Beranda Updates Ini Mobil Berbahan Bakar Limbah Plastik Kreasi Mahasiswa UGM

Ini Mobil Berbahan Bakar Limbah Plastik Kreasi Mahasiswa UGM

Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan gagasan “Smart Car Microalgae Cultivation Support” menggunakan limbah plastik.

JAKARTA, 7 Juli 2018 — Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jenna Jambeck, yang telah dipublikasikan pada Jurnal Science (www.sciencemag.org) pada Februari 2015, penduduk Indonesia yang tinggal di sekitar 50 kilometer dari garis pantai menghasilkan 5,4 juta ton sampah plastik. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik nomor dua terbesar di dunia.

Keprihatinan terhadap kondisi ini dan melihat tren konsumsi energi yang terus meningkat sementara ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis telah melahirkan ide tim Smart Car MCS dari Universitas Gadjah Mada untuk dapat mengkonversikan limbah plastik menjadi energi alternatif baru yang rendah emisi. Ide tersebut diwujudkan menjadi gagasan berjudul Smart Car Microalgae Cultivation Support, yaitu ide mobil pintar yang menggunakan limbah plastik sebagai sumber energi alternatif.

“Gagasan ini lahir dari kepedulian kami melihat lingkungan di sekitar kami. Berbagai uji coba, diskusi panjang dengan tim dan para dosen kami lakukan untuk melahirkan gagasan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan  masa depan dunia,” ujar Herman, tim manajer Smart Car MCS.

Smart Car MCS didesain dengan reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kg sampah plastik. Proses pirolisis plastik adalah proses degradasi plastik menggunakan panas suhu tinggi tanpa adanya oksigen. Sumber panas datang dari gas buang knalpot mobil yang suhunya dapat mencapai di atas 400ºC.

Mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. Pengembangan Smart Car ini tidak hanya dapat memproduksi bahan bakar dan biofuel namun juga mengurangi persoalan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Ide ini mengantar tiga mahasiswa UGM tersebut, yakni Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, dan Thya Laurencia Benedita Araujo berhasil menjadi juara kompetisi Shell Ideas360 2017/2018 dalam Festival tahunan Shell Make the Future Live di London, Inggris, 5 – 8 Juli 2018. Shell Ideas360 adalah sebuah ajang kompetisi yang menantang para mahasiswa seluruh dunia untuk mengembangkan beragam ide dan gagasan dalam menghadapi tantangan global di sektor energi, pangan dan air. Kompetisi yang telah dimulai sejak tahun 2013 ini menjadi bagian dari festival inovasi Shell Make the Future.

Ide dan gagasan mahasiswa ini rasanya pantas diapresiasi dan dilanjutkan.

VALDO PRAHARA