Beroperasi Penuh, Pabrik Hyundai Bisa Lahirkan 1 Mobil Setiap 180 Detik
JAKARTA, Carvaganza – Setelah melewati krisis semi konduktor Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) memastikan akan meningkatkan produksinya hingga empat kali lipat di tahun ini. Fasilitas pabrik HMMI di Cikarang ditargetkan dapat memproduksi 150.000 kendaraan per tahunnya dengan kemampuan produksi 320 unit dalam satu hari.
Setiap harinya HMMI memproduksi 60 unit Hyundai Ioniq 5, Creta yang bisa diproduksi 150 hingga 180 unit, Stargazer X 100 unit dan Santa Fe 10 unit. Meski demikian, HMMI juga menyesuaikan dengan permintaan konsumen baik di dalam maupun untuk kebutuhan ekspor ke negara-negara lain. Sebelumnya, saat dalam masa krisis semi konduktor pabrik hanya mampu memproduksi sekitar 5 – 10 unit per harinya.
“Pabrik kami setiap 180 detik memproduksi satu unit mobil Hyundai. Dan ini kebutuhannya tidak hanya untuk konsumen di dalam negeri tetapi juga ke 70 negara di seluruh dunia,” kata Fajar Ahya, Assembly Process Engineer HMMI.
Untuk memproduksi ratusan kendaraan tersebut, HMMI mempekerjakan 450 tenaga assembly dengan 10 persen bantuan robot. Sehingga proses produksi dapat terus digenjot hingga mencapai target 150 ribu unit per tahunnya. Bahkan pabrik seluas 77,6 hektar ini diklaim memiliki kapasitas produksi hingga 250 unit per tahunnya.
Baca Juga: Punya Pabrik di Indonesia, Hyundai Lirik Peluang Jual Mobil Listrik Murah
Meski demikian, saat ini pabrikan juga memprioritaskan produksi Hyundai Stargazer untuk kebutuhan pasar lokal. Sedangkan Hyundai Ioniq 5 yang diproduksi di HMMI, Cikarang, 100 persen untuk konsumen di Tanah Air dan tidak masuk dalam kuota ekspor. Sementara untuk model Santa Fe, memiliki part yang berbeda dengan model lainnya sehingga produksinya tidak terlalu banyak sekitar 10 unit per harinya.
Selain itu, Hyundai Motors Indonesia juga telah berinvestasi untuk pembangunan pabrik baterai di Tanah Air. Setelah pabrik tersebut beroperasi HMID juga berencana untuk memproduksi mobil listrik dengan harga yang terjangkau. Meski belum dikatakan secara spesifik, namun rencana ini sudah mulai diungkapkan oleh pihak Hyundai.
"Kita ada kemungkinan (EV murah) karena nanti baterai sudah diproduksi di Indonesia sudah pasti biaya logistik akan terpangkas. Karena yang seharusnya nikel dikirim keluar lalu balik dalam bentuk baterai itu akan diproduksi di Indonesia. Jadi dengan kata lain, cost yang lebih murah harapannya bisa memproduksi mobil listrik yang lebih sesuai dengan market di Indonesia," kata Chief Operating Officer (COO) PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto.
Frans kemudian mengatakan, setelah nantinya pabrik baterai Hyundai di Indonesia telah beroperasi kemungkinan besar Hyundai akan merilis model dengan harga yang lebih terjangkau.
Saat ini, HMID memasarkan dua model kendaraan listriknya di antaranya Ioniq 5 yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp600 jutaan hingga Rp800 jutaan. Sementara Ioniq 6 yang diluncurkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2023 sudah resmi dipasarkan dengan harga Rp1,19 miliar. Tentu saja kehadiran kendaraan listrik Hyundai dengan harga terjangkau ini dapat memberikan pilihan baru dan meramaikan pasar otomotif Tanah Air.
(ALVANDO NOYA / WH)
Baca Juga: Harga BBM Naik Lagi Oktober 2023, Pertamax Tembus Rp14.000 per Liter
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Hyundai Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature

