Beranda Updates Ferrari Indonesia: Menyetop Impor Mobil Mewah, Kami Bisa Tidak Jualan

Ferrari Indonesia: Menyetop Impor Mobil Mewah, Kami Bisa Tidak Jualan

CEO Ferrari Indonesia Arie Christopher Setiadharma

JAKARTA, 06 September 2018 – Imbas dari kenaikan nilai tukar dollar Amerika terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir ini mulai menimbulkan gonjang-ganjing. Salah satu cara pemerintah untuk menghentikan laju kenaikan dollar itu adalah dengan berencana menghentikan impor mobil mewah.

Dalam perkembangannya, pemerintah lebih spesifik lagi menyebutkan bahwa penghentian impor itu akan ditujukan pada mobil dengan mesin di atas 3000 cc.

Kondisi ini jelas kian menggencet apm mobil-mobil mewah. Seperti diketahui bahwa passenger car dengan mesin 3000 cc terkena pajak barang mewah atau dikenal dengan sebutan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Pajaknya pun tinggi, sampai 125 persen sendiri.

Arie Christopher Setiadharma, CEO Ferrari Indonesia, mengatakan 70 persen harga mobil mewah dengan kapasitas mesin 3000 cc itu adalah pajak untuk negara, sedangkan 30 persennya baru harga mobilnya.

Arie mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk menghentikan impor mobil mewah berdasarkan kategori yakni 3000 cc ke atas adalah tindakan yang tidak tepat sasaran karena angka penjualan mobil mewah di Indonesia sangat kecil.

“Misalnya angka penjualan supercar Ferrari dan mobil-mobil sekelasnya paling hanya 50 unit per tahun secara keseluruhan. Bandingkan dengan kendaraan lainnya yang di bawah kategori itu,” ujarnya. “Jadi sebaiknya dicari cara lain yang lebih tepat sasaran untuk menyelesaikan masalah ini.”

“Penjualan mobil mewah di Indonesia paling hanya 1 persen dari angka total penjualan dan angka itu sangat kecil sekali. Sebaiknya pemerintah mencari cara lain untuk mengurangi efek dari kenaikan dollar ini,” imbuhnya.

Namun, sebagai APM akan mematuhi ketentuan pemerintah jika rencana itu menjadi sebuah peraturan dan tentu saja Ferrari Jakarta atau Ferrari Indonesia sebagai APM Ferrari akan menghentikan impor mobil yang sesuai ketentuan. “Kalau impor mobil 3.000 cc menjadi peraturan, kita akan hentikan dan mobil-mobil Ferrari itu semuanya bermesin 3000 cc ke atas sehingga praktis kami tak bisa jualan.”

Apakah itu artinya akan menghentikan operasional di Indonesia? “Saya belum bisa bilang seperti apa, hanya sinyalnya adalah mobil-mobil kami bermesin di atas 3000 cc dan kalau itu terjadi, praktis kami tidak bisa berjualan lagi,” pungkasnya.

EKA ZULKARNAIN

Kolom Komentar



latest updates

Mazda Indonesia Luncurkan Dua Model Facelift Akhir Pekan Ini

JAKARTA, 19 Oktober 2018 - Mazda Indonesia akan menampilkan dua mobil baru yang sudah mengalami penyegaran. Kedua mobil tersebut adalah CX-9...

MINI Cooper S Countryman, All-Rounder

JAKARTA, 19 Oktober 2018 – “MINI Countryman is the ultimate all-rounder, ready to take you places other vehicles can’t reach.”...

GIIAS Medan Auto Show 2018 Jadi Penutup Akhir Tahun

MEDAN, 18 Oktober 2018 – Gaikindo akan menutup roadshow mereka tahun ini dengan penyelenggaraan Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di...

DFSK Modifikasi Pikap Super Cab Jadi Ambulance

JAKARTA, 19 Oktober 2018 – DFSK memperluas pasarnya di Indonesia. Setelah memperkenalkan SUV Glory 580, DFSK juga menawarkan pikap Super...

Yuk, Jajal Nissan Terra di Pakuwon Mall Surabaya Akhir Pekan Ini

SURABAYA, 18 Oktober 2018 – Nissan terus mengenalkan SUV premium terbarunya New Nissan Terra. Kali ini Nissan memperkenalkan Nissan Terra di...