Ferrari Luncurkan SF-24, Akankah Jegal Red Bull Rebut Juara F1?
Pendekatan desain baru dengan harapan bisa lebih kompetitif dan konsisten bersaing di baris depan.
MARANELLO, Carvaganza - Peluncuran mobil F1 terbaru Ferrari selalu menjadi hal yang dinanti para fans jet darat di awal musim. Terlebih dengan ekspektasi tinggi untuk bisa menjadi penantang gelar juara dunia. Untuk musim 2024 ini, Ferrari merilis SF-24 sebagai mobil andalannya. Pendekatan desain yang berbeda dari dua musim sebelumnya ditunjukkan pada versi awal Ferrari SF-24.
Peluncuran dilakukan pada Selasa (13/2/2024) kemarin, secara online. Ferrari tampak juga ingin memberikan nuansa yang baru pada tampilan mobilnya. Karena livery SF-24 tidak melanjutkan tren F1-75 dan SF-23, kini semakin dominan berpulas merah. Aksen hitam berkurang, namun digantikan oleh striping kombinasi warna putih dan kuning mirip hypercar 499P yang sukses menang Le Mans.
Secara desain, perubahan terjadi pada moncong atau nose cone yang melebar dimensinya. Posisi ujung moncong bertaut pada sayap depan baris kedua, tidak lagi di paling depan seperti sebelumnya. Bagian sidepod ikut berubah, mengikuti desain yang dipakai Red Bull musim lalu. Bagian bawah mulut sidepod menjorok ke depan, demi aliran udara yang diinginkan lebih intens di bagian bawah.
Cekungan di atas sidepod yang dipelopori Ferrari sejak 2022 tidak lagi dipakai. Melainkan, Scuderia cenderung mendesainnya konservatif, dengan cekungan yang dibuat lebih ke belakang, menciptakan efek coanda. Ada lekukan yang lebih lebar di bagian samping airbox atau engine cover. Sementra bagian atasnya menjadi lebih ramping.
Baca Juga: Aston Martin AMR24 Meluncur, Evolusi Demi Ambisi Alonso di F1 2024
Elemen desain baru yang diusung oleh SF-24 adalah fairing yang ditempatkan di samping halo. Kemungkinan agar aliran udara bisa lebih terarah di belakang kokpit. Roda depan mengadopsi format suspensi pushrod, sementara di belakang memakai pullrod. Dan jika melihat sisi belakang, desain beam wing seperti menyontek punya RB19 demi dapatkan efek double DRS.
Dalam pernyataan resmi, Ferrari mengungkap bahwa desain mobil baru ditujukan agar dapat lebih mudah dipacu maksimal oleh Charles Leclerc dan Carlos Sainz. Diharapkan juga agar mobil bisa memberikan reaksi yang bisa diprediksi oleh para pembalapnya. Hal yang telah tercapai dari hasil pengembangan mobil tahun lalu pada akhir musim.
Performa Ferrari cukup terseok-seok pada awal musim lalu. Kemudian hasil pengembangan membawa mereka membaik dan konsisten kencang di kualifikasi. Namun defisit performa masih terasa signifikan saat balapan, yang mayoritas kemenangan musim lalu direbut Red Bull. Meski meraih lima kali pole position di 2023, Ferrari hanya berhasil satu kali menang balapan, yakni di Singapura. Satu-satunya kemenangan tim selain Red Bull di sepanjang musim.
Tidak lama setelah peluncuran online, Ferrari langsung menggelar shakedown SF-24 di Sirkuit Fiorano. Leclerc dan Sainz masing-masing dapat kesempatan menjajal mobil barunya itu, di hadapan para tifosi. Sesi tes pramusim akan digelar di Sakhir, Bahrain, pekan depan. Kemudian langsung berlanjut ke seri pembuka Grand Prix Bahrain, pada pekan berikutnya.
(WAHYU HARIANTONO)
Baca Juga: Test Drive: Menjelajah New Zealand Bersama Ferrari Purosangue
Sumber: Motorsport
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Ferrari Pilihan
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature