Didukung Mercedes-Benz, Farasis Energy Kembangkan Baterai Solid-State 500 Wh/kg
Produksi mulai dilakukan akhir 2025, untuk lebih dulu didistribusikan ke mitra strategis.
STUTTGART, Carvaganza - Farasis Energy, perusahaan yang disokong Mercedes-Benz membuka informasi terbaru terkait pengembangan baterai solid-state. Hal tersebut disampaikan saat pertemuan dengan investor pada pekan lalu. Berdasarkan dokumen yang dirilis, perusahaan menegaskan tengah mempercepat penelitian, produksi pilot dan industrialisasi dari catu daya solid-state berbahan sulfida.
KEY TAKEAWAYS
Apa itu baterai solid-state yang dikembangkan Farasis Energy?
Baterai solid-state Farasis menggunakan elektrolit padat berbahan sulfida dengan kepadatan energi 400–500 Wh/kg. Teknologi ini lebih aman, efisien, dan memiliki performa lebih tinggi dibanding baterai cair konvensional.Untuk apa saja baterai solid-state Farasis digunakan?
Selain kendaraan listrik, baterai ini juga dikembangkan untuk mobilitas udara perkotaan, kendaraan niaga energi baru, serta robot humanoid.Pengembangan generasi pertama Farasis telah melewati tahap pengembangan di laboratorium. Di mana ia kini memasuki tahap produksi pilot dan pengiriman. Proyek tersebut menciptakan baterai solid-state sulfida 0,2 GWh yang dijadwalkan selesai sebelum akhir 2025, bersamaan dengan pengiriman batch awal ke mitra strategis.
Farasis menegaskan baterai generasi pertama itu mampu menyuguhkan kepadatan energi 400–500 Wh/kg melalui kombinasi katoda nikel tinggi dan anoda silikon tinggi. Ambisi perusahaan tidak berhenti di tahap tersebut. Setelah generasi pertama, Farasis menyiapkan model kedua yang dijadwalkan meluncur pada 2026.
Teknologi ini akan menggunakan anoda logam litium, sementara katodanya memakai material mangan kaya litium atau ternary dengan kadar nikel tinggi. Target energinya dipatok 500 Wh/kg. Generasi ketiga yang lebih ambisius disiapkan setahun kemudian dengan kapasitas melampaui 500 Wh/kg.
Baca Juga: Bukan Cuma Ingin Kalahkan, Hypercar EV Cina Ini Juga Jiplak Desain Bugatti
Sebagai informasi, Farasis sudah punya portofolio penggunaan komersial untuk baterai semi-solid-state hingga level GWh. Harganya sendiri sedikit lebih mahal 5 hingga 10 persen dibanding baterai cair konvensional. Mereka memperkirakan pengiriman akan meningkat tajam pada 2026.
Basis produksi mereka yang tersebar di Zhenjiang, Ganzhou dan Guangzhou diungkapkan telah kompatibel untuk melakukan produksi. Mereka pun disiapkan untuk memperbesar skala produksi solid-state dengan target kapasitas GWh pada 2026.
Kemajuan teknologi ini bukan hanya diarahkan ke kendaraan listrik. Farasis telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemain besar seperti Xpeng AeroHT, GAC Group hingga produsen kendaraan niaga energi baru di Tiongkok. Kolaborasi tersebut difokuskan pada aplikasi canggih, mulai dari mobilitas udara perkotaan hingga robot humanoid.
Untuk sektor robotika, Farasis bahkan sudah melangkah lebih jauh dengan mengenalkan baterai solid-state generasi pertama. Sampel sudah dikirimkan kepada perusahaan besar di bidang tersebut, dan kini mereka menggarap pengembangan bersama. Sel baterai yang digunakan tetap mengandalkan elektrolit padat sulfida, katoda nikel tinggi dan anoda silicon. Di mana ia menghasilkan kepadatan energi 400 Wh/kg.
Pengujian ketahanan pun telah dilakukan. Produk ini lolos tes penusukan paku, ruang termal dengan suhu hingga 250 derajat celsius dan uji shear. Farasis menekankan bahwa baterai untuk robot humanoid dibuat dengan ukuran serta mode keluaran khusus demi menjaga bobot tetap ringan, jarak tempuh lebih jauh dan tingkat keamanan tinggi.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga:
YangWang U9 Klaim Kalahkan Rekor Kecepatan 496 KM/Jam, Tapi Masih Tunggu Validasi
Aletra Sentuh Jantung Jaksel, Buka Dealer Resmi di Kemang
Sudah Tembus 2.500 Pemesan, Aion UT Dikirim ke Konsumen Bulan Depan
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Mercedes Benz Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature

