Ferrari Sabet Juara Dunia Hypercar WEC 2025 di Bahrain, Toyota Pecah Telur

Akhir paceklik kemenangan Toyota berakhir di Bahrain 8 Hours dengan finish 1-2

Ferrari AF Corse

SAKHIR, Carvaganza - Toyota akhirnya mengakhiri masa paceklik kemenangannya di ajang World Endurance Championship (WEC) 2025, setelah menjuarai Bahrain 8 Hours, seri pamungkas musim ini. Sementara itu, Ferrari menutup musim dengan gemilang setelah merebut gelar juara dunia pembalap dan konstruktor di kelas Hypercar.

KEY TAKEAWAYS

  • Kapan terakhir kali Ferrari menjuarai kelas prototype sebelum 2025?

    Ferrari terakhir kali menjadi juara dunia di kategori prototype pada tahun 1972, sehingga kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi pabrikan Italia tersebut.
  • Bagaimana performa Porsche dan Aston Martin di balapan Bahrain?

    Porsche Penske Motorsport gagal tampil kompetitif dan finis di luar poin, sementara Aston Martin Valkyrie #009 harus puas di posisi ketujuh setelah terkena penalti drive-through.
  • Ini menjadi gelar juara dunia pertama Ferrari di ajang balap sportscar alias endurance, setelah absen selama 50 tahun di kelas utama. Mereka comeback pada 2023 lalu bersama prototipe 499P, dan langsung sukses memenangkan Le Mans selama tiga tahun beruntun. Secara bersamaan, Ferrari meraih gelar juara dunia Manufaktur dan Pembalap tahun ini.

    Bahrain 8 Hours Start Foto: FIA WEC

     

    Kemenangan Pertama Toyota, Gelar Perdana Ferrari

    Trio Kamui Kobayashi, Mike Conway, dan Nyck de Vries tampil dominan sepanjang balapan memacu Toyota GR010 Hybrid bernomor #7. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Toyota musim ini, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan sejak seri Bahrain musim sebelumnya.

    Meski begitu, sorotan utama tetap menjadi milik Ferrari. Tim AF Corse #51 Ferrari 499P yang diperkuat James Calado, Alessandro Pier Guidi, dan Antonio Giovinazzi, berhasil finis di posisi keempat dan mengunci gelar juara dunia pembalap.

    Baca Juga: Chery J6 Fest Tantang Komunitas Adu Ketangkasan Main Off-road Pakai EV

    Sebelum balapan, trio Calado–Pier Guidi–Giovinazzi memiliki keunggulan 13 poin dari rekan satu merek mereka di #83 Ferrari AF Corse yang dikendarai Robert Kubica, Yifei Ye, dan Phil Hanson, serta unggul delapan poin dari #6 Porsche Penske 963 milik Laurens Vanthoor dan Kevin Estre.

    Namun, setelah Ferrari #83 hanya finis kelima dan Porsche #6 gagal mencetak poin, Ferrari #51 dengan mudah mengamankan gelar juara dunia Hypercar untuk pertama kalinya. Kemenangan ini juga menjadi momen bersejarah, karena Ferrari untuk pertama kalinya sejak 1972 kembali menjuarai kategori prototype. Kontribusi besar juga datang dari Ferrari #50 yang dikendarai Miguel Molina, Nicklas Nielsen, dan Antonio Fuoco, dengan finis di posisi ketiga.

    Toyota vs Ferrari Foto: FIA WEC

     

    Pertarungan Sengit di Tengah Balapan

    Ferrari sempat memberikan tekanan kuat kepada Toyota. Pada pertengahan jam kedua, Giovinazzi mampu memangkas jarak hingga tiga persepuluh detik dari Conway. Namun, keunggulan performa dan manajemen ban Toyota membuat GR010 #7 mampu kembali menjauh dan mempertahankan posisi.

    Toyota sempat kehilangan pimpinan balapan ketika Aston Martin #009 Valkyrie LMH mengambil alih berkat strategi ganti ban baru. Tapi setelah Aston terkena penalti drive-through karena pelanggaran Full Course Yellow (FCY), Toyota kembali merebut posisi terdepan.

    Mobil #8 Toyota, yang dikendarai Brendon Hartley dan Sebastien Buemi, juga sempat memimpin sebelum terkena penalti serupa karena menyalip saat FCY. Hal ini memberi ruang bagi kru mobil #7 untuk melenggang bebas menuju kemenangan.

    Meski safety car muncul di jam terakhir akibat BMW #15 M Hybrid V8 berhenti di lintasan, Toyota tetap mampu menjaga jarak aman dan finis dengan keunggulan 20 detik di depan rekan satu timnya.

    Porsche vs Ferrari Foto: FIA WEC

     

    Hasil Akhir Keseluruhan

    Toyota menutup musim dengan kemenangan 1–2, di mana #8 Toyota finis kedua dan #50 Ferrari mengamankan podium ketiga. Ferrari bahkan meminta kedua mobil pabrikan mereka bertukar posisi di lap terakhir, sehingga #50 menyalip #51 untuk naik ke peringkat ketiga klasemen pembalap. Dengan hasil ini, Ferrari menguasai tiga posisi teratas di klasemen akhir pembalap Hypercar 2025.

    Sementara itu, Cadillac #12 V-Series.R yang dikemudikan Alex Lynn, Will Stevens, dan Norman Nato menjadi mobil LMDh terbaik di posisi keenam. Aston Martin #009 finis ketujuh, diikuti BMW #20 di posisi kedelapan. Lalu Peugeot 9X8 yang diharapkan bisa menantang justru gagal memanfaatkan strategi pit stop dan hanya mampu finis kesembilan dan kesepuluh lewat mobil #93 dan #94.

    Di sisi lain, Porsche Penske Motorsport menutup musim dengan hasil mengecewakan. Kedua mobil mereka (#5 dan #6) merosot ke posisi 13 dan 14 setelah salah strategi pemilihan ban pada paruh kedua lomba.

    Balapan ini juga menjadi penampilan terakhir Jenson Button di ajang profesional. Mantan juara dunia F1 2009 itu finis ke-16 setelah mendapat penalti 30 detik stop/go akibat menabrak Ferrari 296 GT3 #54 milik Thomas Flohr pada jam keempat.
    (WAHYU HARIANTONO)

    Baca Juga:

    Honda Pastikan Zero Alpha Pakai Baterai Produksi Indonesia, Siap Meluncur 2027

    BYD Tanggapi Harga Jaecoo J5 EV: Konsumen Yang Diuntungkan

    Deretan Mobil Balap Andalan Honda Penuhi SEMA 2025

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Ferrari Pilihan

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Review
    • Artikel Feature