TEST DRIVE: Mencari Jarak Tempuh Terjauh Wuling Cortez Darion PHEV, Terjang Jakarta Sampai Bali

1.201 km berhasil dicapai dengan sekali isi full tank dan baterai, bahkan belum sampai mesin mati di akhir perjalanan.

Test Drive Wuling Cortez Darion PHEV

DENPASAR, Carvaganza - Carvaganza bersama media nasional lainnya mendapatkan kesempatan untuk menjajal Wuling Cortez Darion PHEV lewat rute Jakarta – Bali beberapa waktu lalu. Hanya berselang beberapa hari setelah peluncurannya, Wuling Motors mengajak media nasional untuk langsung membuktikan efisiensi Cortez Darion PHEV.

KEY TAKEAWAYS

  • Berapa jarak tempuh Wuling Darion PHEV saat diuji dari Jakarta ke Bali?

    Dalam pengujian Carvaganza, Darion PHEV menempuh total 1.201 km tanpa pengisian ulang daya atau bensin selama perjalanan.
  • Berapa konsumsi biaya perjalanan Wuling Darion PHEV dari Jakarta ke Bali?

    Total biaya perjalanan diperkirakan Rp684.953, yang mencakup bensin dan listrik berdasarkan harga saat ini.
  • Perjalanan dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 km ini dibagi menjadi tiga etape. Etape pertama dari Jakarta menuju Solo, dilanjut hari berikutnya Solo menuju Ketapang, dan terakhir Ketapang menuju Denpasar, pulau Bali.

    Menariknya, perjalanan ini dilakukan tanpa mengisi bahan bakar, alias pengisian bahan bakar dan daya listrik baterai sudah dilakukan sejak mula perjalan. Tema test drive ini adalah “How Far Can You Go” yang ingin melihat apakah Darion PHEV dapat tiba di titik akhir tanpa mengisi daya dan memanfaatkan sistem hibrida canggihnya.

    Wuling Cortez Darion PHEV Foto: Oto Group / Tomi

     

    Rasa Berkendara

    Berada di balik kemudi Darion, rasanya serupa dengan tawaran MPV konvensional Wuling lainnya. Tawaran kaca depan yang lebar dengan desain dashboard simpel, membuat pengemudi mendapatkan sudut pandang lapang yang memudahkan saat berkendara di situasi apapun. Mengemudikan Darion juga terasa commanding, percaya diri untuk bermanuver meski dimensinya terhitung besar.

    Baca Juga: Fitur Unggulan Wuling Darion PHEV EX: MPV Hybrid dengan Kenyamanan Kelas Premium

    Tawaran pengaturan jok elektrik dan lingkar kemudi tilt dan telescopic, mempercepat pengemudi mendapatkan posisi duduk yang nyaman untuk perjalanan panjang. Pengemudi kemudian perlu beradaptasi dengan berbagai instrumen sekitar, termasuk soal pengoperasiannya. Ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

    Misal, pengoperasian kendaraan. Untuk menghidupkan kendaraan ternyata cukup menekan pedal rem, tanpa perlu menekan tombol. Canggih memang, tapi untuk pengguna mula-mula, tentu harus ada pembelajaran. Begitu juga untuk mematikan kendaraan. Pengemudi cukup mengunci pintu kendaraan, sehingga mesin dan sistem benar-benar mati. Wuling juga menyediakan tombol elektrik cut off di area kanan pengemudi, tapi ini juga memerlukan pembelajaran terlebih dulu.

    Selain itu, seperti pada bahasan sebelumnya, pengoperasian kendaraan berpusat pada head unit utama berukuran 12,8 inci. Terdapat beragam sub menu pengoperasian untuk meningkatkan pengalaman mengemudi. Wuling sudah menghadirkan quick access layaknya telepon genggam untuk pengemudi secara cepat mendapatkan fitur yang ingin diatur, namun tetap ini membutuhkan waktu beradaptasi.

    Test Drive Wuling Cortez Darion PHEV Foto: Wuling

     

    Lepas soal pengenalan fitur dan fungsi, pengemudi harus beradaptasi dengan tuas pengaturan di balik kemudi. Sisi kiri terdapat tuas transmisi DHT dengan tambahan fungsi mengaktifkan cruise control dengan menekan tuas ke bawah dua kali. Tuas sebelah kanan padat dengan pengaturan lampu sein, wiper depan belakang, hingga lampu utama. Kerap terjadi pengemudi salah mengaktifkan fitur yang ingin digunakan. Kembali ini soal pembelajaran.

    Tidak melulu soal adaptasi, kesan menjadi pengemudi Darion PHEV perdana adalah nyaman. Jok kulit sintetis hadir dengan desain ergonomis. Kinerja suspensi McPherson di depan dan multi-link independent di belakang pada skenario jalan perkotaan dan tol, mampu meredam guncangan dengan baik. Penggambaranya, kekerasannya terhitung pas dengan situasi berkendara mayoritas perjalanan ini. Selain itu, ban berukuran 215/55 R 17 menunjang bobot kendaraan untuk tujuh penumpang ini dengan pas.

    Termasuk saat berkendara melintasi areal berkelok di daerah Banyuwangi dan Gilimanuk. Suspensi dirasa meminimalisir gejala body roll, sesuatu yang selalu ditakutkan pemilik MPV pada umumnya.

    Soal kemudi, Darian PHEV menawarkan pengaturan EPS mode yang sebenarnya banyak juga ditemui di produk kendaraan listrik lainnya. Terdapat skenario Comfort, Standard, dan Sport yang membuat lingkar kemudi terasa lebih mudah diputar atau lebih ajeg dalam kecepatan tinggi. Sepanjang perjalanan ini pilihan lebih banyak jatuh di Standard yang terasa tetap memberikan feedback presisi untuk bermanuver.

    Darion PHEV sudah dilengkapi dengan teknologi ADAS level 2. Terdapat fitur seperti adaptive cruise control, intelligent driving assist with lane keeping function, lane departue warning, lane change assist dan blind spot detection, adalah fitur yang paling banyak dirasakan sepanjang jalan. Semua fitur ini bisa diaktifkan atau dinonaktifkan lewat menu di head unit.

    Test Drive Wuling Cortez Darion PHEV Foto: Oto Group / Tomi

     

     Performa

    Wuling memperkenalkan beberapa teknologi terkini pada Darion. Terdapat penggunaan platform terbaru Wonder Flexible Modular System (WFMS) yang digunakan pada produk dengan teknologi hybrid serta EV.

    Hadir juga teknologi penggerak LING Power. Penjelasannya, teknologi ini memadukan beberapa komponen utama dengan teknologi terdepan lewat mesin khusus hybrid dengan klaim efisiensi tinggi bersamaan dengan penggunaan transmisi DHT. Hadir juga Magic Battery Pro, teknologi baterai yang sudah teruji sejak 2024.

    Di atas kertas, Darion PHEV mengusung mesin konvensional 1.498 cc atkinson cycle yang menghasilkan tenaga 105 hp pada 5.800 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.600-5.000 rpm. Mesin ini menjadi penggerak roda dan pengisi daya baterai, pada beberapa skenario dapat bekerja bersamaan dengan motor listrik.

    Transmisi DHT menggerakkan motor listrik yang menawarkan tenaga 195 hp dan torsi 230 Nm. Baterai lithium iron phosphate berukuran 20,5 kWh diklaim dapat menggerakkan kendaraan sejauh 125 km berdasarkan klaim CLTC.

    Lepas soal teknis, Wuling menghadirkan juga pilihan mode yang dapat dipilih sesuai situasi berkendara atau preferensi pengemudi. Pada menu driving di head unit, pengemudi mendapatkan pengaturan seperti Mode Berkendara (custom, eco, standard, sport), Energy Recovery (smart, comfort, Standard, Strong), Energy Mode (EV Max, EV First, Hybrid, Fuel Priority), Brake Pedal (Comfort, Standard, Sport) dan EPS Mode (Comfort, Standard, Sport).

    Fokus pada tiga mode utama, yakni mode bekendara, energy recovery dan energy mode. Masing-masing pilihan pada mode ini menawarkan cara bekerja mesin dan baterai sesuai dengan preferensi pengemudi. Misal pada mode berkendara, akan menyesuaikan output tenaga sesuai dengan mode yang dipilih.

    Test Drive Wuling Cortez Darion PHEV Foto: Oto Group / Adi

     

    Paling menarik adalah energy recovery dan energy mode. Energy Recovery menentukan seberapa besar perlambatan yang dirasakan saat pengemudi melepas pedal gas. Ini berkaitan dengan kemampuan regeneratif dari perlambatan tersebut, seperti pada model EV lainnya.

    Energy Mode berkaitan dengan cara mobil bergerak. Mode EV Max memaksa kendaraan bergerak menggunakan motor listrik saja hingga baterai habis. Mode Fuel Priority kebalikan, menggunakan mesin sebagai satu-satunya daya untuk mobil bergerak. Pada mode EV First, mobil akan bergerak dengan menggunakan motor listrik saat baterai ada di atas 30 persen. Sedangkan hybrid menyerahkan kerja mesin dan motor listrik kepada otak kendaraan sesuai dengan gaya berkendara dan kondisi jalan.

    Kesan yang didapat, sistem hybrid dengan penggerak motor listrik ini bekerja cepat memberikan torsi instan. Serupa kendaraan listrik murni. Transmisi DHT dapat bekerja baik dalam berbagai situasi jalan, baik turunan maupun tanjakan. Tidak ada kesulitan untuk pengemudi mendapatkan tenaga guna melewati kendaraan lain atau menghela kendaraan menaiki tanjakan.

    Pergantian antara sistem penggerak mesin bakar dan baterai juga tidak terlalu terasa. Suara hanya terdengar saat mesin menggerung kencang ketika baterai digunakan hingga tuntas di mode EV Max. Ini karena mesin bekerja bersamaan untuk menggerakkan roda dan mengisi daya baterai.

    Lantas apa yang harus diperhatikan pengguna Darion PHEV terhadap berbagai mode berkendara ini? Wuling meyakinkan bahwa menggunakan mode hybrid sebagai yang utama sudah cukup untuk digunakan baik harian maupun ke luar kota. Sistem hybrid Wuling terhitung pintar mengatur efisiensi terbaik dengan beragam kondisi.

    Test Drive Wuling Cortez Darion PHEV Foto: Wuling

     

    Capai Jarak Terjauh, Hingga ke Bali

    Sekarang bicara mengenai efisiensi yang ditawarkan Darion PHEV. Carvaganza menggunakan varian EX alias teratas dengan tawaran jarak tempuh kombinasi bensin dan baterai sejauh 1.117 km pada layar MID. Kondisi tangki penuh dengan tawaran jarak tempuh 1.000 km dan baterai 117 km.

    Hari pertama, dari titik keberangkatan di Jakarta hingga Solo menempuh jarak sekitar 540 km. Lalu lintas tol luar kota dengan perkotaan padat jadi skenario yang dihadapi peserta. Hasilnya, pada titik akhir tawaran jarak tempuh tersisa 628 kilometer dengan bensin tersisa 615 km. Untuk baterai, karena pengisiannya dilakukan sepanjang jalan dengan memanfaatkan turunan jalan, sehingga tidak terlalu berpengaruh pada laporan efisiensi ini. Namun pada MID, kerja masing-masing sistem tercatat. Sistem HEV bekerja sejauh 338 km dan EV sejauh 342 km, seimbang.

    Hari kedua, rombongan berangkat dari Solo menuju Ketapang, Banyuwangi. Total perjalanan sekitar 526 km, hingga didapat jarak tempuh sejauh 1.063 km dari Jakarta. Di sini sisa jarak tempuh kombinasi adalah 77 km, dengan informasi bensin bisa membawa kendaraan sejauh 63 km. Total penggunaan sistem hybrid sejauh 631 km dan EV sejauh 571 km.

    Situasi rute yang dilewati hari kedua adalah tol lintas kota Surabaya – Banyuwangi, dengan lanjut jalan antar provinsi di kawasan Paiton hingga ke Ketapang. Situasi di jalan umum ini yang cukup menantang. Selain ada tanjakan dan turunan di beberapa titik, peserta juga harus menginjak pedal lebih dalam untuk melewati rombongan truk berukuran besar. Ini tentu mengkhawatirkan jarak tempuh yang tertera.

    Hari ketiga jadi penentuan. Rute terakhir menuju kota Denpasar setelah menyeberangi pelabuhan feri ke Gilimanuk. Total perjalanan sejauh 133 km. Meski yang terdekat, tapi jadi yang paling menantang. Gambaran jalan luar kota, penuh dengan kendaraan besar dan diburu waktu penerbangan pulang ke Jakarta, membuat peserta tidak sabar untuk tiba di titik akhir.

    Test Drive Wuling Cortez Darion PHEV Foto: Oto Group / Adi

     

    Kondisi kendaraan di hari ketiga juga membuat rasa was-was. Sebagian besar peserta melaporkan sudah tidak dapat melihat tampilan jarak tempuh bensin pada layar MID, bahkan sejak turun dari kapal penyeberangan. Ini artinya kendaraan bekerja dengan sisa bensin cadangan dan memanfaatkan sistem pengisian daya baterai untuk menggerakkan motor listrik. Menebarkan rasa penasaran, siapakah yang kendaraannya akan lebih dulu berhenti tidak dapat melanjutkan perjalanan.

    Perjalanan berlanjut hingga wilayah kota Denpasar melewati Tabanan. Kondisi lalu lintas Bali yang padat, kemacetan di berbagai titik, membuat peserta khawatir kendaraannya akan berhenti. Namun ajaibnya, petunjuk daya baterai justru bertambah di saat-saat genting, membuat kendaraan terus bergerak dan tiba di titik akhir.

    Pada MID, unit yang digunakan Carvaganza menunjukkan angka sisa jarak 28 km yang didapat dari baterai. Sistem menunjukkan total jarak yang dilewati selama tiga hari adalah 1.201,9 km dengan sistem HEV bekerja sejauh 706 km dan EV sejauh 636 km. Rasa penasaran pada jarak berapa kendaraan berhenti ternyata tidak terjawab.

    Sebagai tambahan, Carvaganza dan beberapa rekan media di dalam kendaraan terdiri dari empat penumpang dewasa yang bobot rata-ratanya 80 kg. Ditambah dengan bawaan masing-masing orang sekitar 10 kg, membuat Darion PHEV sebenarnya merepresentasikan gambaran bepergian jauh masyarakat Indonesia.

    Mode berkendara yang digunakan adalah Eco. Guna mendapatkan jarak berkendara terjauh, pilihan Mode Energy dijatuhkan pada Hybrid dengan sesekali EV Max saat menemui tanjakan. Pilihan mode Energy Recovery mayoritas Strong untuk mendapatkan tambahan daya pada baterai. Di akhir perjalanan keputusan ini disesali sebab pilihan Smart justru membuat daya baterai lebih banyak terisi.

    Soal biaya operasional kendaraan dalam perjalanan ini bisa dilihat dari tawaran tangki bensin sebesar 52 liter dan baterai berkapasitas 20,5 kWh. Merujuk pada harga bensin oktan 92 yang direkomendasikan Rp12.200, maka biaya bensin sebesar Rp634.400. Untuk biaya pengisian daya SPKLU sebesar Rp2.466 kWh maka didapat biaya Rp50.553. Sehingga total modal bepergian dengan Darion PHEV dari Jakarta ke Bali adalah Rp684.953.

