Menantang Adrenalin di AMG Speedway Korea, Uji Buasnya Monster V8 dan Ketangguhan G-Class
Menjelajahi sirkuit pertama di dunia yang mengusung nama AMG, merasakan sensasi GT 63S hingga kapabilitas off-road GLS 580 di Yongin
SEOUL, Carvaganza - Hanya butuh waktu sekitar satu jam berkendara meninggalkan hiruk pikuk Seoul menuju kawasan Yongin untuk melihat pemandangan kota berganti menjadi perbukitan hijau yang asri. Di balik ketenangan alam tersebut, tersembunyi sebuah lokasi yang menjadi tempat sakral bagi para pemuja kecepatan yakni AMG Speedway. Sirkuit ini memegang catatan sejarah penting sebagai lintasan balap pertama di dunia yang secara resmi menyandang nama divisi performa tinggi Mercedes-Benz.
KEY TAKEAWAYS
Di mana lokasi AMG Speedway berada?
AMG Speedway terletak di kawasan Yongin, sekitar satu jam perjalanan darat dari pusat kota Seoul, Korea Selatan.Bagaimana spesifikasi teknis dari lintasan AMG Speedway?
Lintasan ini memiliki panjang total 4,346 kilometer dengan 16 tikungan yang terdiri dari kombinasi tikungan teknis dan trek lurus untuk kecepatan tinggi.Kehadiran saya di lintasan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan global setelah peluncuran All-New C-Class Electric. Mercedes-Benz mengajak untuk merasakan langsung program AMG Experience yang dirancang khusus mengeksplorasi kemampuan mesin-mesin buas hasil racikan Affalterbach.
Foto: Mercedes-Benz
Sirkuit ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat dan mendalam dalam industri otomotif di Korea Selatan. Sebelum bertransformasi penuh menjadi AMG Speedway pada Mei 2018, lintasan ini beroperasi di bawah kemitraan strategis antara Mercedes-Benz Korea dan Samsung Group. Pada masa itu, sirkuit ini dikenal dengan nama Everland Speedway yang pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 1995.
Sebagai sirkuit permanen pionir di Korea, tempat ini telah melewati berbagai tahap renovasi besar guna memenuhi standar internasional yang ketat. Panjang lintasannya tercatat 4,346 kilometer dengan total 16 tikungan yang menawarkan kombinasi teknis menantang hingga trek lurus panjang untuk menguji kecepatan puncak.
Menjinakkan Monster di Lintasan Aspal
Sesi pertama langsung menghadapkan saya dengan lini kasta tertinggi dalam jajaran model Mercedes-AMG. Tanpa ragu, saya segera menuju Mercedes-AMG GT 63S Coupe yang berada tepat di belakang Mercedes-AMG GT 63S 4-Door Coupe sebagai kendaraan pemandu. Berada di balik kemudi monster ini menciptakan sensasi yang sangat kontras antara kemewahan material kabin dengan kebrutalan performa mesin 4.0L V8 Biturbo yang bersembunyi di balik kap mesinnya.
Foto: OTO/Odi
Ketika mode berkendara diatur pada Sport+ dan pedal gas diinjak secara dalam, dorongan torsi sebesar 800 Nm terasa begitu menyesakkan dada namun sangat memuaskan. Meski bodi mobil ini memiliki dimensi yang cukup besar, ia tetap terasa sangat lincah dan tajam saat masuk maupun keluar tikungan, sehingga memberikan kepercayaan diri penuh bagi siapa pun yang mengemudikannya.
Pengalaman berlanjut dengan berganti kemudi ke Mercedes-AMG SL 63 yang menawarkan karakter yang jauh berbeda dibandingkan keluarga GT 63S. SL 63 menyajikan sisi romantis dari sebuah roadster berperforma tinggi dengan penggunaan atap soft top yang klasik. Saat atap terbuka, raungan knalpot mesin V8 terdengar jauh lebih intim tanpa ada penghalang antara telinga pengemudi dengan saluran pembuangan.
Foto: Mercedes-Benz
Walaupun memiliki aura Grand Tourer yang sangat kental untuk perjalanan jarak jauh, SL 63 tetap menunjukkan taringnya saat dipacu habis-habisan di dalam sirkuit. Keseimbangan bobot yang presisi serta pusat gravitasi yang rendah membuatnya sangat stabil saat melibas tikungan panjang, membuktikan bahwa mobil ini tidak hanya unggul dalam penampilan, tetapi juga sangat kompeten untuk melahap lintasan balap.
Menaklukkan Medan Liar di SUV Experience Center
Area AMG Speedway ternyata tidak hanya menawarkan lintasan aspal yang mulus, tetapi juga memiliki SUV Experience Center yang berada dalam kawasan yang sama. Di lokasi ini, karakter tangguh dari model-model SUV Mercedes-Benz diuji melalui berbagai rintangan off-road yang ekstrem.
Foto: OTO/Odi
Pengalaman disopiri oleh instruktur profesional menggunakan Mercedes-AMG G 63 di habitat aslinya memberikan pemahaman mendalam mengapa mobil ini menyandang status sebagai legenda hidup. Berbekal tiga diferensial yang dapat dikunci secara mandiri, G 63 mampu mendaki tanjakan yang sangat curam serta melintasi kemiringan sisi yang ekstrem tanpa menunjukkan keraguan sedikit pun.
Hal yang tak kalah menarik adalah saat Mercedes-Benz GLS 580 4Matic turut diuji di area off-road tersebut. Meskipun secara kasta diposisikan sebagai SUV mewah berkapasitas tujuh penumpang yang mengutamakan kenyamanan keluarga, GLS 580 menunjukkan kapabilitas yang mengejutkan saat harus melintasi kubangan air yang cukup dalam serta jalur yang sangat berlumpur.
Foto: Mercedes-Benz
Fitur E-Active Body Control bekerja secara aktif untuk menyesuaikan setiap suspensi secara independen, memastikan kabin tetap berada dalam kondisi stabil dan nyaman bagi penumpang meskipun roda-rodanya sedang berjuang keras mencari traksi di atas permukaan tanah yang tidak rata. Seluruh pengalaman di AMG Speedway ini memberikan gambaran nyata bahwa setiap kendaraan berlogo bintang sudut tiga dirancang dengan integritas teknis yang luar biasa, baik untuk mengejar catatan waktu di sirkuit balap maupun untuk menaklukkan tantangan alam liar yang paling sulit sekalipun. (ANINDIYO PRADHONO)
Baca Juga: Mercedes-Benz All-New C-Class Electric Tandai Era Baru Sedan Premium Listrik
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Mercedes Benz Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature