Beranda Updates Hyundai Ioniq Electric EV, Mampu Tempuh 280 KM

Hyundai Ioniq Electric EV, Mampu Tempuh 280 KM

BANGKOK, 2 April 2018 – Dua pabrikan raksasa Jerman, BMW dan Mercedes-Benz, melakukan perakitan model plug-in hybrid secara lokal di Thailand. Meski demikian Hyundai selangkah lebih maju. Produsen mobil Korea itu meluncurkan Hyundai Ioniq Electric di Bangkok Motor Show 2018. EV ini diimpor utuh CBU dari Korea Selatan seharga 1,749 juta baht (Rp 791 juta).

Kehadiran Ioniq Electric ini cukup mengejutkan. Pasalnya Hyundai tidak menjual dua model Ioniq lainnya yiatu hybrid dan plug-in hybrid. Mereka mengandalkan H1 atau Grand Starex di Negeri Gajah Putih.

Hyundai Ioniq Electric adalah didukung oleh motor permanent magnet synchronous dengan tenaga 120 PS dan torsi 295 Nm. Dari 0-100 km/jam dapat dilakukan dalam 9,9 detik dan dengan mode Sport kecepatan tertinggi adalah 165 km/jam.

Tapi mobil ini jelas tidak mengandalkan tenaga atau kecepatan maksimal. Yang ditawarkan mobil ini adalah kemampuannya menempuh jarak hingga 280 km untuk sekali charge.

Hyundai Ioniq menggunakan baterai lithium-ion polymer 28 kWh yang dibuat oleh LG dan ditempatkan di bawah kursi belakang. Baterai ini dapat diisi ulang dalam 12 jam dengan soket rumah normal (2,3 kW) atau empat jam 25 menit dengan wallbox (6.6 kW). Sedangkan untuk pengisian daya DC 100 kW, memakan waktu 23 menit untuk mendapatkan kapasitas 80%.

Powertrain listrik terbaru Hyundai memasangkan baterai 64 kWh dengan tenaga 204 PS dan torsi 470 km seperti pada Kona Electric. Crossover itu hadir dengan baterai 39,2 kWh, yang memberikannya tenaga 135 PS dan jangkauan hingga 300 km pada sekali pengisian.

Secara tampilan, Ioniq EV terlihat seperti saudara kandungnya versi hybrid. Bedanya versi ini hadir dengan wajah tertutup yang khas tanpa grille, karena tidak memiliki kebutuhan pendinginan mesin. Ada highlight tembaga di bagian bumper depan dan belakang sisi, berbeda dengan warna biru yang digunakan pada hybrid. Roda menggunakan velg 16 inci dengan ban 205/55.

Di bagian dalam, dasbor bagian atas identik dengan versi hybrid, tetapi EV mendapat konsol tengah yang unik dan independen karena tidak perlu menempatkan tuas persneling. Hal ini memberikan ruang penyimpanan yang besar. Kabin dibumbui dengan aksen tembaga yang serasi.

Fitur antara lain lampu depan LED, jok kulit, kursi pengemudi dengan pengaturan delapan arah, keyless entry with push start, Charger telepon nirkabel Qi, cluster meter digital dan rangkaian lengkap sistem bantuan keselamatan dan penggerak seperti Ioniq hybrid.

Hyundai memberikan garansi Ioniq Electric selama tiga tahun atau 100.000 km, tetapi baterai EV mendapat garansi delapan tahun tanpa batas. Harga di Thailand 1.749 juta baht.

RAJU FEBRIAN

Last Update

Sergio Marchionne Mundur dari CEO dan Chairman Ferrari

TURIN, 23 Juli 2018 – Kabar mengejutkan datang dari raksasa otomotif Italia, Fiat Chrysler Automobiles (FCA), yang mengumumkan pengunduran diri...

Pereli Indonesia Mendominasi Hari Pertama Kejuaraan Reli Malaysia 2018

JAKARTA, 21 Juli 2018 – Pereli Indonesia tampil mendominasi di hari pertama Kejuaraan Reli Malaysia bertajuk International Rally of Johor 2018 yang digelar di kawasan...

Inilah Raja Drift di Kejurnas Putaran Kedua

JAKARTA, 22 Juli 2018 - Kejuaraan Nasional Drift putaran kedua telah usai digelar. Puluhan drifter berjuang keras dalam menyelesaikan soal...

DFSK Glory 580 Dapat Garansi 7 Tahun, Apa Saja yang Dijamin?

JAKARTA, 22 Juli 2018 – Ada satu hal menarik, dan juga berani, yang ditawarkan DFSK Motors Indonesia saat meluncurkan SUV...

Setelah Hamilton, Mercedes Juga Perpanjang Kontrak Valtteri Bottas

BRACKLEY, 22 Juli 2018 – Menyusul Lewis Hamilton yang mendapat perpanjangan kontrak selama dua tahun, Mercedes kemudian juga memberikan kontrak...