GAC Aion Siap Genjot Kandungan Lokal, Targetkan TKDN 60 Persen
GAC Indonesia mulai memperluas jaringan vendor lokal dan mempertimbangkan suplai baterai domestik guna memenuhi regulasi pemerintah
JAKARTA, Carvaganza - Pemerintah Indonesia kian serius memacu akselerasi ekosistem kendaraan listrik (EV) melalui instrumen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, ambang batas kandungan lokal untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 40 persen. Kebijakan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan strategi besar untuk memastikan investasi otomotif tidak hanya berhenti pada aktivitas impor unit, tetapi juga membangun basis manufaktur dan rantai pasok yang kokoh di dalam negeri.
KEY TAKEAWAYS
Berapa target TKDN GAC Aion di Indonesia saat ini?
Sesuai regulasi pemerintah untuk tahun 2026, GAC Aion memenuhi ambang batas minimal 40 persen dan tengah bersiap meningkatkan kandungan lokal hingga 60 persen untuk periode berikutnyaDi mana lokasi perakitan mobil GAC Aion di Indonesia?
GAC Aion dirakit secara lokal (CKD) di fasilitas perakitan PT National Assemblers milik Indomobil GroupPersiapan GAC Aion Menuju Standar 60 Persen
Menanggapi regulasi tersebut, CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan porsi komponen lokal pada lini produk Aion. Meski saat ini syarat 40 persen masih berlaku, industri otomotif nasional akan segera menghadapi tantangan baru di tahun-tahun mendatang dengan kenaikan standar TKDN wajib menjadi 60 persen.
"Untuk syarat TKDN tahun ini memang 40 persen, namun selanjutnya akan naik menjadi 60 persen. Kami tengah mempersiapkan hal tersebut dengan mengembangkan relasi jaringan vendor dan supplier lokal. Baterai tentu memegang peran besar, dan kami akan melihat kemungkinannya untuk disuplai dari lokal ke depannya," ungkap Andry saat memberikan keterangan di Guangzhou, Cina.
Foto: Aion
Transformasi dari Penjualan ke Komitmen Industri
Saat ini, unit GAC Aion di Indonesia telah dirakit secara lokal (CKD) melalui PT National Assemblers di bawah naungan Indomobil Group. Langkah ini menjadi titik awal bagi GAC untuk memperdalam struktur produksi mereka. Guna mengejar target 60 persen, perusahaan mulai fokus kepada pengembangan kemitraan dengan industri pendukung di dalam negeri.
Upaya ini menandakan pergeseran strategi bagi para pemain otomotif baru; dari yang semula hanya fokus pada penguasaan pasar (market entry), kini bergeser menjadi komitmen industrial yang nyata. Indonesia tidak lagi dipandang sebagai sekadar tempat berjualan, melainkan basis produksi jangka panjang yang terintegrasi.
Dampak Positif bagi Konsumen
Peningkatan angka TKDN ini diprediksi akan memberikan efek domino yang menguntungkan. Dari sisi industri, terjadi transfer teknologi dan penguatan kapasitas manufaktur nasional. Bagi konsumen, penetrasi komponen lokal yang lebih dalam biasanya berdampak pada harga jual yang lebih kompetitif, ketersediaan suku cadang yang lebih terjamin, serta layanan purnajual yang lebih responsif.
Meski demikian, tantangan nyata masih membayangi, mulai dari kesiapan standar kualitas supplier lokal hingga efisiensi produksi agar tetap bisa bersaing dengan produk global. Namun, dengan dorongan regulasi yang konsisten dari pemerintah, jalan menuju kemandirian industri kendaraan listrik di Tanah Air kini semakin terbuka lebar. (ANJAR LEKSANA/AP)
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil GAC Pilihan
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza