Saat Baterai DFSK E5 Plus 0 Persen, V2L Tetap Bisa Dipakai
Mesin bensin 1,5 liter bisa berfungsi sebagai generator melalui fitur fuel charging.
BANYUWANGI, Carvaganza - Pemilik mobil PHEV mungkin pernah menghadapi kondisi baterai habis saat perjalanan. Situasi itu terasa merepotkan ketika lokasi berada jauh dari SPKLU. Apalagi jika masih membutuhkan listrik guna menjalankan perangkat elektronik. Kondisi baterai 0 persen biasanya membuat pengguna harus mencari sumber energi lain. Namun, DFSK E5 Plus menawarkan cara berbeda melalui sistem fuel charging.
KEY TAKEAWAYS
Apakah V2L DFSK E5 Plus tetap bisa digunakan saat baterai 0 persen?
Bisa. Mesin bensin 1,5 liter dapat berfungsi sebagai generator melalui fitur fuel charging.Berapa daya keluaran V2L DFSK E5 Plus?
Output V2L mencapai 3.300 watt dan bisa menyuplai berbagai perangkat elektronik tertentu.DFSK E5 Plus dibekali fitur Vehicle-to-Load atau V2L dengan output hingga 3.300 watt. Fitur ini memungkinkan energi kendaraan digunakan sebagai sumber listrik eksternal. Perangkat seperti lampu, kompor listrik, atau perlengkapan elektronik lain bisa disambungkan. Kemampuan itu menjadi salah satu fungsi praktis dari sistem elektrifikasi E5 Plus. Pengguna bisa memanfaatkannya ketika camping maupun melakukan perjalanan jarak jauh.
Kondisi baterai 0 persen tidak otomatis membuat fungsi V2L berhenti. Mesin bensin masih bisa mengambil peran sebagai pembangkit listrik. Sistem itu bekerja melalui fitur fuel charging yang tersedia di E5 Plus. Jadi, pengguna tidak harus menunggu baterai mencapai persentase tertentu. Selama bahan bakar masih tersedia, kebutuhan listrik tetap dapat dipenuhi.
Mesin Bensin Berfungsi Sebagai Generator
Foto: Carvaganza
Mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated pada E5 Plus memiliki fungsi tambahan. Ketika fuel charging diaktifkan, mesin bekerja menghasilkan energi listrik. Energi itu kemudian digunakan sistem kendaraan guna mengisi baterai. Dalam kondisi tertentu, energi tersebut juga mendukung kebutuhan V2L. Mekanisme ini memberi fleksibilitas ketika kendaraan berada jauh dari SPKLU.
Difi Driyana, Product Expert PT Sokonindo Automobile, menjelaskan cara kerja fuel charging. Ia menyampaikannya saat sesi test drive DFSK E5 Plus di Banyuwangi, Jawa Timur. "Untuk pengisian menggunakan fitur fuel charging ada dua. Yaitu pengisian cepat dengan putaran mesin 1.300 rpm dan pengisian lambat atau low hanya 1.050 rpm saja seperti mesin yang sedang idle (langsam). Jadi saat baterai DFSK E5 Plus betul-betul 0 persen dan mau pakai V2L tetap bisa dilakukan tanpa harus menunggu baterai terisi terlebih dahulu. Engine (bensin) bisa berfungsi sebagai generator. Ini sangat membantu saat kita travelling dan jauh dari SPKLU, namun butuh sumber listrik untuk perangkat elektronik. Seperti kompor listrik dan lampu saat camping," ucapnya.
Pengisian cepat menggunakan putaran mesin 1.300 rpm. Sementara mode lambat hanya memutar mesin sekitar 1.050 rpm. Putaran rendah itu kurang lebih seperti kondisi mesin idle atau langsam. Pengguna bisa memilih mode sesuai kebutuhan selama kendaraan digunakan. Suara mesin saat proses berlangsung juga disebut masih terdengar halus.
Bisa Menghidupkan Dua Kompor Listrik Sekaligus
Foto: Carvaganza
Ketika indikator baterai menunjukkan 0 persen, pengguna masih memiliki pilihan. Fuel charging membuat mesin bensin mengambil peran sebagai generator. Energi hasil pembangkitan kemudian mendukung sistem elektrifikasi kendaraan. V2L pun tetap dapat digunakan dalam kondisi itu.
Saat sesi media drive di Banyuwangi, kemampuan ini sempat digunakan langsung. Satu unit E5 Plus dimanfaatkan sebagai sumber listrik selama kegiatan. Dua kompor listrik digunakan secara bersamaan dalam aktivitas memasak. Masing-masing perangkat memiliki kebutuhan daya sebesar 1.000 watt. Total kebutuhan listrik mencapai 2.000 watt.
Output V2L E5 Plus mencapai 3.300 watt. Jadi, kebutuhan dua kompor tadi masih berada dalam kemampuan sistem. Penggunaan itu menunjukkan fungsi V2L tidak hanya sebatas fitur tambahan. Sistem dapat menjadi sumber listrik ketika aktivitas berlangsung jauh dari fasilitas kelistrikan. Tentunya, penggunaan perangkat tetap perlu memperhatikan total kebutuhan daya.
Cara Mengaktifkan Fuel Charging
Foto: Carvaganza
Lantas bagaimana cara mengaktifkan fuel charging di DFSK E5 Plus? Prosesnya dilakukan melalui layar head unit kendaraan. Pengguna terlebih dahulu menyalakan kendaraan seperti biasa. Setelah itu, akses menu melalui layar infotainment di kabin. Beberapa sentuhan diperlukan hingga fitur mulai bekerja.
Pertama, sentuh tombol virtual bergambar mobil pada layar. Berikutnya, pilih menu “Energi” untuk masuk ke pengaturan terkait. Kemudian pilih “Bantuan Cas Mesin” pada menu berikutnya. Setelah itu, tekan pilihan “Cas Pakai BBM”. Mesin bensin kemudian akan hidup guna menjalankan proses pengisian.
Pengguna selanjutnya bisa menentukan pilihan mode pengisian. Tersedia opsi cepat dengan putaran mesin 1.300 rpm. Ada pula mode lambat dengan putaran sekitar 1.050 rpm. Perbedaan putaran itu membuat pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan pengisian. Suara mesin saat bekerja juga relatif halus dan tidak meraung.
Bisa Dipakai Saat Jauh dari SPKLU
Foto: Carvaganza
Fitur fuel charging memberi fungsi tambahan bagi mesin bensin E5 Plus. Mesin tidak hanya bertugas menggerakkan kendaraan dalam sistem PHEV. Komponen itu juga bisa menghasilkan energi ketika baterai membutuhkan suplai. Kondisi ini berguna ketika perjalanan berlangsung jauh dari jaringan SPKLU.
Bayangkan kendaraan digunakan camping di lokasi terpencil. Baterai kemudian berada di posisi 0 persen. Pengguna masih membutuhkan lampu atau kompor listrik selama aktivitas. Dalam situasi seperti itu, mesin bensin bisa bekerja sebagai generator. V2L tetap dapat menyuplai perangkat selama kebutuhan daya berada dalam batas kemampuan sistem.
Keberadaan V2L 3.300 watt juga memberi ruang penggunaan perangkat lebih luas. Namun, total konsumsi listrik tetap perlu dihitung sebelum perangkat disambungkan. Dua kompor 1.000 watt masih berada di bawah kemampuan output V2L. Perangkat lain dapat digunakan selama total bebannya tidak melampaui kemampuan sistem. (ANJAR LEKSANA)
Baca Juga:
Ini Fitur-Fitur DFSK E5 Plus yang Jadi Pembeda Dengan Rival Di Kelasnya
DFSK E5 Plus Melaju Sampai Bali, Uji Teknologi PHEV dalam N.I.C.E. Experience
Pelajari lebih lanjut tentang DFSK E5 Plus
Mobil DFSK Lainnya
Don't Miss
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil DFSK Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Pilihan mobil untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature