BYD Investasi Sampai Rp20,3 Triliun di Indonesia, Langsung Kejar Bangun Puluhan Dealer
BYD akan menanam investasi dengan nilai yang luar biasa untuk memasarkan dan produksi model andalannya di Indonesia.
JAKARTA, Carvaganza - BYD hadir ke Indonesia dengan komitmen yang tampaknya sangat serius. Sebelumnya telah dikabarkan bahwa BYD akan berinvestasi untuk membangun pabrik di Indonesia, selain memasarkan model-model andalannya. Nilai investasinya luar biasa, namun justru tidak disebutkan oleh pabrikan asal Cina ini, melainkan oleh Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, di sela acara perkenalan BYD.
“Dari info yang didapatkan saat berbincang bersama petinggi BYD. Investasi mereka (di Indonesia) sebesar US$1,3 miliar (Rp20,3 triliun) dengan kapasitas produksi 150 ribu unit. Kami juga mendorong BYD untuk menambah lokal konten (TKDN), agar meningkatkan daya saing industri. Sekali lagi kami ucapkan selamat atas peluncuran resmi merek BYD," tutur Airlangga Hartarto.
Untuk penetrasi di pasar Indonesia, BYD sudah melakukan riset mendalam, setidaknya selama dua tahun. Lalu perusahaan menargetkan bakal membangun jaringan pemasaran sebanyak 50 dealer di penjuru Tanah Air. Lalu tujuh outlet ditargetkan sudah siap beroperasi pada Januari 2024. Lokasinya di Jakarta, Tangerang, Depok, Bandung dan Medan. Hingga saat ini, mereka baru mengenalkan tiga model dulu: Dolphin, Atto 3 dan Seal. Harga diumumkan menyusul. Detail tipenya sebagai berikut.
- BYD Dolphin Dynamic Standard 410 km
- BYD Dolphin Premium Extended 490 km
- BYD Atto 3 Standard Range 410 km
- BYD Atto 3 Extended Range 410 km
- BYD Seal Dynamic 510 km
- BYD Seal Premium 610 km
- BYD Seal Performance AWD 580 km
Nah, lantas seperti apa sepak terjang merek BYD di kancah global? Sebagai pelopor dalam teknologi New Energy Vehicle (NEV) atau kendaraan ramah lingkungan. Mereka memiliki sejarah pencapaian mengesankan. Pada tahun lalu (2023) produksi secara global mencapai 3.045.231 unit NEV. Lalu memiliki peningkatan sekitar 62,24 persen dari tahun sebelumnya. Bahkan pada periode sama. Pabrikan juga memecahkan rekor penjualan, yaitu sebesar 3.024.417 unit NEV.
Baca Juga: Kehadiran BYD Bagian Dari Mendorong Perkembangan Kendaraan Listrik Nasional
Nilai jual sekaligus bahan branding mereka berupa inovasi blade battery yang teknologinya sudah dipatenkan. Penyimpan setrum ini memiliki keunggulan jarak tempuh dapat mencapai 600 km. Diklaim memiliki tingkat keamanan sangat tinggi sehingga tidak mengeluarkan api dan gas bila terjadi gesekan atau dihancurkan.
Pada 2022, BYD Group memutuskan untuk membangun bisnis produksi baterai lebih mandiri dengan meresmikan FinDreams Battery. Pabrik ini merupakan kunci dari produksi baterai perusahaan BYD yang memiliki pusat riset dan pengembangan di tiga lokasi di China. Yakni terletak di Chongqing, Shanghai dan Shenzhen. Di sini, tim riset dan pengembangan baterai BYD melakukan berbagai inovasi guna menciptakan teknologi lebih ramah lingkungan.
Kini terdapat 30 kawasan industri BYD di seluruh dunia dengan luas total hingga 18 juta meter persegi. Beberapa di antaranya berlokasi di luar Cina seperti seperti di Amerika, Brazil, Jepang, Hongaria, India dan Thailand. Seluruh pabrik mereka menerapkan praktik keberlanjutan melalui penerapan energi baru. Total produksi delapan mega factory yang dimiliki manufaktur pada 2023 telah mencatatkan rekor produksi EV dan PHEV. Jumlahnya sebanyak 6 juta unit untuk didistribusikan ke seluruh dunia. Kita tunggu saja seperti apa pergerakan mereka selanjutnya di Tanah Air.
(ANJAR LEKSANA / WH)
Baca Juga: Berkenalan dengan Atto 3, SUV Listrik Pabrikan BYD Siap Jegal Omoda E5 & ZS EV
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil BYD Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