    Test Drive Wuling Cortez Darion PHEV Foto: Wuling

     

    Kesimpulan

    Kehadiran Darion PHEV jelas tawaran yang sulit dilewatkan. Utamanya untuk konsumen yang gemar berkendara jauh, jalan bersama keluarga, menginginkan kendaraan efisien dan juga nyaman. Teknologi PHEV yang memadukan keunggulan hybrid dan kendaraan listrik pastinya jadi nilai terbesar Darion.

    Meski pada pengujian ini, teknologi plug-in tidak ditunjukkan, namun pengisian daya ini juga jadi keunggulan Darion PHEV. Pengisian daya ini bahkan disiapkan untuk konsumen yang hanya ingin memanfaatkan daya gerak motor listrik murni dalam penggunaannya. Bisa dilakukan di perkotaan dengan jarak tempuh kurang dari 10 km, berbekal kemampuan gerak 125 km, ini membuat Darion jarang mampir ke SPBU.

    Terakhir soal harga, ini penilaian yang patut disayangkan. Pasalnya, untuk harga varian teratas EX sebesar Rp489 juta, ini hanya diberikan sementara bagi 1.500 pembeli pertama. Jika ingin varian termurah yakni CE dengan harga Rp439 juta, perbedaannya hanya pada absennya ADAS dan sunroof, dapat dipertimbangkan.

    Kehadiran Darion sebagai MPV pertama berteknologi PHEV di Indonesia layak untuk dipertimbangkan. Utamanya terkait harga di bawah Rp500 juta dengan keunggulan berbagai teknologi dan fitur. Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menunggu pabrikan Jepang mengeluarkan produk hibridanya yang dijanjikan bertahun-tahun lalu, sebab Wuling sudah lebih dulu mewujudkan hal tersebut. 
    (SETYO ADI / WH)

    Baca Juga:

    Chery Buka Suara Penyebab Kegagalan Aksi Stunt Fengyun X3L di Gunung Tianmen

    Mazda Indonesia Mulai Serahkan CX-60 Sport ke Konsumen

    Isuzu Tancapkan Jaringan di Kendari, Kini Punya 127 Outlet di Seluruh Indonesia

    Pelajari lebih lanjut tentang Wuling Cortez Darion PHEV

    • Tampak Depan Bawah Wuling Cortez Darion PHEV
    Wuling Cortez Darion PHEV
    Rp 439 - 489 Juta Cicilan mulai dari : Rp 10,02 Juta

    Mobil Wuling Lainnya

    • Wuling Almaz RS
      Wuling Almaz RS
    • Wuling Mitra EV
      Wuling Mitra EV
    • Wuling Alvez
      Wuling Alvez
    • Wuling Confero S
      Wuling Confero S
    • Wuling EV
      Wuling EV
    • Wuling Formo
      Wuling Formo
    • Wuling Binguo EV
      Wuling Binguo EV
    • Wuling Cloud
      Wuling Cloud
    • Wuling Cortez
      Wuling Cortez
    • Wuling Cortez Darion EV
      Wuling Cortez Darion EV
    • Wuling Cortez Darion PHEV
      Wuling Cortez Darion PHEV
    • Wuling Cortez S
      Wuling Cortez S
    • Wuling Formo Max
      Wuling Formo Max
    • Wuling Almaz Hybrid
      Wuling Almaz Hybrid
    • Wuling Confero
      Wuling Confero
    • Wuling E100
      Wuling E100
    • Wuling E200
      Wuling E200

    Don't Miss

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Wuling Pilihan

    • Upcoming

    Pilihan mobil untuk Anda

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Review
    • Artikel Feature