Gandeng Handal, BAW Sudah Siapkan Strategi Penting Untuk Indonesia
Kejar TKDN 40 persen, BAW bukan hanya produksi mobil melainkan mempersiapkan ekosistem industri otomotif domestik.
ICE BSD CITY, Carvaganza - Salah satu debutan di GIIAS 2026 kemarin, BAW (Beijing Automobile Works), mulai memasuki tahap baru dalam pengembangan bisnis otomotifnya di Indonesia. Setelah resmi memperkenalkan diri di ajang GIIAS 2026, pemain baru yang berada di bawah payung PT BAW Automobile Trading Indonesia itu menjalin kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor untuk mempersiapkan perakitan kendaraan secara lokal.
KEY TAKEAWAYS
Berapa kapasitas produksi lokal BAW di Indonesia?
Fasilitas produksi bersama PT Handal Indonesia Motor memiliki kapasitas sekitar 15.000 unit per tahun.Model apa yang menjadi sasaran awal produksi lokal BAW?
Tahap awal menyasar kendaraan BEV di segmen MPV dan city car.Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah penting BAW untuk membangun fondasi produksi di Indonesia. Selain mendekatkan proses manufaktur dengan pasar domestik, strategi ini juga diarahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.
Salah satu target utama yang ingin dicapai BAW adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen melalui produksi lokal, pengembangan rantai pasok, serta keterlibatan mitra dan pemasok Indonesia.
Presiden Direktur PT BAW Automobile Trading Indonesia, Tocy Tang, mengatakan perusahaan memiliki komitmen untuk mengikuti arah kebijakan lokalisasi industri otomotif di Indonesia.
“Kami berkomitmen mendukung kebijakan lokalisasi pemerintah Indonesia dan bekerja secara konsisten untuk mencapai setidaknya 40 persen TKDN melalui produksi lokal. Lalu pengembangan rantai pasok, dan kerja sama dengan mitra Indonesia,” kata Tocy Tang dalam keterangan resmi.
Baca juga: Toyota dan Garuda Indonesia Hadirkan Layanan Antar-Jemput Bandara dengan Alphard Hybrid EV

BAW siapkan produksi mobil listrik BEV di Indonesia
Penandatanganan Kerjasama dengan PT Handal Indonesia Motor akan menjadi bagian dari persiapan kemampuan manufaktur BAW di Indonesia. Pada tahap awal, perusahaan akan memprioritaskan Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan listrik berbasis baterai.
BAW melihat kendaraan listrik memiliki peluang pertumbuhan di Indonesia, terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan mobilitas tinggi. Dua kategori yang menjadi perhatian perusahaan adalah MPV dan city car.
Segmen MPV dinilai memiliki potensi karena karakteristik konsumen Indonesia yang membutuhkan kendaraan dengan kabin luas dan nyaman untuk penggunaan keluarga. Sementara itu, city car menawarkan dimensi yang lebih kompak dan efisiensi yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas di kawasan perkotaan.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa BAW tidak hanya fokus menghadirkan produk kendaraan listrik, tetapi juga mulai menyiapkan fondasi produksi di dalam negeri.
Dengan adanya perakitan lokal, BAW memiliki peluang untuk menyesuaikan produk dan volume produksi dengan karakteristik pasar Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membangun bisnis kendaraan listrik dalam jangka panjang.
Baca juga: Toyota New Veloz HEV Terbukti Andal Tempuh Ekspedisi 6.500 Km Nonstop
PT BAW di GIIAS 2026. Foto: PT BAW Indonesia
Fasilitas Handal punya kapasitas 15.000 Unit per tahun
Fasilitas produksi bersama PT Handal Indonesia Motor memiliki kapasitas sekitar 15.000 unit setiap tahun. Kapasitas ini memberikan ruang bagi BAW memenuhi kebutuhan pasar domestik secara bertahap. Kemampuan produksi juga dapat mendukung pengembangan model berikutnya di Indonesia.
BAW memiliki keleluasaan menyesuaikan volume produksi dengan perkembangan permintaan. Kapasitas itu sekaligus menjadi modal awal menuju penguatan aktivitas manufaktur lokal. Dengan begitu, fasilitas manufaktur lokal tidak hanya ditujukan untuk satu produk, tetapi berpotensi menjadi basis produksi bagi jajaran kendaraan BAW di Indonesia.
Produksi lokal juga memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kandungan komponen dalam negeri. Semakin banyak komponen dan proses produksi yang melibatkan industri lokal, semakin besar pula peluang BAW untuk mencapai target TKDN yang telah ditetapkan.
Kejar TKDN 40 persen lewat komponen lokal
Target TKDN minimal 40 persen menjadi salah satu bagian penting dalam strategi lokalisasi BAW di Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan tidak hanya mengandalkan proses perakitan kendaraan di dalam negeri. BAW juga berencana mengembangkan rantai pasok lokal dengan melibatkan pemasok dan mitra Indonesia.
Penggunaan komponen lokal dapat memberikan sejumlah manfaat bagi industri otomotif. Selain membantu memenuhi persyaratan kandungan dalam negeri, langkah tersebut dapat memperkuat industri komponen nasional dan membuka peluang kerja sama baru antara produsen kendaraan dengan pemasok lokal.
Baca juga: GIIAS 2026: Bedah Tuntas Hal Yang Wajib Diketahui Dari Mobil Pintar Xpeng L03
Bagi BAW, pengembangan pemasok dalam negeri juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang lebih efisien. Lokalisasi komponen berpotensi membantu perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri sekaligus mempercepat respons terhadap kebutuhan produksi.
Dalam jangka panjang, strategi tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem kendaraan listrik yang lebih kuat di Indonesia.
Penandatanganan kerjasama PT BAW Indonesia dengan PT Handal.
BAW bangun ekosistem otomotif terintegrasi
BAW menegaskan bahwa kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor tidak hanya berorientasi pada kegiatan perakitan kendaraan. Perusahaan ingin membangun ekosistem otomotif yang mencakup berbagai aspek, mulai dari manufaktur, pengadaan komponen lokal, distribusi dan penjualan, hingga layanan purna jual.
Keterlibatan mitra lokal menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Dengan membangun ekosistem secara terintegrasi, BAW berharap kehadirannya di Indonesia dapat memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap industri otomotif nasional.
Tocy Tang mengatakan kolaborasi tersebut memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar merakit kendaraan di Indonesia. “Kolaborasi ini bukan sekadar merakit kendaraan di Indonesia. Tujuannya adalah membangun ekosistem otomotif yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ini mencakup manufaktur, pengadaan lokal, penjualan dan layanan purna jual. Bersama PT Handal Indonesia Motor dan mitra Indonesia lainnya, kami berupaya memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan industri otomotif nasional,” ujarnya. (ANJAR LEKSANA/EK)
Baca juga: GIIAS 2026: Chery Tiggo V Dikembangkan Dari Studi Komprehensif di Indonesia
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil BAIC Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza