Revolusi Baterai BYD Blade Generasi Kedua: Cas Mobil Listrik Secepat Isi Bensin
Pada model Denza Z9 GT, baterai ini memungkinkan jangkauan hingga 1.036 km dalam satu kali pengisian daya penuh.
JAKARTA, Carvaganza - Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, resmi memperkenalkan Blade Battery Generasi Kedua yang dilengkapi teknologi FLASH Charging. Inovasi revolusioner ini hadir sebagai solusi konkret atas dua masalah utama kendaraan listrik: durasi pengisian daya yang menjemukan dan penurunan performa baterai saat cuaca dingin ekstrem.
KEY TAKEAWAYS
Apakah baterai ini aman dari risiko panas berlebih (overheat)?
Ya, BYD mengembangkan sistem manajemen termal cerdas dengan saluran khusus untuk membuang panas secara maksimal guna menjamin keamanan pengguna.Kapan teknologi FLASH Charging BYD masuk ke Indonesia?
Hingga Maret 2026, BYD belum memberikan tanggal pasti kehadiran teknologi ini di Indonesia, karena saat ini fokus implementasi awal masih di pasar Cina.Teknologi terbaru ini mencetak rekor dunia dengan kemampuan pengisian daya dari 10% ke 70% hanya dalam waktu 5 menit. Bahkan, untuk mencapai kapasitas 97%, pengguna hanya memerlukan waktu 9 menit. Pencapaian ini membuat pengalaman mengisi daya mobil listrik kini setara dengan durasi mengisi BBM pada mobil konvensional.
Foto: BYD
Mengakhiri Kekhawatiran Jarak Tempuh
Chairman dan President BYD, Wang Chuanfu, menekankan pentingnya inovasi yang menyentuh kebutuhan dasar konsumen. Menurutnya, industri harus memberikan jawaban nyata atas range anxiety (kekhawatiran jarak tempuh) dan antrean panjang di SPKLU, terutama saat musim dingin.
Melalui riset mendalam selama enam tahun, BYD berhasil meningkatkan kepadatan energi sebesar 5% dibandingkan generasi pertama. Salah satu pembuktiannya ada pada model Denza Z9 GT yang sanggup menempuh jarak hingga 1.036 km dalam satu kali pengisian penuh. Dari sisi keamanan, BYD menyematkan sistem manajemen termal cerdas untuk pembuangan panas optimal.
Baca Juga: New Wuling Hongguang MiniEV 2026 Debut di Cina, Harga Mulai Rp110 Jutaan
Tangguh di Suhu Minus 30 Derajat Celsius
Salah satu keunggulan baterai ini adalah stabilitasnya di iklim ekstrem. Pada suhu -30°C, durasi pengisian hanya selisih 3 menit dibandingkan suhu ruangan normal. Untuk mendukung performa ini, BYD meluncurkan infrastruktur FLASH Charging dengan output konektor tunggal mencapai 1.500 kW.
Selain teknologi internal, BYD juga memperhatikan aspek ergonomis melalui desain pengisi daya T-shaped pulley "Zero-Gravity" yang ringan dan menjaga kabel tetap bersih dari tanah. BYD menargetkan pembangunan 20.000 stasiun FLASH Charging di Cina pada akhir 2026 sebelum berekspansi ke pasar internasional.
Foto: BYD
Kapan Hadir di Indonesia?
Meski teknologinya sangat menggiurkan, konsumen di Indonesia tampaknya harus bersabar. Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa saat ini keunggulan tersebut baru bisa dinikmati di pasar Cina.
“Saat ini belum ada waktu pasti kapan akan hadir (di Indonesia). Namun, BYD menghadirkan teknologi untuk menjawab kebutuhan seluruh kalangan masyarakat,” ucap Eagle pada Senin (9/3/2026).
Peluncuran ini mempertegas visi "Three Green Dreams" BYD yang telah digaungkan sejak 2006, mencakup integrasi panel surya, penyimpanan energi, dan sistem pengisian daya untuk mobilitas masa depan yang lebih hijau.
(SETYO ADI / WH)
Baca Juga: Ford RMA Indonesia Resmikan Ford Experience Center di Sunter
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil BYD Pilihan
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review