Beranda EDITOR'S PICKS Pengalaman Membuktikan Berbagai Fitur dan Teknologi Keselamatan

Pengalaman Membuktikan Berbagai Fitur dan Teknologi Keselamatan

[pro_ad_display_adzone id="54185"]

KARAWANG, 16 November 2018 – Keselamatan saat ini menjadi faktor yang semakin penting dan diperhatikan oleh para pabrikan otomotif, dalam menyajikan produk kepada masyarakat dan konsumennya. Berbagai teknologi dan fitur keselamatan canggih kini tersedia di hampir semua kendaraan yang diproduksi, termasuk di Indonesia.

Saking pentingnya, bahkan produk kendaraan bermotor diharuskan mengikuti serangkaian pengujian untuk memastikan dapat menjamin keselamatan penumpangnya saat mengalami kecelakaan. Sayangnya, peran fitur keselamatan belakangan ini tidak jarang diabaikan fungsinya oleh pengendara, terutama karena belum terbiasanya masyarakat dan dianggap kurang nyaman saat difungsikan.

Carvaganza baru-baru ini ikut ambil bagian dalam pelatihan tentang keselamatan kendaraan, yang diselenggarakan oleh Malaysia Institute of Road Safety Research (MIROS) yang bekerjasama dengan ASEAN NCAP (New Cars Assessment Programme). Yap, NCAP yang selama ini kita kenal menjadi penguji tingkat keselamatan kendaraan melalui uji tabrak (crash test).

Namun peran kami sebagai peserta workshop yang bertajuk “ASEAN NCAP Vehicle Safety Course “ ini bukanlah menjadi dummy atau boneka peraga di dalam kendaraan yang diuji tabrak. Pada kesempatan ini kami diajak mengenali dan mempelajari fitur dan teknologi keselamatan yang terpasang pada kendaraan.

Pelatihan digelar di Proving Ground PT Bridgestone Tire Indonesia, Karawang, Jawa Barat, selama sehari penuh pada hari Rabu (14/11/2018) lalu. Mulai dari sistem keselamatan aktif dan pasif, bahkan kendaraan yang tidak ada di pasar Indonesia disediakan di kegiatan ini sebagai peraga.

Pada sesi pagi diawali dengan pembekalam materi teori keselamatan dari beberapa pelaku industri otomotif dunia, yang terfokus pada aspek keselamatan seperti dari Autoliv, Denso, Proton, Toyota & Daihatsu, serta Bridgestone. Berbagai materi mulai dari sejarah sampai dengan sistem kerja fitur keselamatan dipaparkan pada sesi ini.

Usai pembekalan materi teori, kami kemudian berpindah ke sirkuit Proving Ground untuk merasakan langsung bagaimana sistem dan fitur keselamatan pada kendaraan bekerja saat kondisi yang sebenarnya. Berikut masing-masing teknologi yang diperagakan.

Smart Rear View Mirror

Nissan ikut serta dalam workshop ini dengan memeragakan teknologi Smart Rear View Mirror, yaitu spion tengah yang terintegrasi dengan layar LCD dan kamera mundur. Untuk ini, Nissan menggunakan unit Nissan Note e-Power.

Fitur baru ini membantu memberikan visibilitas yang lebih baik kepada pengemudi untuk melihat ke arah belakang, terutama jika terdapat penumpang di bagian tengah kursi belakang. Melalui kamera di buritan, dengan hanya tekan tombol, spion tengah tidak akan lagi terhalang visibilitasnya oleh penumpang belakang.

Selain itu, Smart Rear View Mirror pun memberikan citra yang lebih jelas dan jernih kepada pengemudi, sudut penglihatan lebih luas, serta jarak pandangan lebih presisi. Sudut penglihatan kamera spion juga dapat diatur dari dalam kabin.

Automatic Emergency Brake (AEB)

Fitur ini sudah termasuk dalam golongan teknologi semi-autonomous, yang diperagakan menggunakan Mitsubishi Pajero Sport dan Perodua Myvi (Daihatsu Sirion versi Malaysia). Fungsi fitur ini mecegah terjadinya tabrakan saat pengemudi lengah terhadap kendaraannya di tengah lalu lintas.

Mitsubishi menyebut fitur ini sebagai Forward Collision Mitigation System, yang secara otomatis mampu melakukan pengereman darurat saat mobil mendeteksi tidak ada pengereman dilakukan saat mobil mendekati objek lain di depannya. Menggunakan radar, fitur ini bekerja saat melaju antara 4-30 km/jam.

Serupa dengan fitur tersebut, Mitsubishi juga punya Ultrasonic misacceleration Mitigation System, yang mencegah tabrakan saat proses parkir. Terintegrasi dengan ECU, sistem ini akan mempertahankan kecepatan mobil saat terjadi akselerasi mendadak dan tidak disengaja.

Sementara untuk Myvi alias Sirion yang dihadirkan adalah varian bermesin 1.500cc dan full-spec, yang tidak dipasarkan di Indonesia. Untuk teknologi ini, Perodua menyebutnya sebagai Advance Safety Asisst (ASA) yang terdiri dari Pre Collision Warning, Pre Collision Braking dan Pedal Misoperation Control.

