Dirjen ILMATE: Penjualan Wholesales Mobil Indonesia Naik 15,9 persen
Di tengah gejolak geopolitik yang masih memanas, otomotif Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif.
BOGOR, Carvaganza - Banyak pihak yang bilang bahwa penjualan mobil di Indonesia pada saat ini sedang lesu. Gejolak geopolitik memang harus diakui menjadi penyebab menurunnya kondisi perekonomian global yang menyebabkan gejolak kenaikan harga. Impak dari kondisi geopolitik internasional yang tidak menentu itu juga mempengaruhi situasi di dalam negeri.
KEY TAKEAWAYS
Apakah penjualan kendaraan bermotor roda 4 atau lebih di Indonesia pada periode Januari – Juni 2026 mengalami kenaikan?
Betul mengalami kenaikan sebesar 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 atau mencatat angka penjualan 436.654 unit.Berapa luas lahan pabrik Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Bogor, Jawa Barat?
Seluas 6,2 hektar dengan kapasitas produksi tahap awal sebanyak 5.700 per tahun.Tapi di tengah kondisi yang kurang menguntungkan itu, datang kabar gembira dari dunia otomotif nasional. Angka penjualan wholesales kendaraan bermotor Roda 4 atau lebih selama periode Januari sampai dengan Juni 2026 mengalami kenaikan 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal itu disampaikan oleh DR. Setia Diarta, ST., M.T selaku Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) pada acara grand opening pabrik mobil Mazda di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, pada hari ini Selasa (28/7). Ia mengatakan bahwa penjualan wholesales selama periode tersebut mencapai 436.564 unit.
Pabrik mobil Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Bogor, Jawa Barat.
Ia juga menyampaikan pertumbuhan positif lain di sektor otomotif. Angka ekspor CBU pada pada periode Januari sampai dengan Juli 2026 berkembang menggembirakan dengan mencatat angka sebanyak 251.705 unit kendaraan bermotor roda 4 atau lebih. Mengalami kenaikan sebesar 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Setia mengungkapkan bahwa pemerintah optimistis bahwa perkembangan itu akan terus berlanjut sampai pada akhir tahun ini. Pertumbuhan yang positif itu akan terus menggerakan perekonomian nasional ke depan.
Menurutnya, pabrikan kendaraan bermotor roda 4 atau lebih yang ada di Indonesia saat ini berjumlah 42 pabrikan dengan total kapasitas produksi mencapai 2,59 juta. Mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 69.390.000 orang dengan nilai investasi sebesar 163,75 trilyun. Setia mengungkapkan bahwa pemerintah optimistis bahwa perkembangan itu akan terus berlanjut sampai pada akhir tahun ini.
Baca juga: Mazda Resmikan Training Centre Pertama di Indonesia
Ki-ka: Toru Nakajima (Senior Executive Officer ASEAN Business Office, Mazda Motor Corporation), DR. Setia Diarta (Dirjen ILMATE), Herbert Kwee (CEO Eurokars Group Indnesia), Ricky Thio (President Director PT Eurokars Produksi Pratama).
Pabrik Mazda di Indonesia
Kehadiran Setia pada grand opening Mazda Plant tersebut didampingi oleh Ricky Thio sebagai President Director PT Eurokars Produksi Pratama, Herbert Kwee Tirtamarta selaku CEO Eurokars Group Indonesia dan Senior Executive Officer ASEAN Business Office Mazda Motor Corporation Toru Nakajima.
Mazda Indonesia Plant (MIP) berdiri di atas lahan seluas 6,2 hektar dan akan beroperasi penuh mulai tanggal 29 Juli 2026. Sebagai langkah awal, fasilitas MIP memiliki kapasitas produksi 5.700 unit per tahun. Rangkaian perakitan berjalan dengan ritme kecepatan 3 Job Per Hour (JPH), yang berarti mampu menghasilkan 3 unit kendaraan baru dalam setiap jamnya. (EKA ZULKARNAIN)
Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Cara Kerja Inovasi Carbon Capture Mazda
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Mazda Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature