Omoda & Jaecoo Kantongi Sertifikasi Keselamatan UN/ECE R171
Prestasi ini menjadi validasi penting bagi teknologi canggih sistem bantu pengemudi cerdas yang dikembangkan brand.
BEIJING, Carvaganza - Persaingan dalam industri teknologi otomotif saat ini tidak lagi hanya soal menampilkan layar besar atau fitur yang terlihat canggih. Pabrikan seantero dunia justru berlomba mengejar beragam inovasi dalam aspek keselamatan pada sistem pintar dan kini hal itu menjadi salah satu tolok ukur utama. Tidak terkecuali brand mobil asal Cina, Omoda & Jaecoo yang ikut berlomba dan membuktikan prestasi yang mereka raih.
KEY TAKEAWAYS
Apa arti sertifikasi UN/ECE R171 bagi Omoda & Jaecoo?
Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa sistem bantuan pengemudi cerdas mereka memenuhi standar keselamatan Uni Eropa dan lolos audit manajemen keselamatan kendaraan.Apakah fitur SIVP membuat mobil bisa berjalan sendiri tanpa pengemudi?
Tidak. SIVP tetap berstatus fitur bantuan berkendara. Pengemudi tetap memegang kendali dan bertanggung jawab atas operasional kendaraan.Belum lama ini, kedua brand sukses mendapatkan sertifikasi UN/ECE R171 setelah lolos audit Safety Management System (SMS) yang dilakukan oleh Netherlands Vehicle Authority (RDW) atau Otoritas Kendaraan Belanda. Pencapaian ini menjadi validasi penting atas sistem bantuan pengemudi cerdas yang dikembangkan oleh perusahaan untuk memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan di pasar Uni Eropa.
Sertifikasi tersebut juga menegaskan arah pengembangan Omoda & Jaecoo sebagai pemain global yang tidak hanya bertumpu pada elektrifikasi, tetapi juga berfokus pada teknologi kendaraan cerdas yang mengutamakan keamanan dan meningkatkan pengalaman berkendara di masa depan.
Baca juga: Dominasi SUV Listrik, Jaecoo J5 EV Tembus Pengiriman 16.000 Unit pada Awal 2026
JAECOO J7 SHS-P dengan fitur VPD. Foto: Jaecoo Indonesia
Apa Itu Sertifikasi UN/ECE R171?
Bagi yang belum mengenal, UN/ECE R171 adalah regulasi wajib yang berlaku di kawasan Uni Eropa bagi kendaraan yang dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi cerdas atau Driver Control Assistance Systems (DCAS). Peraturan ini mengatur bagaimana sistem bantuan berkendara harus dirancang, diuji, dan dioperasikan secara aman.
Aspek yang diatur meliputi manajemen risiko, batasan intervensi sistem, hingga interaksi antara kendaraan dan pengemudi. Dengan berhasil melewati proses audit tersebut, Omoda & Jaecoo dinilai memiliki sistem pengelolaan keselamatan yang telah memenuhi standar internasional. Sistem ini juga terbukti dapat diterapkan secara konsisten pada kendaraan produksi massal. Prestasi tersebut mempertegas bahwa teknologi cerdas yang mereka tawarkan lebih dari sekadar fitur tambahan, tetapi benar-benar teruji dan relevan.
“Teknologi cerdas tidak boleh direduksi menjadi sekadar spesifikasi teknis semata. Sebaliknya, teknologi ini merepresentasikan sebuah gaya hidup mobilitas masa depan. Sengaja diciptakan bareng para pengguna muda di seluruh dunia melalui komitmen bersama,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.
Baca juga: Jaecoo J5 SUV Listrik Paling Diminati di Indonesia Sepanjang Kuartal Pertama 2026
Foto: Jaecoo
Pengalaman Berkendara yang Lebih Aman dan Cerdas
Omoda & Jaecoo menekankan bahwa pendekatan inovatif mereka terhadap teknologi berkendara otonom dirancang bukan untuk menggantikan peran pengemudi secara penuh. Melainkan untuk mendukung dan membantu pengemudi dalam membuat keputusan yang lebih aman dan tepat ketika mereka sedang di dalam perjalanan. Dalam mewujudkan hal tersebut, perusahaan mengembangkan sistem keselamatan yang didesain dengan mempertimbangkan berbagai lapisan perlindungan.
Lapisan-lapisan ini mencakup penerapan konsep keselamatan fungsional (functional safety) dan prinsip SOTIF (Safety of The Intended Functionality). Kedua konsep itu bertujuan untuk memastikan fungsi yang dirancang berjalan sebagaimana mestinya. Kemudian ada juga lapisan sistem yang mengintegrasikan sistem keselamatan berbasis kecerdasan buatan (AI) agar respon pengendara terhadap situasi di jalanan menjadi lebih tanggap dan cerdas.
Dengan kombinasi teknologi ini, seluruh proses yang terkait dengan bantuan berkendara menjadi lebih terukur dan akurat. Selain itu, setiap langkah operasional dapat dipantau, ditelusuri, dan tetap sesuai dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan. Hasil akhirnya pengalaman berkendara menjadi lebih aman, nyaman, dan tentunya dipercaya untuk melindungi pengemudi serta penumpang.
Baca juga: Ini 4 SUV Kompak Listrik Cina Dengan Harga Di bawah Rp 450 Juta
Test Drive Jaecoo J7 Foto: Jaecoo Indonesia
Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP).
Salah satu inovasi teknologi yang menjadi perhatian utama adalah Super Intelligent Valet Parking (SIVP). Teknologi ini dirancang untuk mempermudah proses parkir dengan mengintegrasikan sistem kendaraan dan smartphone. Mengusung konsep “Come to You. Park for You”, pengguna dapat mengendalikan kendaraan untuk parkir secara otomatis atau memanggilnya ke lokasi tertentu hanya melalui layar ponsel.
Yang lebih menarik, teknologi ini diklaim mampu beroperasi dalam beragam kondisi menantang, seperti area parkir sempit, basement bertingkat, hingga menghadapi cuaca ekstrem. Meski menawarkan kemudahan, Omoda & Jaecoo menegaskan bahwa teknologi tersebut merupakan fitur bantuan berkendara, bukan pengganti sepenuhnya peran manusia sebagai pengemudi.
Dengan pencapaian sertifikasi UN/ECE R171, perusahaan ingin membuktikan bahwa masa depan mobilitas tidak hanya sekadar pintar, tetapi juga harus aman, terpercaya, dan siap digunakan dalam situasi sehari-hari. (ANJAR LEKSANA/EK)
Baca juga: Toyota Indonesia Resmi Rilis New Hilux, Harga Mulai Rp400 Jutaan
Baca juga: 12 Ribu Pengunjung Padati Daihatsu Kumpul Sahabat Depok
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil JAECOO Pilihan
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature