Dampak Kebakaran Mobil Listrik Beruntun di Korea, Pemerintah Kaji Regulasi Baru
Insiden membuat masyarakat prihatin saat mobil listrik diparkir di basement.
SEOUL, Carvaganza - Kebakaran mobil listrik di Korea Selatan beberapa waktu lalu mendorong pemerintahnya untuk melakukan pertemuan darurat. Kabarnya mereka akan mengajak beberapa produsen otomotif, termasuk Hyundai Motor Group, Mercedes-Benz Korea dan Volkswagen Group Korea.
Seperti diketahui, kebakaran hebat terjadi di salah satu apartemen di Incheon yang melibatkan Mercedes-Benz EQE. Padahal mobil tersebut telah terparkir selama 3 hari di basement. Akibat insiden itu, sebanyak 140 mobil ikut terbakar dan mengirim 23 orang ke rumah sakit akibat cedera. Kemudian 700 penghuni dikabarkan ikut dievakuasi untuk mengantisipasi bila kebakaran membesar.
Insiden itu pun membuat beberapa pengelola perumahan terutama apartemen melarang mobil listrik memasuki area parkir miliknya. Tentunya hal ini sangatlah tidak baik bagi pasar mobil listrik terutama di Korea Selatan.
Kembali ke soal pertemuan darurat, pemerintah dalam hal ini akan dihadiri kementerian lingkungan bersama kementerian transportasi dan industri. Di mana mereka dikabarkan akan mengeluarkan peraturan komprehensif terkait kebakaran kendaraan listrik. Kemungkinan kebijakan tersebut keluar bulan depan yang berisikan produsen harus memberikan informasi terkait penyedia baterai untuk kendaraan listriknya.
Baca Juga: Hyundai Lirik Segmen Hybrid Meski Tidak Dapat Insentif, Siapkan Model Baru
Langkah ini diduga bertujuan untuk menunjuk perusahaan baterai asal China, seperti Farasis Energy, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas beberapa kebakaran. Namun, perlu dicatat bahwa produsen mobil Korea Selatan seperti Hyundai dan Kia juga telah mengalami kasus kebakaran serupa.
Bila kebijakan tersebut ditetapkan, Profesor Teknik Otomotif di Universitas Osan, Moon Hak-hoon mengungkapkan bahwa hal tersebut memang tidak akan mencegah terjadinya kebakaran. Tapi setidaknya ini akan membantu untuk melakukan sertifikasi terhadap potensi kebakaran dari tiap merek baterai.
Kebakaran mobil listrik di Korea Selatan sendiri bukan pertama kalinya terjadi. Pada awal bulan, Kia EV6 kedapatan terbakar di parkiran. Data menunjukkan bahwa kebakaran di garasi bawah tanah merupakan masalah umum di Korea Selatan. Antara tahun 2013 hingga 2022, terjadi 1.399 kebakaran di garasi bawah tanah, dengan 43,7 persen di antaranya disebabkan oleh kendaraan. Sumber listrik menjadi penyebab 53 persen kebakaran mobil di garasi bawah tanah.
Mobil pengguna baterai memang dikenal lebih sulit dipadamkan dibanding mobil bermesin konvensional. Selain butuh waktu lebih lama, kemungkinan untuk kembali terbakar setelah dipadamkan pun tetap ada. Makanya hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Mengingat tren kendaraan listrik saat ini semakin kuat gaungnya, bahkan global menargetkan populasinya meningkatkan di masa mendatang.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga: Jadi MPV Serbaguna, Fitur V2L di BYD M6 Fasilitasi Kebutuhan Listrik Kapan Saja
Sumber: Reuters
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Mercedes Benz Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature

