LEBARAN DRIVE 2023: Kepraktisan Mercedes-Benz GLB 200 Nikmati Liburan di Jakarta

  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-15.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-6.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-5.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-4.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-30.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-17.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-14.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-22.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-23.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-40.jpg
  • 2023/05/Mercedes-Benz-GLB-200-Lebaran-Drive-2023-20.jpg

JAKARTA, Carvaganza - Di antara 11 mobil yang dilibatkan untuk meriahkan Lebaran Drive 2023, ada Mercedes-Benz GLB 200. Memang sudah bukan terbilang model baru untuk pasar Indonesia, tetapi kehadirannya mewakili SUV 7-seater dari segmen premium. Dan seperti yang telah diterangkan sebelumnya, kali ini OTO Media Group mengangkat tema mobil 7-seater untuk menemani masa libur Lebaran.

Di Indonesia sendiri, GLB telah resmi mengaspal sejak 2020 lalu. Dan kehadirannya pada Lebaran Drive 2023 melengkapi komposisi lini kendaraan yang berpartisipasi, mengisi segmen mobil premium. Kebetulan pada kesempatan ini, kami tidak membawanya untuk mudik ke kampung halaman. Karena saya sendiri memang selalu berlebaran di Ibukota, yang kebetulan sepi di masa libur. Padahal penasaran juga merasakan SUV ini untuk menempuh perjalanan jauh.

Sedikit intermezzo. GLB adalah model SUV 7-seater yang dikembangkan pakai platform yang awalnya melahirkan Mercedes-Benz A-Class, CLA, dan GLA. Salah satu model dari lini NGCC (New Generation Compact Car) dari mereka ini menawarkan kapasitas penumpang yang lebih banyak dalam dimensi yang ringkas. Hanya satu varian, yaitu GLB 200 Progressive Line, yang ditawarkan untuk pasar Tanah Air.

Mercedes-Benz GLB 200 Lebaran Drive 2023

Desain eksterior GLB cenderung beda dibanding model SUV Mercedes umumnya. Perangainya boxy, siluet atap panjang, tidak seperti GLA, GLC dan GLE. Sepintas proporsi siluet dan desain lampunya membuat GLB seperti GLS versi kecil. Velg 18 inci yang dipakainya menarik, dengan visual two-tone yang membuat palangnya seakan ramping sporty, padahal sebenarnya lebar cenderung menutup seperti aerospoke.

Baca Juga: LEBARAN DRIVE 2023: 7 Fitur Unggulan Mercedes-Benz GLB Sebagai SUV 7-Seater Premium

Saya langsung teringat dengan A-Class begitu masuk ke kabinnya, khususnya di kokpit. Tatanan desain dashboard sangat khas, khususnya kombinasi trim piano black dan ventilasi AC berbentuk turbin. Bedanya, dashboard bagian penumpang diberi aksen panel seperti pegangan, ala milik Gelandewagen. Dimensi kompaknya sangat terasa saat duduk di jok berlapis kulit Artico hitamnya, terutama karena jarak kaki ke konsol tengah yang dekat.

Impresi berkendara GLB 200 bermesin 1.300 cc terasa linear dan bersahabat untuk menjadi pengarung jalan perkotaan. Walaupun dibekali turbocharger, respons awalnya terbilang halus, dan sedikit berjeda. Karena mesin bensin ini menyalurkan tenaga 163 hp dan torsi 250 Nm melalui transmisi otomatis dual-clutch 7-speed. Untuk yang belum familiar dengan tipe gearbox ini memang perlu membiasakan diri.

Tidak sulit untuk mendapatkan puncak performa mesin GLB. Di putaran tengah, torsi mesin terasa sangat padat tersalurkan. Ini bahkan didapatkan tanpa mengganti driving mode dari Comfort. Ada empat mode tersedia selain Comfort, yaitu Eco, Sport, dan Individual. Tapi menurut saya GLB sudah sangat cukup dikendarai di mode Comfort.

Mercedes-Benz GLB 200 Lebaran Drive 2023

Visibilitas dari kursi kemudi tidak ada keluhan. Ke arah depan luas, disertai posisi kap mesin tegak tinggi yang memudahkan perkiraan jaga jarak. Begitu pun ke samping dan belakang. Paling hanya soal kaca film yang gelap ketika malam, yang agak mengganggu pandangan ke spion luar saat akan parkir. Ambient light jika pakai warna mencolok dan kecerahan tinggi juga akan memantul di kaca bagian pilar A.

Harus diacungi jempol kekedapan kabinnya. Walau terbilang model entry level, tapi kabin GLB punya level kesenyapan sebanding dengan C-Class. Saat bermanuver sambil menikmati kemudinya yang progresif dan ringan jadi nyaman. Sejumlah tombol untuk mengakses infotainment, cruise control dan speed limiter mudah dijangkau. Mungkin untuk memakai trackpadnya saja yang perlu dibiasakan, yang bisa mengakses sistem infotainment MBUX dan meter cluster.

Tapi sayangnya, harus diakui kalau redaman suspensinya terbilang keras dan kaku. Ini lebih terasa khususnya saat melaju di kecepatan rendah, ketika menjelajah jalanan dalam kota. Bahkan saat melindas pita kejut saja body mobil sangat terasa berguncang. Saya sebagai pengemudi mungkin bisa memprediksiniya begitu lewati jalan bergemlombang, namun efeknya lebih terasa untuk penumpang. Suspensi akan lebih nyaman ketika GLB diajak melaju agak kencang di jalan tol, juga saat bermanuver lewati tikungan panjang. Efek dari suspensi yang terasa keras bisa membuat body roll lebih teredam.

Mercedes-Benz GLB 200

Untuk urusan ADAS (Active Driving Assistance System), Mercedes-Benz memang tidak melimpahkan fitur ini di GLB. Karena hanya ada Active Parking Assist, Active Brake Assist, dan Blind Spot Assist disediakan. Tapi justru saya apresiasi ini, karena setidaknya selama liburan dan menyetir santai, saya tidak harus sering-sering mendengar suara peringatan dan intervensi fitur berkendara otonom seperti banyak mobil baru saat ini. Peringatan hanya muncul di spion ketika ada kendaraan lain di area blind spot, dan sensor parkir.

Active Parking Assist semakin terasa kehadirannya pada masa liburan. Karena ketika berkunjung ke pusat keramaian seperti mal, seringkali area parkir ramai dan penuh. Dan ketika cukup dilelahkan berkeliling mencari tempat parkir kosong, fitur ini menjadi solusi. Diaktifkan bersama Parktronic, sistem akan membaca tempat parkir kosong. Ketika ketemu dan dikonfirmasi oleh pengemudi, GLB akan melakukan parkir otomatis, baik paralel maupun seri. Fungsi kemudi dan pedal gas dan rem diambil alih oleh sistem.

Baca Juga: LEBARAN DRIVE 2023: Mudik Pakai Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Langsung Ditaksir Keluarga

Bicara soal sistem infotainment yang dikemas sebagai MBUX (Mercedes-Benz User Experience), sebenarnya sudah cukup akomodatif untuk kebutuhan berkendara. Tapi lebih fleksibel dengan mendukung koneksi Apple CarPlay dan Android Auto. Khususnya dalam mengakses Google Maps, Waze, serta Spotify. Gimik Linguatronic sebagai fitur voice command juga cukup membuat aksesnya praktis, seperti untuk pengaturan AC, audio, bahkan mengganti warna ambient light tanpa lepas tangan dari setir.

Penumpang bisa menikmati kenyamanan premium selama perjalanan. Khususnya untuk di kursi baris kedua, jika tidak ada penumpang di baris ketiga, posisinya bisa dimundurkan untuk dapat legroom lebih lega. Sangat lega bahkan. Kursi baris ketiga juga terbilang layak untuk penumpang dewasa duduk. Dengan kompromi posisi duduk penumpang baris kedua dimajukan.

Mercedes-Benz GLB 200 Lebaran Drive 2023

Mercedes-Benz GLB 200 menjadi mobil dengan label termahal di lini Lebaran Drive 2023, yaitu Rp1,02 miliar off the road. Dengan mengajaknya berkeliling Jakarta selama masa libur dua pekan, GLB punya komposisi yang cukup sebagai SUV premium yang praktis dan berfitur canggih. Tidak berlebihan namun tidak kurang juga. Keluhan saya lebih kepada suspensinya yang terbilang keras seperti dijelaskan di atas.

