Beranda Updates Suzuki Belum Produksi Ignis di Indonesia, Ini Alasannya

Suzuki Belum Produksi Ignis di Indonesia, Ini Alasannya

JAKARTA, 20 Februari 2018 – Suzuki punya andalan baru di segmen city car lewat Suzuki Ignis. Meski demikian PT Suzuki Indomobil Sales, agen pemegang merek mobil Suzuki di Indonesia, belum akan membuat rakitan lokal. Suzuki mengatakan mereka masih akan mengimpor utuh (CBU) Suzuki Ignis dari India.

Apa sebenarnya yang membuat Suzuki belum mau memproduksi Suzuki Ignis di Indonesia meski city car ini termasuk paling laris. Selain itu, Suzuki telah memproduksi LMPV Ertiga di Indonesia. Padahal mobil keluarga ini juga berstatus CBU dari India.

Ryokei Uchiki GM Planning Dept, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), mengatakan Suzuki saat ini masih menganggap pasar city car di Indonesia masih terlalu kecil. Masih jauh kalah dengan segmen seperti SUV atau MPV.

Baca Juga:  Toyota Avanza Kembali Jadi yang Terlaris, Geser Mitsubishi Xpander

“Segmennya tidak besar jadi kalau kita investasi besar untuk produksi Ignis di Indonesia ada beberapa risiko. Jadi kita tetap putuskan impor Ignis dari India (sampai saat ini) meskipun penjualan Ignis sangat bagus,” katanya di Cikarang, Jawa Barat, Senin 18 Februari 2018.

Tahun 2017, penjualan Suzuki Ignis tercatat 14.157 unit. Angka ini jauh dibandingkan pesaingnya seperti Nissan March, Mitsubishi Mirage, Kia Picanto, Toyota Etios Valco, atau Daihatsu Sirion. Sukses Suzuki Ignis berlanjut di bulan Januari 2018 dimana mereka mencatat penjualan sebanyak 1.922 unit.

Selain soal penjualan, Uchiki mengatakan investasi yang dibutuhkan untuk memproduksi mobil secara lokal juga besar. Jika sudah ada fasilitas di pabrik dan banyak part yang sama dengan mobil lain Suzuki tentunya akan lebih mudah. Sementara pabrik Suzuki di Indonesia memproduksi mesin dan transmisi untuk model lain, bukan Ignis.

Baca Juga:  Mobkas Suzuki Bisa Dicicil Rp 30 Ribu per Hari di Suzuki Auto Value

“Kalau tidak harus tambah fasilitas baru, harus menyiapkan part baru dan itu agak susah. Dan jika ingin produksi lokal, salah satu syaratnya setiap bulan 1.000 unit (penjualan). Dan untuk produksi model baru itu butuh dua atau tiga tahun, tidak bisa segera. Ini sedang proses agar bisa produksi Ignis sendiri, kami serius untuk pikir posibilitasnya,” katanya.

RAJU FEBRIAN