Beranda Updates Ketika Toyota Pagari Pantai Utara Jawa dengan Mangrove

Ketika Toyota Pagari Pantai Utara Jawa dengan Mangrove

JAKARTA, 5 Maret 2017 – Berkenaan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) Toyota Indonesia di Kawasan Wisata Mangrove Pandansari, Desa Kaliwlingi, Brebes, Jawa Tengah pada 1 Maret lalu. Total pohon mangrove (bakau) yang ditanam oleh Toyota Indonesia di sepanjang Pantai Utara Jawa pada tahun 2017 mencapai 300.000 ribu pohon, sedangkan total pohon mangrove yang ditanam sejak 2013 lalu ketika program ini diluncurkan sudah mencapai 1.630.000 pohon.

Penanaman pohon bakau dari tahun 2013 itu sudah dilakukan mulai dari Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Karawang, Brebes,Batang, Kendal, Surabaya sampai Banyuwangi, Jawa Timur. Penanaman Mangrove for Life di Desa Kaliwlingi, Brebes, sendiri sudah dimulai dari bulan Agustus lalu, namun seremonialnya baru dilakukan 1 Maret. Jadi, penanaman sudah dilakukan sejak enam bulan lalu dan pola ini berlaku juga bagi penanaman mangrove yang dilakukan Toyota Indonesia di daerah yang lain.

Baca Juga:  Tingkatkan Layanan, Auto2000 Tambah Armada Service THS

Mangrove for Life ini merupakan bagian dari Program Toyota Forest di mana sebagai bagian CSR, Toyota Indonesia tidak hanya menanam mangrove, melainkan juga tanaman keras. Tujuan CSR ini adalah selain untuk melestarikan alam, juga ikut meningkatkan kesejahteran ekonomi penduduk setempat seperti di Brebes.

Nandi Julyanto, Direktur Production Engineering & Vehicle Manufacturing PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan penanaman mangrove tersebut sesuai dengan kebijakan Toyota Indonesia One Car One Tree (setiap 1 mobil yang diproduksi akan ditanam 1 pohon di Indonesia) dan program ini melibatkan seluruh Toyota Group termasuk suplier dan dealer Toyota di berbagai daerah.

Menurut Nandi, di desa Kaliwlingi tempat penanaman mangrove dilakukan terdapat 2 orang penggiat penanaman mangrove di daerah tersebut yang tiada kenal lelah mengajak dan menyadarkan masyarakat desa Kaliwlingi akan pelestarian alam melalui hutan bakau. Kedua orang tersebut bahkan mendapat penghargaan Kalpataru dari pemerintah yakni Pak Rusjan dan Pak Mashadi.

Baca Juga:  Dukung Kemenperin Riset Kendaraan Listrik, Toyota Sediakan 18 Unit Kendaraan

EKA ZULKARNAIN