Beranda New Cars Harga Honda Brio Satya Paling Mahal di Kelas LCGC, Tapi…

Harga Honda Brio Satya Paling Mahal di Kelas LCGC, Tapi…

JAKARTA, 12 September 2018 – Meski telah berganti generasi dengan mengusung desain baru dan dimensi lebih lega, All-New Honda Brio tetap hadir dengan varian Brio Satya yang merupakan produk Low Cost Green Car (LCGC), menjadikannya produk termurah dari line-up Honda saat ini.

Dengan harga baru, All-New Brio sekaligus menjadi patokan baru di segmen LCGC, menjadi produk dengan harga paling mahal di antara para kompetitornya. Para pemain di segmen LCGC saat ini seperti Toyota Agya dan Calya, Daihatsu Ayla dan Sigra, Datsun GO+ dan Suzuki Karimun Wagon R.

Harga All-New Brio Satya yang diumumkan pada hari Rabu (12/9/2018) oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) adalah Rp 139 juta untuk varian Brio Satya S MT, lalu Rp 147,5 juta untuk Brio Satya E MT, dan Rp 162,5 juta untuk Brio Satya E CVT. Harga tersebut dalam kondisi On The Road untuk wilayah DKI Jakarta.

Pesaing terdekatnya, Toyota Agya saat ini dijual dengan rentang harga mulai Rp 133,550 juta (1.0 G MT) sampai Rp 153,950 juta (1.2 TRD AT). Lalu untuk Toyota Calya yang hadir dengan forma MPV, dibanderol antara Rp 135,550 juta (1.2 E MT) sampai Rp 153,1 juta (1.2 G AT).

Saudara kembar Toyota di LCGC, yakni Daihatsu menawarkan Ayla dengan harga mulai Rp 94,550 juta (1.0 D MT) sampai Rp 148,250 juta (1.2 R AT DLX), menjadikannya opsi termurah di segmen ini. Sementara untuk Sigra, kembaran Calya, mulai Rp 110,4 juta (1.0 D MT) sampai Rp 151,150 juta (1.2 R AT DLX).

Dari Suzuki, terdapat Karimun Wagon R yang dipasarkan dengan harga Rp 107,5 juta untuk varian GA sampai Rp 138 juta pada varaian GS AGS Airbag. Sedangkan Datsun GO+ yang masih terdaftar sebagai LCGC, mematok harga Rp 112,380 juta (D MT) sampai Rp 133,990 juta (T-Style MT).

Meski di persaingan harga menjadi yang paling mahal, All-New Brio Satya memiliki keunggulan yang tidak tersedia pada para rivalnya yaitu opsi transmisi CVT. LCGC lainnya yang memiliki opsi transmisi bukan manual, masih mengangalkan jenis transmisi otomatis konvensional atau torque converter.

WAHYU HARIANTONO