Beranda Updates Lamborghini Siapkan Supercars PHEV, Tinggalkan Turbo

Lamborghini Siapkan Supercars PHEV, Tinggalkan Turbo

Lamborghini Huracan Performante

SANT’AGATA, 25 Juni 2018 — Lamborghini sepertinya akan tetap bertahan menggunakan mesin naturally-aspirated untuk mobil-mobil super-sportsnya. Pabrikan asal Sant’Agata Bolognese, Italia itu menolak tren perampingan dan penggunaan turbocharge yang diadopsi oleh para pesaingnya. Menurut Autocar, Technical Director Lamborghini, Maurizio Reggiani, pabrikan tersebut tak ingin mengurangi jumlah silinder di generasi supercar mereka selanjutnya.

“Setiap mobil memiliki misi, dan berdasarkan misi itu Anda harus memilih mesin yang tepat. Untuk (SUV Urus) kami memutuskan menggunakan turbo, tetapi kami akan terus memilih naturally-aspirated untuk mobil super-sports. Di masa depan, kita perlu mempertimbangkan konsumsi bahan bakar dan emisi. Saya yakin mesin naturally aspirated ditambah dengan sistem hybrid bisa menjadi jawaban yang tepat,” jelas Reggiani seperti dilansir situs tersebut.

Penerus Huracán berikutnya dijadwalkan hadir pada tahun 2022 mendatang. Dan terbuka kemungkinan mobil ini akan menjadi plug-in hybrid. Namun, Reggiani mengisyaratkan bahwa Aventador, yang akan diperkenalkan sebelum 2022, juga akan menggunakan powertrain electric.

“Kita perlu menemukan kembali ikon tanpa (kehilangan) karakteristik mobil saat ini: serat karbon, mesin V12 yang naturally aspirated dan komponen lainnya. Ke depan, jika itu adalah hybrid, lalu dengan cara apa kita dapat mengimbangi bobotnya?”

Penggunakan mesin listrik memang akan menambah bobot kendaraan, tetapi Reggiani mengatakan bahwa kepadatan baterai merupakan masalah besar. Lamborghini saat ini sedang mengerjakan sebuah proyek – yang ditampilkan lewat mobi konsep Terzo Millennio – bersama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Boston untuk mengembangkan bodywork CF yang dapat bertindak sebagai baterai penyimpanan serta superkonduktor.

Reggiani mengatakan drivetrain listrik dapat membantu melancarkan transmisi single-clutch Aventador yang ‘kadang-kadang agresif’. “Anda bisa menggunakan motor listrik untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki interupsi torsi,” katanya.

Pengganti Aventador masih akan hadir dengan mesin V12, seperti halnya Huracán dengan V10.

RAJU FEBRIAN

Kolom Komentar

Last Updates

Toyota Indonesia Dukung Vokasi Industri Perkuat Fondasi Kompetensi SDM

MAKASSAR, 17 Januari 2019 – Toyota Indonesia ikut berperan dalam langkah Kementerian Perindustrian menyambut era Industry 4.0, dengan meningkatkan kompetensi...

Jaga Kualitas Layanan, Mitsubishi Motors Gelar Kompetisi SDM Diler

JAKARTA, 17 Januari 2019 – Berbagai langkah dilakukan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) terus terus meningkatkan kualitas layanan...

Ini Jurus Jitu Mitsubishi Xpander Hadang Toyota New Avanza

JAKARTA, 17 Januari 2018 – Untuk menghadapi persaingan di pasar kendaraan Low MPV yang semakin ketat, Mitsubishi Xpander sudah dari...

VIDEO: Kejutan Toyota Avanza Veloz Setelah 15 Tahun

JAKARTA, 17 Januari- PT Toyota Astra Motor (TAM) akhirnya secara resmi meluncurkan Toyota New Avanza dan New Veloz terbaru. Low MPV ini diluncurkan di Senayan,...

Shell Operasikan Kembali 4 SPBU di Jawa Timur

SURABAYA, 17 Januari 2019 – Guna menjawab kebutuhan pelanggan di Jawa Timur, Shell mengoperasikan terminal BBM di Gresik dan secara...