BYD Sealion 8 Tertangkap Uji Jalan di Indonesia, Sinyal Kehadirannya Makin Kuat
SUV BYD ini terlihat masih memakai kamuflase saat diuji di jalan raya. Namanya juga sudah muncul dalam data regulasi dengan tiga kode kendaraan.
JAKARTA, Carvaganza - BYD Sealion 8 kembali menjadi perhatian setelah sebuah unit tertangkap kamera sedang menjalani uji jalan di Indonesia. SUV berukuran besar tersebut masih dibungkus stiker kamuflase di hampir seluruh bodinya, sehingga detail tampilannya belum bisa terlihat utuh.
KEY TAKEAWAYS
Apa nama BYD Sealion 8 di China?
Di China, model ini dikenal sebagai BYD Sealion 08. Nama Sealion 8 digunakan di sejumlah pasar eksporBerapa jarak tempuh BYD Sealion 8 BEV?
Berdasarkan standar CLTC, versi BEV dapat mencapai sekitar 800-900 km tergantung baterai dan sistem penggeraknyaPenampakan ini memperkuat dugaan BYD sedang menyiapkan model baru untuk pasar Indonesia. Apalagi, sebelumnya sejumlah kode kendaraan yang diduga berkaitan dengan Sealion 8 sudah muncul dalam data Permendagri Nomor 11 Tahun 2026. Tiga kode tersebut adalah SRE-AWD-30, SRE-RWD-10, dan SRE-RWD-20.
Meski demikian, BYD Indonesia belum mengumumkan secara resmi kapan SUV tersebut akan diluncurkan. Varian yang nantinya dipasarkan di Tanah Air juga masih belum diketahui.
Di pasar global, model ini dikenal sebagai BYD Sealion 08 di China dan menggunakan nama Sealion 8 di sejumlah pasar ekspor. Model tersebut tersedia dalam pilihan PHEV dan BEV.
Terlihat Kamuflase Saat Tes Jalan
Foto yang beredar di media sosial hanya memperlihatkan bagian belakang kendaraan. Meski tertutup kamuflase, desain lampu belakangnya terlihat memiliki kemiripan dengan Sealion 8 yang sudah diperkenalkan di pasar global.
Unit yang menjalani pengujian di Indonesia juga menggunakan pelat nomor EV. Hal tersebut menjadi petunjuk tambahan bahwa kendaraan yang dites memiliki sistem elektrifikasi.
Sampai sekarang belum ada informasi resmi dari BYD mengenai jadwal peluncuran maupun spesifikasi khusus untuk Indonesia. Karena itu, konfigurasi yang nantinya masuk Tanah Air masih terbuka.
Credit: @reviewcsb
NJKB Rp259 Juta-Rp272 Juta Bukan Harga Jual
Dalam data Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 tercantum tiga kode yang diduga berkaitan dengan Sealion 8, yakni SRE-AWD-30, SRE-RWD-10, dan SRE-RWD-20. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang tercantum berada di kisaran Rp259 juta sampai Rp272 juta.
Namun, angka tersebut tidak bisa dianggap sebagai harga jual mobil di dealer. NJKB merupakan salah satu dasar yang digunakan dalam penghitungan pajak kendaraan bermotor.
Harga yang dibayarkan konsumen nantinya masih dipengaruhi berbagai komponen lain, termasuk pajak, biaya distribusi, serta faktor penetapan harga dari pabrikan.
Tetap saja, kemunculan tiga kode tersebut cukup menarik karena menunjukkan model yang diduga Sealion 8 sudah masuk dalam proses administrasi kendaraan di Indonesia. Apalagi, secara global model ini memang sudah tersedia dalam beberapa pilihan sistem penggerak elektrifikasi.
Baca Juga: BYD M9, MPV 7-Seater Adik Denza D9 dengan Teknologi DM-i
SUV Besar dengan Pilihan Lima dan Enam Kursi
Di negara asalnya, Sealion 08 memiliki dimensi panjang 5.115 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, dan jarak sumbu roda 3.030 mm. Ukuran tersebut menempatkannya sebagai SUV berukuran besar. Model ini ditawarkan dengan konfigurasi lima atau enam penumpang.
Desain eksteriornya mengikuti bahasa visual terbaru keluarga Ocean Series. Bagian depan menggunakan lampu terpisah dengan bentuk yang relatif tipis.
Pada sisi bodi, pegangan pintu dibuat semi-tersembunyi sehingga permukaannya terlihat lebih bersih. Sedangkan di belakang terdapat lampu yang membentang dan menjadi salah satu identitas desain keluarga Ocean.
Masuk ke dalam kabin, pendekatan yang digunakan lebih minimalis dan modern. Tata letaknya dibuat sederhana, tetapi tetap menawarkan sejumlah fitur teknologi.
Untuk versi yang akan hadir di Indonesia, detail perlengkapan interior belum bisa dipastikan. Begitu juga dengan konfigurasi jumlah kursi dan perangkat standar yang nantinya dibawa BYD.
PHEV Mengandalkan Mesin Turbo 1,5 Liter
Sealion 8 versi plug-in hybrid menggunakan mesin bensin turbo 1,5 liter yang bekerja bersama motor listrik. Data spesifikasi menunjukkan mesin tersebut menghasilkan sekitar 156 hp, dengan sistem elektrifikasi yang membuat tenaga total berbeda sesuai konfigurasi penggeraknya.
Untuk varian AWD, sistem ini memakai dua motor listrik. Data peluncuran China mencatat tenaga gabungan hingga 544 hp, sementara versi penggerak dua roda memakai satu motor listrik dengan output yang lebih rendah.
Baterainya menggunakan teknologi Blade Battery berbasis LFP dengan kapasitas sekitar 55,8 kWh. Pada konfigurasi tertentu, jarak tempuh listrik mencapai 400 km berdasarkan standar CLTC.
Dengan sistem tersebut, Sealion 8 PHEV bisa digunakan untuk perjalanan harian dengan mengandalkan tenaga listrik, sementara mesin bensin berfungsi memberikan fleksibilitas ketika daya baterai mulai berkurang.
Namun untuk Indonesia, belum ada kepastian apakah seluruh pilihan PHEV tersebut akan ditawarkan. BYD bisa saja menyesuaikan kombinasi mesin dan penggerak berdasarkan strategi produk di Tanah Air.
Versi Listrik Murni Bisa Tembus 784 PS
Sealion 8 juga memiliki versi BEV yang menggunakan Blade Battery generasi kedua. BYD menawarkan beberapa konfigurasi kapasitas baterai, termasuk 92,093 kWh dan 115,072 kWh.
Teknologi pengisian cepat menjadi salah satu daya tarik utamanya. BYD menyebut teknologi flash charging pada model ini mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga sekitar 97 persen dalam sembilan menit.
Pilihan penggeraknya terdiri dari motor listrik belakang dan konfigurasi AWD. Versi RWD tersedia dengan tenaga hingga 429 PS dan 496 PS, sedangkan varian AWD dapat menghasilkan tenaga hingga 784 PS.
Untuk jarak tempuh, versi BEV dapat mencapai sekitar 800-900 km berdasarkan standar CLTC, tergantung kapasitas baterai dan sistem penggeraknya.
Angka tersebut tentu tidak bisa langsung disamakan dengan hasil pengujian menggunakan standar lain, tetapi menunjukkan bahwa Sealion 8 memang dirancang sebagai SUV listrik berukuran besar dengan kemampuan jelajah panjang.
Bukan Cuma Andalkan Tenaga, Teknologinya Juga Lengkap
Ukuran besar tidak lantas membuat Sealion 8 sulit bermanuver. BYD membekali SUV ini dengan teknologi kemudi roda belakang yang membantu memperpendek radius manuver dan membuat mobil lebih mudah dikendalikan ketika masuk ke area sempit.
Ada pula suspensi udara dual-chamber melalui sistem DiSus-A. Teknologi tersebut dirancang untuk mengatur ketinggian dan kontrol bodi sekaligus menjaga kenyamanan saat melaju di berbagai kondisi jalan.
Untuk membantu pengemudi, Sealion 8 juga membawa teknologi bantuan berkendara DiPilot 5.0 berbasis LiDAR. Sistem ini mendukung fitur seperti Navigate on Autopilot atau NOA untuk membantu perjalanan di jalan perkotaan maupun jalan bebas hambatan.
Kombinasi dimensi besar, pilihan sistem elektrifikasi, serta teknologi bantuan berkendara membuat Sealion 8 punya posisi yang cukup menarik dalam keluarga SUV BYD.
Sampai sekarang, BYD Indonesia masih belum mengonfirmasi varian dan spesifikasi resmi Sealion 8 untuk pasar domestik. Namun, kemunculan unit uji jalan serta pencatatan kode kendaraan dalam data pemerintah menjadi sinyal bahwa proses persiapannya memang sedang berjalan.
Soal kemungkinan diperkenalkan pada GJAW 2026, hal itu masih sebatas dugaan. Yang sudah pasti, GJAW 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-29 November 2026 di ICE BSD City. (ANJAR LEKSANA/AP)
Baca Juga: BYD Punya Pabrik Raksasa Di Subang, Ini Yang Wajib Diketahui
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil BYD Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review