Alfa Romeo 33 Stradale Bangkit Lagi Sebagai Supercar, Eksklusif dan Langsung Ludes
TURIN, Carvaganza - Alfa Romeo merilis 33 Stradale dalam wujud baru. Mobil sport ikonik yang sudah hadir sejak 1960-an ditransformasi menjadi sangat modern dan menggunakan teknologi terkini. Ia dibangun oleh coachbuilder legendaris dari Italia, Carrozzeria Touring Superleggera yang sering menggarap mobil-mobil unik. Menariknya ia hanya dibuat 33 unit sesuai namanya. Proses pembuatan pun berkolaborasi dengan sang konsumen, sehingga tiap unit menjadi sangat eksklusif sesuai permintaan mereka, alias masing-masing tak ada yang sama.
KEY TAKEAWAYS
Alfa Romeo membangkitkan lagi nama 33 Stradale sebagai model supercar eksklusif
Dibuat untuk bangkitkan lagi ikon klasik di tahun 1960-an, dan hanya diproduksi 33 unitIa disuguhkan dalam dua opsi jantung mekanis, pembakaran konvensional dan pengguna baterai sepenuhnya. Alfa Romeo 33 Stradale pun kemungkinan menjadi model pengguna dapur pacu konvensional terakhir. Soalnya pabrikan berencana memfokuskan bisnisnya pada produk ramah lingkungan berbasis catu daya mulai 2024. Unit mulai diproduksi pada tahun depan, bersamaan dengan ulang tahun pabrikan ke-114 dan dikirim ke konsumen pada Desember 2024.
Versi pengguna piston berkonfigurasi V6 dengan kapasitas 3.0 liter dan disokong turbocharger. Output tercipta mencapai 620 hp yang disalurkan ke roda belakang (rear wheel drive) melalui sistem transmisi otomatis DCT (Dual Clutch Transmission) 8 percepatan. Kemampuan berkendaranya terjaga oleh adanya electronic limited-slip differential.
Sementara versi motor listrik memproduksi 750 hp. Alfa Romeo dalam rilisnya mengungkapkan catatan performa untuk kecepatan tertinggi di 333 km/jam dan mampu melesat dari posisi nol ke 100 km/jam di bawah 3 detik. Kesenangan berkendara konsumen turut didukung mode berkendara terdiri dari Strada (Road) dan Pista (Track). Road memastikan perjalanan nyaman dengan pengiriman tenaga mulus, sensitivitas pedal standar, suspensi lembut, transmisi yang mengalir dan katup exhaust aktif yang hanya membuka ketika putaran mesin berada di atas 5.000 rpm. Sedangkan Track menyemburkan seluruh performa yang dimiliki hingga batas tertinggi.
Baca Juga: Carvaganza Editors' Choice 2023 Digelar, Mulai Seleksi Ratusan Mobil Terbaik
Basis Alfa Romeo 33 Stradale memakai rangka H alumunium yang juga diaplikasikan pada Maserati MC20. Dipadukan sasis monokok serat karbon untuk menjaga kekakuan dan keringanan, sekaligus kekuatan tubuh. Struktur atap terbuat dari carbon fiber dan alumunium yang dihubungkan pintu bergaya kupu-kupu. Makin sempurna lantaran tuning mobil dibantu oleh pembalap Formula 1 mereka, Valtteri Bottas.
Bicara desain, ia merupakan represntasi modern dari 33 Stradale 1960-an. Tampangnya tajam sambil tetap mempertahankan ciri khas Alfa Romeo. Siluet membulat banyak tertanam pada bodi, termasuk di area lampu utama yang juga memiliki desain kompleks dan terlihat dominan. Pada sisi diimbuhkan intake masif sebagai peraup udara untuk pendinginan. Bokong tak kalah atraktif, permainan membulat bahkan menyentuh lampu kombinasi. Kesannya jadi sangar galak berpadu diffuser dan bumper terintegrasi double muffler di kedua tepi.
Urusan kaki-kaki mengandalkan double arm dengan peredam aktif. Bagian depan menganut axle lift untuk menghadapi rintangan di jalan seperti tak rata atau polisi tidur. Ia dapat menaikkan hidung 50 mm ketika bergerak di bawah kecepatan 40 km/jam. Kemudian sistem pengereman mengusung Brembo dengan teknologi brake-by-wire. Cakram besarnya terbuat dari keramik karbon untuk kebutuhan performa tinggi karena dapat menerima panas tinggi. Modelnya berventilasi dan diapit kaliper monoblock alumunium enam piston untuk depan, sedangkan area belakang memanfaatkan kaliper empat piston. Konsumen pun dapat memilih warna penjepit cakram dalam berbagai pilihan, termasuk yang klasik seperti Rosso. Nero dan Giallo.
Interior terkesan sederhana. Dashboard bersih dari tombol-tombol fungsi. Mereka diletakkan di konsol tengah, di mana terdapat layar yang dapat muncul. Di situlah pengguna mengakses berbagai setting. Dashboard tetap dilengkapi lubang ventilasi, tapi dibuat tersembunyi agar nuansa bersih tercapai maksimal. Pada area pengemudi, panel instrumen bak karya seni dengan wujud unik.
Perpaduan analog dengan digital yang dibungkus bingkai asimetris mencuat ke atas. Selanjutnya jok dilapisi kulit Poltrona Frau yang merupakan intrepretasi kontemporer dari mobil asli tahun 60-an. Jok memiliki pengaturan elektrik 6 arah. Material yang sama turut digunakan untuk melapisi kabin mulai dari panel pintu, dashboard dan konsol tengah.
Tertarik meminangnya? Sayangnya unit sudah habis terjual. Alfa Romeo pertama kali menginisiasi pertemuan dengan konsumen potensial pada 2022 saat Grand Prix Italia 2023, di Monza. Ide membangkitkan ikon tersebut nyatanya diterima sangat baik, bahkan dalam beberapa minggu setelah penyampaian ide, seluruh unit sudah ludes dipesan. Soal harga sayangnya tak disebutkan, tapi dari beberapa sumber diketahui konsumen sampai merogoh kocek $2,8 juta atau Rp42,685 miliar untuk membelinya.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga: Toyota Century Bakal Punya Versi SUV, Lawan Cullinan & Bentayga
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature