Masuk Mode Bertahan: Nissan Tutup 7 Pabrik Sekaligus
Manajemen Nissan menargetkan perusahaan dapat kembali mencatatkan laba operasional pada akhir tahun fiskal 2026.
YOKOHAMA, Carvaganza - Raksasa otomotif asal Jepang, Nissan Motor Co., Ltd., tengah mengakselerasi proses restrukturisasi besar-besaran dengan memutuskan untuk menghentikan operasional tujuh pabrik perakitan mereka di seluruh dunia. Berdasarkan laporan Automotive News, langkah drastis ini merupakan bagian dari strategi bertahan hidup yang berjalan lebih cepat dari target awal. CEO Nissan, Ivan Espinosa, mengonfirmasi bahwa pengurangan sekitar 20.000 karyawan juga telah melampaui jadwal yang ditetapkan, menandakan progres nyata dalam agenda efisiensi perusahaan.
KEY TAKEAWAYS
Mengapa Nissan menutup tujuh pabrik globalnya?
Penutupan ini adalah bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk menekan biaya operasional dan mempercepat efisiensi perusahaan agar bisa kembali mencetak laba pada tahun fiskal 2026.Apa tantangan utama yang dihadapi Nissan saat ini?
Selain beban biaya restrukturisasi, Nissan menghadapi tantangan dari kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat, penurunan daya beli di beberapa pasar global, serta melambatnya permintaan kendaraan listrik.Meski dibayangi tekanan berat, Nissan mengklaim mulai melihat titik terang dengan adanya pemangkasan proyeksi kerugian operasional. Walaupun begitu, beban restrukturisasi tetap menggerus profitabilitas pada kuartal keempat (Oktober–Desember 2025). Perusahaan melaporkan kerugian sebesar 28,3 miliar yen (sekitar US$185 juta), angka yang membengkak hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 14 miliar yen.
Penjualan kuartalan pun mengalami koreksi sebesar 6 persen, turun menjadi hampir 3 triliun yen dari sebelumnya 3,2 triliun yen. Ivan Espinosa menilai situasi ini sebagai risiko yang tak terhindarkan dalam proses pembenahan internal.
Foto: Nissan
“Saat melakukan restrukturisasi pasti ada ongkos yang timbul. Itu sudah kami perkirakan,” ucap Ivan Espinosa.
Target Pulih di 2026 dan Tantangan Pasar Global
Espinosa optimis bahwa arah perbaikan perusahaan sudah berada di jalur yang benar. Namun, ia tidak menampik adanya tantangan eksternal yang signifikan, mulai dari kebijakan tarif di era Presiden AS Donald Trump hingga melambatnya permintaan di pasar-pasar kunci. Produsen Nissan Leaf dan lini mewah Infiniti ini menargetkan kembali meraih laba operasional pada akhir tahun fiskal 2026. Meski demikian, untuk tahun fiskal yang berakhir Maret ini, Nissan diprediksi masih akan mencatat rugi bersih hingga 650 miliar yen.
Baca Juga: IIMS 2026 Resmi Ditutup, Tahun Depan Punya Format Baru
Sebagai eksekutif senior yang telah berkarir selama dua dekade di Nissan, Espinosa dipercaya memimpin agenda turnaround sejak tahun lalu. Strategi yang ditempuh tergolong radikal, mulai dari pemangkasan tenaga kerja, pelepasan gedung kantor pusat, hingga penutupan pabrik legendaris di Oppama.
Foto: Nissan
Masa Depan Kendaraan Listrik (EV)
Di tengah melambatnya tren kendaraan listrik global, Nissan tetap konsisten menggarap segmen ini. Espinosa mengakui perlunya inovasi tambahan untuk memikat konsumen, termasuk pengembangan teknologi baterai generasi terbaru. Ia tetap menaruh harapan besar pada model Nissan Leaf terbaru untuk bersaing di pasar global.
Sebagai bentuk penguatan daya saing, Nissan terus memperkokoh aliansi strategisnya dengan Renault dan Mitsubishi Motors. Respons pasar pun mulai menunjukkan sedikit sentimen positif, di mana saham perusahaan sempat naik tipis 0,5 persen pada perdagangan terakhir setelah tertekan sepanjang tahun.
(ANJAR LEKSANA / WH)
Baca Juga: Masa Depan Otomotif Nasional Pasca-Insentif EV: Analisis Pelaku Industri dan Ekonom di IIMS 2026
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Nissan Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature