Beranda Updates Pahami Pentingnya Fungsi Lampu Hazard

Pahami Pentingnya Fungsi Lampu Hazard

JAKARTA, 28 Juni 2018 — Banyak dari para pengemudi belum memahami waktu penggunaan fungsi keselamatan yaitu lampu hazard. Fitur tersebut biasanya terletak pada dasbor atau dekat instrument cluster dengan logo segitiga merah. Saat fitur ini diaktifkan akan member tanda bahwa lampu sein menyala secara bersamaan.

Tapi beberapa pengemudi masih salah kaprah kapan menggunakannya secara tepat, dapat ditemukan saat kegiatan sehari-hari seperti pada saat hujan deras dan pada saat menyebrangi jalur persimpangan. Padahal lampu hazard hanya diperkenankan digunakan sebagai penanda keadaan darurat yang dialami oleh pengemudi mobil.

“Sebenarnya penggunaan lampu hazard hanya diperbolehkan ketika mobil dalam keadaan darurat. Selain itu tidak boleh menggunakannya meskipun untuk konvoi ataupun dalam pengawalan,” ujar Mira Keumala Safri selaku Marketing Director sekaligus instruktur dari Jakarta Defensive Driving Consulting kepada Carvaganza saat dihubungi via telepon, Selasa (26/6) kemarin.

Hal itu juga tertera jelas dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Pasal 121 ayat 1. “Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan”.

Namun untuk menjadi perhatian bagi para pengemudi, terdapat kebiasaan yang menyalah gunakan fungsi dari Lampu Hazard di antaranya sebagai berikut:

Menggunakannya saat hujan

Menggunakan hazard saat hujan hanya membingungkan pengemudi di belakang kendaraan kita karena saat lampu hazard dinyalakan, lampu sein tidak berfungsi karena tertutup oleh lampu hazard. Kamu cukup berhati-hati saja saat hujan atau dengan menghidupkan lampu utama.

Menggunakan saat memberi tanda lurus di persimpangan 

Menggunakan lampu hazard saat bergerak lurus tidak perlu karena dengan tanpa menghidupkan lampu sein berarti kamu menandakan diri akan bergerak lurus ke depan.

Menggunakan saat berkabut

Ketika dalam kondisi berkabut, cukup menyalakan fog lamp (lampu kabut) yang berwarna kuning atau lampu utama. Jadi tidak perlu menggunakan lampu hazard

Menggunakan saat di lorong gelap

Penggunaan saat di lorong gelap tidak perlu karena tidak ada fungsinya, yang ada hanya membingungkan kendaraan di belakang. Cukup nyalakan lampu senja atau lampu utama karena lampu merah di belakang mobil sudah menyala yang artinya memberi tanda bahwa ada mobil di depan.

Semoga para pengendara bisa memahami hal ini dan tidak salah kaprah lagi dalam penggunaan lampu hazard.

VALDO PRAHARA

Kolom Komentar



latest updates

Rayakan HUT Ke-28, Adira Finance Gelar Program CSR Pariwisata

JAKARTA, 13 November  2018 - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance), merayakan hari jadinya yang ke-28 tahun dengan...

Bandung Lautan Daihatsu Eratkan Tali Silaturahmi Para Konsumen

BANDUNG, 13 November 2018 – Menyambut akhir tahun 2018, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memberikan apresiasi kepada para konsumen setianya...

Atlet Tim Bridgestone Indonesia, Eko Yuli Irawan Pecahkan Rekor di Ashgabat

ASHGABAT, 13 November 2018 -- Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, kembali mengibarkan Merah Putih di ajang internasional. Eko Yuli,...

RFT Motorsport Kembangkan Ban Rally Lokal RG4

JAKARTA, 13 November 2018 – Memanfaatkan pengalaman dan jam terbang di ajang rally, RFT Motorsport selaku bengkel spesialis balap mobil, mengembangkan sebuah ban rally terbaru...

Beginikah Tampang SUV Mewah ‘Kakak’ Hyundai Santa Fe?

SEOUL, 13 November 2018 – Hyundai telah mengumumkan akan meluncurkan model SUV termahalnya, saat memeriahkan ajang Los Angeles Auto Show...