Bisa dibilang GLB membuka kelas baru di pasar premium. Karena nyaris tidak ada kompetitor langsung baginya di segmen premium. Jika untuk sesama pabrikan Jerman, hanya Volkswagen Tiguan Allspace yang menandinginya sebagai SUV 7-seater. BMW X7 terlampau tinggi kelasnya untuk bersaing dengan GLB.
(WAHYU HARIANTONO)

Baca Juga: LEBARAN DRIVE 2023: Praktis! Fitur di Hyundai Staria Satu Ini Tidak Dimiliki Kompetitor

Pelajari lebih lanjut tentang Mercedes Benz GLB-Class

  • Tampak Depan Bawah Mercedes Benz GLB-Class
  • Tampak samping GLB-Class
  • Tampak Grille GLB-Class
  • Fog lamp depan GLB-Class
  • Lampu depan GLB-Class
  • lampu belakang GLB-Class
  • Pelek GLB-Class
  • Knalpot GLB-Class
  • Roof rail GLB-Class
  • Mercedes Benz GLB-Class Front Side View
  • Mercedes Benz
  • Mercedes Benz GLB-Class Drivers Side Mirror Rear Angle
Mercedes Benz GLB-Class
Rp 1,12 Milyar Cicilan mulai dari : Rp 25,55 Juta

Mobil Mercedes Benz Lainnya

  • Mercedes Benz E-Class
    Mercedes Benz E-Class
  • Mercedes Benz EQS
    Mercedes Benz EQS
  • Mercedes Benz GLE-Class
    Mercedes Benz GLE-Class
  • Mercedes Benz A-Class Sedan
    Mercedes Benz A-Class Sedan
  • Mercedes Benz C-Class Sedan
    Mercedes Benz C-Class Sedan
  • Mercedes Benz CLA-Class
    Mercedes Benz CLA-Class
  • Mercedes Benz GLA-Class
    Mercedes Benz GLA-Class
  • Mercedes Benz GLC-Class
    Mercedes Benz GLC-Class
  • Mercedes Benz GLS-Class
    Mercedes Benz GLS-Class
  • Mercedes Benz A-Class
    Mercedes Benz A-Class
  • Mercedes Benz AMG GT
    Mercedes Benz AMG GT
  • Mercedes Benz CLE Coupe
    Mercedes Benz CLE Coupe
  • Mercedes Benz CLS-Class
    Mercedes Benz CLS-Class
  • Mercedes Benz EQA
    Mercedes Benz EQA
  • Mercedes Benz EQB
    Mercedes Benz EQB
  • Mercedes Benz EQE
    Mercedes Benz EQE
  • Mercedes Benz EQE SUV
    Mercedes Benz EQE SUV
  • Mercedes Benz EQS SUV
    Mercedes Benz EQS SUV
  • Mercedes Benz G-Class
    Mercedes Benz G-Class
  • Mercedes Benz GLB-Class
    Mercedes Benz GLB-Class
  • Mercedes Benz Maybach GLS-Class
    Mercedes Benz Maybach GLS-Class
  • Mercedes Benz Maybach S-Class
    Mercedes Benz Maybach S-Class
  • Mercedes Benz S-Class
    Mercedes Benz S-Class
  • Mercedes Benz SL-Class
    Mercedes Benz SL-Class
  • Mercedes Benz Sprinter
    Mercedes Benz Sprinter
  • Mercedes Benz V-Class
    Mercedes Benz V-Class

Featured Articles

Read All

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Mercedes Benz Pilihan

Pilihan mobil untuk Anda

  • Mazda CX 9
    Mazda CX 9
    Rp 903,3 - 983,3 Juta
    • Petrol
    • SUV
    • 2488 cc
    • Otomatis
  • Audi Q5
    Audi Q5
    Rp 1,31 Milyar
    • Petrol
    • SUV
    • 1984 cc
    • Otomatis
  • BMW X1
    BMW X1
    Rp 985 Juta
    • Petrol
    • SUV
    • 1499 cc
    • Dual Clutch
  • Hyundai Palisade
    Hyundai Palisade
    Rp 910 Juta - 1,22 Milyar
    • Diesel
    • SUV
    • 2198 cc
    • Otomatis
  • Toyota bZ4X
    Toyota bZ4X
    Rp 1,19 Milyar
    • Electric
    • SUV
    • Otomatis

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Artikel Feature