi permintaan EV di dalam negeri juga membantu pemerintah dalam mempercepat penggunaan kendaraan listrik," ucap Frans.
Selain itu, ekosistem kendaraan listrik yang lengkap juga memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) serta rasio komponen yang diproduksi di wilayah ASEAN. Kendaraan listrik Hyundai sepenuhnya diproduksi di Indonesia, lengkap dengan baterai buatan Tanah Air. Ini memenuhi syarat untuk mendapatkan ptootngan pajak di Indonesia, sekaligus memungkinkan untuk diekspor ke luar negeri, khususnya ke negara-negara ASEAN.
(SETYO ADI / WH)
Baca Juga: Kimi Raikkonen Turun Gunung, Ikut Kembangkan EV Cina Penakluk Tesla
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Hyundai Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature


