Ferrari: Amalfi Bukan Model GT, Kami Hanya Buat Mobil Sport
Disebut bahwa sebuah GT tidak memiliki performa sejatinya mobil sport.
KUALA LUMPUR, Carvaganza - Dalam jagat otomotif, garis pemisah antara Grand Tourer (GT) dan Sports Car sering kali menjadi abu-abu. Namun, bagi Ferrari, batasan itu sangatlah penting. Melalui peluncuran Ferrari Amalfi, pabrikan asal Maranello ini kembali menegaskan filosofi purist mereka: setiap unit yang keluar dari pabrik adalah mobil sport, tanpa pengecualian.
KEY TAKEAWAYS
Apakah Ferrari Amalfi adalah sebuah Grand Tourer (GT)?
Secara teknis, Ferrari menolak label GT tradisional. Mereka menyebut Amalfi sebagai "mobil sport untuk penggunaan sehari-hari" karena performanya tetap setara dengan mobil balap murni.Siapa target utama pengemudi Ferrari Amalfi?
Targetnya adalah "Pengemudi Mobil Sport", yaitu mereka yang suka berkendara setiap hari di kota atau jalan berkelok dengan penumpang, namun tetap menginginkan performa mesin yang luar biasa.Emanuele Carando, Ferrari Head of Global Product Marketing, meluruskan miskonsepsi yang sering menghantui model-model Ferrari yang memiliki konfigurasi kursi lebih dari dua atau tingkat kenyamanan lebih tinggi.
Foto: Ferrari
Salah Kaprah 'GT'
Saat ditanya apakah Amalfi layak disebut sebagai GT mewah tradisional, Carando menjawab dengan tegas bahwa Ferrari tidak membuat mobil GT dalam definisi modern yang sering kali dianggap "kurang bertenaga" dibanding mobil sport murni.
"GT adalah mobil yang lebih halus dengan performa murni... Sebenarnya, konsep GT adalah konsep yang agak kasar di benak orang-orang karena setiap kali Anda memikirkan GT, Anda memikirkan mobil yang benar-benar merupakan mobil sport," ujar Carando, dalam sesi wawancara eksklusif di Kuala Lumpur, Malaysia.
Baca Juga: Ferrari Amalfi Untuk Miliarder yang Peduli Gaya Tanpa Pamer
Ia menjelaskan bahwa pada era 1960-an, GT sejatinya adalah mobil balap jarak jauh yang membutuhkan performa luar biasa namun dengan sedikit tambahan kenyamanan agar bisa dipacu selama 24 jam penuh, sehingga terbentuk balap ketahanan. Sayangnya, definisi itu bergeser di masa kini. Menurutnya, label GT sekarang sering diasosiasikan dengan penurunan performa, sesuatu yang sangat dihindari oleh Ferrari.
"Klien Pilot" vs "Pengemudi Mobil Sport"
Ferrari membagi profil penggunanya menjadi dua kategori besar untuk menjelaskan posisi Amalfi di pasar. Pertama adalah “Klien Pilot” alias pembalap; mereka yang memburu performa di lintasan balap, biasanya berkendara sendirian secara agresif di akhir pekan. Kedua yakni Pengemudi Mobil Sport; mereka yang menginginkan performa luar biasa namun untuk penggunaan harian. Inilah segmentasi Amalfi.
Amalfi dirancang sebagai "mobil sport untuk penggunaan sehari-hari". Ia tetap memiliki DNA balap, namun dioptimalkan untuk jalan berkelok, penggunaan di dalam kota, dan mampu menampung penumpang di samping maupun belakang tanpa mengorbankan sensasi berkendara yang tajam.
Foto: Ferrari
Evolusi Nyata Melampaui Ferrari Roma
Salah satu tantangan terbesar Ferrari saat memperkenalkan Amalfi adalah meyakinkan konsumen—terutama pengguna setia Ferrari Roma—bahwa mobil ini bukanlah sekadar penyegaran estetika, melainkan sebuah lompatan teknis.
Berdasarkan testimoni dari pasar Eropa yang dianggap relevan untuk calon konsumen di Asia Tenggara, para klien awalnya sempat skeptis mengenai perbedaan antara Amalfi dan pendahulunya, Roma. Namun, persepsi tersebut berubah drastis setelah mereka berada di balik kemudi.
"Komentar kuncinya adalah, ketika Anda memperkenalkan mobil itu kepada saya, saya tidak benar-benar mengerti bagaimana ini merupakan pengembangan dibandingkan dengan Roma. Sekarang saya telah mengendarainya, saya benar-benar mengerti bahwa ini adalah langkah maju," ungkap Carando menirukan testimoni pelanggannya.
Pasar sejauh ini menilai Amalfi sebagai "langkah maju" dalam tiga aspek krusial:
- Kemampuan Mengemudi (Driveability): Respons kendaraan yang lebih intuitif.
- Keserbagunaan (Versatility): Kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi jalan harian.
- Ruang Kabin: Optimalisasi ruang yang memberikan kenyamanan lebih tanpa menghilangkan aura kabin mobil balap.
Foto: Ferrari
Dengan Amalfi, Ferrari berhasil membuktikan bahwa sebuah mobil sport bisa menjadi "jinak" untuk dipakai harian bekerja atau ke restoran mewah. Namun di saat bersamaan tetap menyimpan "buasnya" performa sport yang mampu membuat jantung berdegup kencang saat pedal gas diinjak dalam.
(WAHYU HARIANTONO)
Baca Juga: 5 Hal Penting Ferrari Amalfi, Dari Penamaan Baru Sampai Penebusan 'Dosa'
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Ferrari Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature