Cadillac F1 Ungkap Livery Pra Debut, Ada Nama Engineer Indonesia

Jadi tim paling baru di F1, libatkan Lead Engineer asal Indonesia.

  • 2026/01/Livery-Cadillac-F1-Team-1.jpg
  • 2026/01/Livery-Cadillac-F1-Team-2.jpg
  • 2026/01/Livery-Cadillac-F1-Team-3.jpg
  • 2026/01/Livery-Cadillac-F1-Team-4.jpg

SILVERSTONE, Carvaganza - Audi bukan satu-satunya tim baru yang akan debut di Formula 1 musim 2026. Selain mereka, akan ada Cadillac yang juga siap meramaikan grid, dengan status sebagai tim yang benar-benar baru. Cadillac menandai masa debutnya dengan memperkenalkan livery awal yang akan dipakai untuk sesi tes pramusim.

KEY TAKEAWAYS

  • Siapa engineer asal Indonesia di tim Cadillac F1?

    Engineer asal Indonesia tersebut adalah Stephanus Widjanarko, yang menjabat sebagai Lead Engineer Aero Development di Cadillac F1 Team.
  • Apa peran Stephanus Widjanarko di Cadillac F1?

    Ia bertanggung jawab mengembangkan konsep aerodinamika mobil dari nol, termasuk menerjemahkan regulasi baru F1 2026 ke desain mobil balap Cadillac.
  • Livery diungkap lewat platform media sosial Cadillac F1 Team, dengan status sebagai livery one-off, alias hanya sementara dipakai. Nantinya tim pabrikan asal Amerika Serikat ini akan menggunakan corak yang berbeda untuk dipakai balapan. Pengumuman livery resmi akan digelar pada 8 Februari mendatang, memanfaatkan momentum Super Bowl.

    Untuk sementara jelang debut di sesi tes shakedown di Circuit de Barcelona, Cadillac tampil dengan nuansa hitam dominan. Warna material serat karbon telanjang mendominasi sekujur badan mobil. Sentuhan warna putih menghiasi bagian belakang, tepatnya pada aera engine cover, berupa logo Cadillac dengan ukuran besar. Livery pun tampaknya diterapkan pada template desain mobil sesuai regulasi 2026.

    Livery Cadillac F1 Foto: Cadillac F1

     

    Yang mencuri perhatian justru ada pada area nose cone alias moncongnya. Cadillac memasang daftar nama anggota tim, yang markasnya terbagi di Inggris dan Amerika Serikat. Salah satu dari banyak nama, terdapat nama dari Indonesia yaitu Stephanus Widjanarko, yang terlibat di divisi aerodinamika.

    Baca Juga: Audi Jadi Tim F1 Pertama Debut di 2026, Langsung Ngegas di Trek

    Hadirnya Cadillac sebagai tim ke-11 di grid F1 memperkuat traksi Amerika di kejuaraan jet darat ini. Mereka pun merekrut dua pembalap berpengalaman untuk ikut mengembangkan tim, yakni Valtteri Bottas dan Sergio Perez. Dan pada musim debutnya, Cadillac berlaga memakai power unit Ferrari untuk dipasang pada sasis buatan mereka sendiri.

    Setidaknya selama dua musim Cadillac berlaga di F1 dengan mesin V6 turbo hybrid dari Ferrari. Karena rencananya pada 2028, mereka akan menggunakan power unit hasil pengembangannya sendiri. Dengan hadirnya Cadillac, F1 untuk pertama kalinya akan diisi oleh 22 pembalap dari 11 tim di grid, sejak terakhir kali pada 2016.

    Stephanus Widjanarko Foto: IG @stephanuswidjanarko

     

    Lead Engineer Dari Indonesia

    Indonesia patut ikut berbangga dengan debut Cadillac di F1 musim ini. Lantaran ada anak bangsa yang terlibat di dalam tim dengan peran yang cukup serius. Stephanus Widjanarko bergabung dengan Cadillac F1 Team sebagai Lead Engineer Aero Development.

    Posisi sebagai Lead Engineer menandakan karir Stephanus yang tidak bisa dibilang singkat di F1. Tercatat sudah 12 tahun dirinya berkarir di bidang motorsport yang menuntut kepresisian tingkat tinggi ini.

    Di Cadillac, pria yang akrab disapa Tephie ini bertanggung jawab membangun konsep mobil balap dari nol, bukan sekadar memoles basis desain yang sudah ada. Di dalam tim, ia memimpin riset untuk menerjemahkan regulasi aerodinamika yang baru ke mobil balap yang akan terjun ke lintasan. Bisa dibilang, Tephie punya peran besar pada mobil Cadillac F1 yang akan kita saksikan berlaga di 24 seri balapan musim ini.

    Stephanus Widjanarko Foto: IG @stephanuswidjanarko

     

    Sebelum berlabuh ke Cadillac, karir Tephie sudah membangun karirnya di F1 selama 12 tahun belakangan (2013-2025). Selama periode tersebut, dirinya bergabung di tim Toro Rosso yang kemudian berganti nama menjadi Alpha Tauri dan kini Racing Bulls. Tugas alumnus S1 Teknik Mesin ITB dan S2 Engineering Fluidic Dynamics di University of Twente (Belanda) ini, kala itu terfokus pada sektor aerodinamika, spesifik pada area sayap depan dan nose cone.

    Pencapaian signifikan selama masa aktifnya di tim asal Faenza, Italia itu, adalah kemenangan yang diraih Pierre Gasly pada Grand Prix Italia 2020 di Monza. Kemudian ada juga raihan podium oleh Daniil Kvyat di GP Jerman 2019 dan Gasly di GP Brazil 2019.

    Minat tingginya pada bidang aerodinamika telah mengantarkan Tephie menembus F1 dengan posisi yang patut disegani.
    (WAHYU HARIANTONO)

    Baca Juga: Strategi Baru, Kia Sales Indonesia Resmi Hadir Langsung Dikelola Korea

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature