Audi TT Resmi Berhenti Diproduksi, Kemungkinan Penerusnya Berteknologi Elektrifikasi
INGOLSTADT, Carvaganza - Audi TT resmi memasuki masa akhirnya setelah dipasarkan di berbagai pasar di seluruh dunia. Dalam unggahan sosial media Audi Jerman, mereka mengonfirmasi unit terakhir telah keluar dari jalur produksi di pabrik di Hungaria. Sekaligus menandai berakhirnya model yang sudah berumur 25 tahun dan hadir dalam tiga generasi.
KEY TAKEAWAYS
Walau produksinya telah berhenti, TT masih tersedia di pasaran dengan stok yang tersedia. Kabarnya masih ada 540 unit dipasarkan di Jerman
Pada bulan Februari 1998.Berapa kapasitas mesin Audi TT pertama?
Debutan Audi TT mengandalkan mesin bensin empat silinder segaris 1.8 liter turbo. Menghasilkan dua pilihan output yakni 178 hp dan 222 hp.Untuk merayakan farewel, dilakukan acara khusus. Terparkir TTS Coupe generasi ketiga yang ditempeli karangan bungaGenerasi ketiga TTS Coupe ditemani TT Coupe asli dan TT Roadster konsep dari 1995, serta dua unit generasi kedua.
Kaca depannya ditulisi total unit yang sudah diciptakan sebanyak 662.762 di pabrik Gyor di Hungaria. Audi TT mulai diproduksi pada 18 Februari 1998 dan berakhir pada 10 November 2023.

Unit TTS terakhir dibalut kelir Chronos Gray Metallic dengan aksen Dark Chrome Matt. Dalam foto memang tak terlihat jelas, kemungkinan ia merupakan trim bronze selection yang biasanya dilengkapi pelek 20 inci dalam sepuhan matt bronze atau hitam. Tak ketinggalan logo empat cincin Audi menempel di tengah.
TTS generasi ketiga ditenagai jantung mekanis TFSI empat silinder dengan kubikasi silinder 2,0 liter. Ia mampu menghasilkan tenaga puncak sebesar 315 hp. Ini menjadikannya versi paling bertenaga kedua setelah model flagship RS bermesin TFSI 2,5 liter pencipta 394 hp.
Baca juga: 9 Filosofi Yang Menjadi Landasan Setiap Pembuatan Mobil Mazda
Sebagai informasi, TT pertama kali meluncur pada 1998 dalam bentuk coupe. Selang setahun baru diikuti model roadster. Ia dibangun di tas platform Volkswagen Group A4 yang juga digunakan unit VW Golf Mk4, Audi A3 dan Skoda Octavia.
Sebagai debut, dapur pacunya mengandalkan empat silinder segaris 1,8 liter turbocharger. Output tersedia dalam dua pilihan 178 hp dan 222 hp. Bedanya terletak pada beberapa penggunaan komponen seperti turbocharger lebih besar. Generasi kedua mendebut pada 2006 dengan menggunakan platform Volkswagen Group A5. Sedangkan enjin merupakan pembaruan dari 1,8 liter EA888 TFSI.

Walau produksinya telah berhenti, TT masih tersedia di pasaran dengan stok yang tersedia. Kabarnya masih ada 540 unit dipasarkan di Jerman dengan banderol mulai US$ 49.620 (Rp772 jutaan) hingga US$ 114.624 (Rp1,7 miliaran) tergantung versi dan kelengkapan. Bisa jadi di beberapa negara lain juga masih tersimpan unit gres.
Brand asal Jerman ini juga belum lama merilis TT Roadster Final Edition dengan jumlah terbatas 50 unit untuk pasar Amerika Utara. Unit serupa juga mendebut pada 2023 di beberapa negara lain, termasuk Final Edition untuk Inggris, Memorial Edition untuk Jepang dan TT 45 TFSI limited untuk Spanyol.
Tentunya penghentian produksi ini mengundang reaksi konsumen dan penggemar secara negatif. Pasalnya, pabrikan menghentikan produksi sportscar paling terjangkaunya untuk digantikan oleh SUV elektrik lebih populer. Rumornya bakal ada penerus TT dalam bentuk listrik atau crossover. Namun, belum pasti. (HAFID/EK)
Sumber: carscoop.com
Baca juga: Tidak Sama, Perhatikan Perbedaan pada Wuling Binguo EV dan Air EV
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Audi Pilihan
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza