BYD Luncurkan Charging Super Cepat di Indonesia, Pengisian Hanya 9 Menit!
Kami menyaksikan secara langsung pengisian Flash Charging pada mobil Danza D9 terbaru yang sudah dilengkapi Blade Battery generasi terbaru.
JAKARTA, Carvaganza - Teknologi Flash Charging dan Blade Battery 2.0 generasi terbaru dari BYD merupakan salah satu inovasi paling inovatif dalam dunia otomotif. Bahkan dinobatkan sebagai salah satu inovasi penting, terutama bagi kendaraan listrik, dalam tiga tahun terakhir ini.
KEY TAKEAWAYS
Apa itu teknologi BYD FLASH Charging?
FLASH Charging adalah teknologi pengisian ultra-cepat BYD yang menggabungkan baterai generasi baru, sistem kelistrikan kendaraan, manajemen suhu, dan charger berdaya tinggi.Seberapa cepat BYD FLASH Charging mengisi baterai?
Menurut klaim BYD untuk teknologi generasi 2026, baterai dapat diisi dari 10% ke 70% dalam 5 menit dan dari 10% ke 97% dalam 9 menit pada kondisi pengujian tertentu.Berapa daya maksimum charger FLASH Charging?
Daya puncaknya mencapai 1.500 kW atau 1,5 MW. Daya aktual yang diterima kendaraan bergantung pada kemampuan mobil, kondisi baterai, suhu, dan karakteristik pengisian.Tujuan dari dikembangkannya teknologi super canggih ini sederhana namun ambisius. Yaitu memangkas waktu pengisian baterai kendaraan listrik hingga mendekati waktu yang dibutuhkan mengisi bahan bakar mobil mobil konvensional. Seperti mengisi solar dan bensin di SPBU.
Waktu yang berhasil dipersingkat juga tidak main-main. Dipangkas menjadi hanya 9 menit saja untuk pengisian 10 persen sampai dengan 97 persen.
BYD Flash Charging.
Hal yang perlu dipahami, BYD mengembangkan teknologi ini dalam dua tahap penting. Pada Maret 2025, perusahaan memperkenalkan Super e-Platform dengan kemampuan pengisian hingga 1.000 kW. Kemudian, pada Maret 2026, BYD memperkenalkan generasi kedua Blade Battery dan sistem FLASH Charging dengan daya puncak hingga 1.500 kW
Kecepatan tersebut merupakan lompatan besar dibandingkan pengisian cepat konvensional yang umumnya membutuhkan belasan hingga puluhan menit untuk mengisi baterai dari 10% ke 80%.
Namun harus diingat bahwa teknologi ini bukan sekadar menggunakan charger dengan daya besar. BYD mengembangkan kombinasi baterai, sistem kelistrikan kendaraan, pengelolaan suhu, dan infrastruktur pengisian agar energi dapat masuk ke baterai dengan sangat cepat.
Baca juga: Memahami Teknologi Dual Motor BYD: Jenis, Cara Kerja dan Kehebatannya
Demonstrasi Flash Charging di dealer Danza BIPO Gatot Subroto, Jakarta. Foto: OTO Media Group/Ono
Dari sejumlah sumber yang digali, terdapat empat komponen utama pendukungnya. Yaitu:
1. Blade Battery 2.0
Baterai lithium iron phosphate (LFP) generasi kedua yang dirancang untuk mempercepat perpindahan ion sekaligus mempertahankan kepadatan energi dan keselamatan.
2. FlashPass Ion Transport System
Sistem yang dikembangkan BYD untuk mempercepat pergerakan ion di dalam baterai melalui pembaruan struktur elektroda dan elektrolit.
3. Arsitektur listrik berdaya tinggi
Kendaraan harus mendukung penerimaan daya sangat tinggi. Pada Super e-Platform 2025, BYD menggunakan arsitektur 1.000 volt dan arus pengisian hingga 1.000 ampere. Jadi tidak semua kendaraan BYD mampu melakukan pengisian secepat kilat ini. Yang baru bisa adalah New Denza D9 dan Z6 GT yang diluncurkan pada hari ini (14/10).
4. FLASH Charger dan penyimpanan energi
Charger generasi 2026 memiliki daya puncak hingga 1.500 kW. Sistem penyimpanan energi di stasiun membantu menyediakan daya besar tanpa harus menarik seluruh kebutuhan puncak secara langsung dari jaringan listrik.
Baca juga: BYD M9, MPV 7-Seater Adik Denza D9 dengan Teknologi DM-i
Catatan waktu Flash Charging BYD dari 10 persen sampai dengan 97 persen. Foto: OTO Media Group/Ono
Menyaksikan langsung pengisian Flash Charging
Sebelum meluncurkan teknologi ini kepada publik pada hari ini Rabu (14/10), BYD terlebih dahulu memperkenalkan inovasi canggih ini kepada media massa nasional. Bertempat di Danza BIPO di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.
Media massa nasional menyaksikan secara langsung pengisian kilat itu yang dilaksanakan tanpa jeda. Pertama kali adalah menghitung pengisian baterai dari 10 persen sampai 70 persen hanya dalam waktu 5 menit saja. Berikutnya dilanjutkan sampai dengan kondisi baterai terisi 97 persen yang diraih dalam waktu 9 menit, 43 detik saja.
Baca juga: BYD Punya Pabrik Raksasa Di Subang, Ini Yang Wajib Diketahui
Flash Charging BYD.
Pengisian flash charging dijamin aman
Luther Panjaitan selaku Head of PR dan Government Relations BYD Indonesia mengungkapkan bahwa pengisian berdaya tinggi tersebut pada kendaraan BYD yang sudah dilengkapi teknologi Blade Battery 2.0 sangat aman.
“Meskipun dipakai berulang kali, tidak akan mendegradasi baterai. Kami sudah mengemas teknologi baterai ini secanggih mungkin yang bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti panas ataupun degradasi baterai,” ujarnya kepada OTO Media Group.
BYD sendiri telah menjamin bahwa Blade Battery 2.0 telah menjalani serangkaian pengujian keselamatan, termasuk pengujian penetrasi paku yang dikombinasikan dengan pengisian FLASH. Menurut perusahaan, pengujian tersebut tidak menghasilkan thermal runaway, asap, atau api, bahkan setelah 500 siklus pengisian FLASH. (EKA ZULKARNAIN)
Baca juga: BYD Atto 8 Debut di Paris, SUV Listrik Flagship dengan Teknologi Flash Charging
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil BYD Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review