Secara garis besar cara kerjanya sama seperti milik Mitsubishi, perbedaannya hanya pada perangkat sensor yang digunakan di mana Myvi mengandalkan kamera sementara Pajero Sport dengan radar.

Blind Spot Monitoring

Untuk fitur yang mengingatkan pengemudi adanya objek yang tidak terlihat oleh pengemudi dari spion karena berada di area blind spot, digunakan Toyota C-HR dan Honda Accord. Pada bagian ini, Toyota dan Honda sama-sama memanfaatkan spion samping sebagai media pemasangan fitur ini.

C-HR disematkan Blind Spot Monitor System, terdiri dari radar di balik body pada bagian belakang. Sistem ini akan tampilkan lampu peringatan di sidut kaca spion samping saat terdeteksi objek bergerak lain di area blind spot pengemudi.

Peringatan akan hilang saat objek/kendaraan tersebut menjauh atau telah tidak lagi berada di area blind spot. Pengetesan di lintasan lurus ini kemudian dilanjutkan berpindah ke Accord untuk mencoba fitur Lane Watch.

Jika C-HR meletakkan lampu peringatan di kaca spion, Accord justru menyematkan sebuah kamera, hanya pada spion sebelah kiri. Fitur ini akan aktif saat pengemudi menyalakan lampu sein ke kiri, secara otomatis menampilkan citra dari kamera saat terdapat kendaraan lain di area blind spot.

Pada video yang ditampilkan, terdapat tiga garis indikator menunjukkan jarak kedekatan objek terhadap mobil yang dikendarai. Fitur ini juga bisa diaktifkan manual melalui tombol di ujung tuas lampu sein.

Anti-lock Braking System & Electronic Stability Program

Teknologi ini menjadi yang terpenting dari seluruh yang dicoba, dalam hal mencegah terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya. Pada kesempatan ini, Bosch hadir dan dipraktikkan menggunakan mobil Honda Mobilio dan BR-V.

Anti-lock Braking System (ABS) yang berfungsi memperpendek jarak pengereman dengan mencegah roda terkunci saat pengereman keras, mengawali tes ini. Kami diajak melaju kencang mengarah ke tikungan dengan permukaan aspal basah.

Dengan ABS, mobil tetap dapat dikendalikan sekalipun saat mengerem keras mendadak dan dibelokkan menghindari cone dalam kondisi jalan yang licin. Diklaim, ABS dapat bereaksi sekejap hanya dalam waktu 0,005 detik.

Untuk pengujian Electronic Stability Program (ESP), dilakukan dalam kondisi ESP aktif dan non aktif. Saat aktif, mobil dapat tetap stabil dan mendapat traksi saat dilakukan manuver imput setir belok mendadak ke dua arah.

Sementara saat ESP dimatikan, dengan input setir dan kecepatan yang sama (80 km/jam), roda kehilangan traksi dan membuat mobil melintir nyaris 180 derajat saat berhenti. Pengujian ini dilakukan di atas lintasan kering dan oleh tim penguji tersertifikasi dari Bosch.

Melalui rangkaian pengujian dalam ASEAN NCAP Vehicle Safety Course ini, semakin ditunjukkan pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya. Terlebih dengan hadirnya teknologi dan fitur keselamatan yang terpasang dalam kendaraan yang kita pakai.

Namun meski telah didukung teknologi dan fitur keselamatan canggih, harus diingat bahwa yang terpenting adalah pencegahan kecelakaan dimulai dari diri sendiri saat mengemudi. Karena teknologi pendukung tersebut hanya membantu memimalisir risiko dari kecelakaan yang terjadi.

WAHYU HARIANTONO

Kolom Komentar



latest updates

Menang Kompetisi, Shell Ajak Mahasiswa ITS Kunjungi Markas Scuderia Ferrari

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Indonesia berhasil menjadi juara pada ajang Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship (DWC) 2018, melalui perwakilan...

Teknisi Nissan Indonesia Raih Medali Perak di World Skill Asia 2018

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Teknisi Nissan Indonesia, Mustaqim, berhasil meraih medali perak di ajang kompetisi World Skill Asia 2018 yang diselenggarakan...

Habiskan Rp 202 Miliar, Auto2000 Resmikan 6 Cabang di Pulau Sumatera

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Auto2000, dealer terbesar penjualan Toyota, terus melebarkan sayap jaringan penjualan dan servisnya. Hari ini, Senin...

Komponen Bermasalah, Suzuki Recall 19.926 Unit Carry

JAKARTA, 17 Desember 2018 – PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) menggelar program perbaikan atau Suzuki Product Quality Update. Program ini...

Ini Pembalap yang Jadi Inspirasi Nama Bugatti Divo

SEPERTI nama Bugatti Veyron dan Chiron, nama Bugatti Divo juga diambil dari nama pembalap. Yaitu pembalap Prancis Albert Divo yang...