Beranda Updates Mobil dan Motor Pribadi Presiden Jokowi, Dari Mio Sampai Mercedes-Benz

Mobil dan Motor Pribadi Presiden Jokowi, Dari Mio Sampai Mercedes-Benz

Presiden Joko Widodo saat didampingi Subronto Laras President of Commissioner PT Suzuki Indomobil Sales saat menyaksikan All New Jimny di GIIAS 2018.

TANGERANG, 10 Agustus 2018 – Presiden Joko Widodo pagi ini mendaftarkan dirinya secara resmi sebagai calon presiden RI periode 2019-2024 bersama Ma’aruf Amin. Disebutkan jika Presiden Jokowi datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menggunakan Toyota Kijang Innova. Sebenarnya Jokowi memiliki beberapa mobil maupun motor lainnya.

Dalam laporan LHKPN yaitu Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Presiden Jokowi terakhir kali memberikan laporan kekayaannya pada KKP pada 31 Desember 2014. Total kekayaan Jokowi tercatat Rp 30.007.886.057.

Angka ini terdiri dari harta tidak bergerak seperti tanah dan bangunan, harta bergerak sepert alat transportasi dan mesin lainnya, peternakan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya, harga bergerak lainnya serta giro dan setara kas lainnya.

Dari daftar harga bergerak, terlihat Presiden Jokowi memiliki 12 kendaraan yang total bernilai Rp. 954.500.000.

Sebenarnya ada satu motor lagi yaitu Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya chopperland yang baru saja dibeli Jokowi. Namun motor seharga Rp 140 juta ini, belum masuk LHKPN karena baru saja dibeli.

Jokowi memang menunjukkan ketertarikannya pada dunia otomotif. Ia datang dan membuka dua pameran otomotif besar di Indonesia yaitu GIIAS 2018 dan IIMS 2018. Ia juga memiliki motor modifikasi.

Nah, ini daftar kendaraan Jokowi berdasarkan data LHKPN:

1. Mobil, merk SUZUKI, tahun pembuatan 1997, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 1997. Nilai Rp. 10.000.000

2. Mobil, merk ISUZU, tahun pembuatan 2002, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2002. Rp. 60.000.000

3. Motor, merk YAMAHA VEGA, tahun pembuatan 2001, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2001. Nilai Rp. 2.500.000

4. Mobil, merk MERCEDES BENZ, tahun pembuatan 1996, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 1999. Nilai Rp. 60.000.000

5. Mobil, merk ISUZU, tahun pembuatan 2002, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2002. Nilai Rp. 60.000.000

6. Mobil, merk DAIHATSU ESPASS, tahun pembuatan 1997, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2004. Nilai Rp. 25.000.000

7. Mobil, merk NISSAN GRAND LIVINA, tahun pembuatan 2010, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2010. Nilai Rp. 125.000.000

8. Mobil, merk ISUZU PANTHER, tahun pembuatan 1996, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 1999. Nilai Rp. 36.000.000

9. Mobil, merk MERCEDES BENZ, tahun pembuatan 2004, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2014. Nilai Rp. 175.000.000

10. Mobil, merk TOYOTA KIJANG INNOVA, tahun pembuatan 2011, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2013. Nilai Rp. 170.000.000

11. Mobil, merk NISSAN JUKE, tahun pembuatan 2012, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2012. Nilai Rp. 220.000.000

12. Motor, merk YAMAHA MIO, tahun pembuatan 2008, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2008. Nilai Rp. 11.000.000

RAJU FEBRIAN

Kolom Komentar



latest updates

BMW X2 Mengaspal di Indonesia Akhir Bulan ini

JAKARTA, 16 Oktober 2018 – Meski sudah menjelang akhir tahun, BMW Indonesia belum akan berhenti meluncurkan model-model terbarunya di Indonesia....

Rolls-Royce Cullinan, Most Luxurious SUV

DALAM barisan mobil SUV luxury, kendaraan ini mungkin bukan SUV super luxury pertama yang pernah ada. Karena keduluan oleh Urus...

Mitsubishi Pastikan Peluncuran New Triton pada 9 November 2018

TOKYO, 15 Oktober 2018 -- Setelah merilis teaser beberapa waktu lalu, Mitsubishi Motors Corporation kini memastikan peluncuran Mitsubishi New Triton....

Wuling Cortez 1.8L, Unexpected MPV

MENGIKUTI jejak Wuling Confero, kehadiran Wuling Cortez yang menggoda langsung menyengat pasar mobil di Indonesia. Dengan harga mulai dari Rp...

Dinilai Efektif, Aturan Ganjil-Genap Diperpanjang Sampai Akhir Tahun

JAKARTA, 15 Oktober 2018 – Perluasan aturan pembatasan “Ganjil-Genap” yang diterapkan sejak Asian Games 2018 di Jakarta, Agustus lalu, akan...